Presiden Minta Program Revitalisasi Ditambah 60 Ribu Sekolah, DPR Sebut masih Banyak Gedung Rusak
Ilustrasi Siswa. (Foto: Antara)
MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menambah jumlah sekolah penerima program revitalisasi sebanyak 60 ribu sekolah pada 2026. Habib menilai kebijakan tersebut sangat tepat dan menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Menurutnya, hingga saat ini masih banyak gedung sekolah di berbagai daerah yang rusak dan tidak layak untuk menunjang proses belajar-mengajar.
?
Menurut data Kemendikdasmen, pada tahun ajaran 2024/2025 terdapat 1,18 juta ruang kelas SD di Indonesia. Namun, sebanyak 60,3 persen di antaranya berada dalam kondisi rusak. Sementara itu, di jenjang SMP, hanya 50,33 persen ruang kelas yang berada dalam kondisi baik, sebanyak 24,73 persen rusak ringan, 17,96 persen rusak sedang, dan 6,97 persen rusak berat.
?
“Penambahan jumlah sekolah yang direvitalisasi ini merupakan langkah strategis dan sangat dibutuhkan. Kita tidak bisa menutup mata bahwa masih banyak sekolah dengan kondisi bangunan yang rusak, bahkan membahayakan keselamatan siswa dan guru,” ujar Habib dalam keterangannya, Rabu (15/1).
?
Ia menegaskan sarana dan prasarana pendidikan merupakan faktor fundamental dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Lingkungan sekolah yang aman dan layak, lanjutnya, akan berdampak langsung pada kenyamanan belajar siswa serta kinerja tenaga pendidik. “Pendidikan tidak hanya soal kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga soal fasilitas. Gedung sekolah yang layak merupakan prasyarat utama untuk mencetak generasi yang unggul,” tegas legislator asal Dapil Jawa Barat I itu.
Baca juga:
Permendikdasmen Sekolah Aman Terbit, DPR Dorong Pendidikan Lebih Humanis
?
Habib menilai kebijakan Presiden Prabowo tersebut sebagai bukti nyata kepedulian dan komitmen pemerintah terhadap kemajuan dunia pendidikan nasional. Dia berharap pelaksanaan program revitalisasi ini dapat dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan merata, terutama bagi sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
?
“Komisi X DPR RI akan terus mengawal kebijakan ini agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas dan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan Indonesia,” pungkasnya.
?
Sebelumnya, Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pihaknya telah mengalokasikan target program revitalisasi sekolah 11.700 di 2026. Namun, dengan permintaan Presiden Prabowo untuk menambah 60 ribu sekolah, jumlah targetnya bertambah drastis mencapai 71.700 satuan pendidikan.
?
Dengan target jumlah yang terus bertambah untuk program revitalisasi satuan pendidikan, Mendikdasmen Abdul Mu'ti berharap sampai akhir 2029, seluruh sekolah di Indonesia mempunyai kondisi yang baik dan layak.(Pon)
Baca juga:
Revitalisasi 71.000 Satuan Pendidikan di Seluruh Indonesia Dimulai Tahun 2026
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Presiden Minta Program Revitalisasi Ditambah 60 Ribu Sekolah, DPR Sebut masih Banyak Gedung Rusak
Prabowo Canangkan Taruna Nusantara Cetak Pemimpin Antikorupsi
Prabowo Dorong Perbanyak SMA Unggulan Seperti Taruna Nusantara
Presiden Prabowo Resmikan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia, Sentil Dirut Pertamina jangan Korupsi
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Presiden Prabowo Tegaskan Integritas, tak Peduli Rekan, Langsung Tindak Tegas Siapa pun yang Salah
Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Pemahaman Pasal 33 UUD 1945, Pejabat yang tak Mengerti Diminta Keluar
Guru Meradang Nominal TPG Tak Sama, Begini Penjelasan Kemendikdasmen
Presiden Prabowo Ungkap Keprihatianan, Sebut Banyak Kekayaan Negara yang Bocor karena tak Pandai Mengelola
Retret Kabinet di Hambalang Bahas Swasembada Pangan hingga Sekolah Rakyat