Bertemu Rektor Seluruh Indonesia di Istana Negara, Presiden Prabowo Terima Dokumen Berisi Kritik dan Masukan kepada Pemerintah

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Bertemu Rektor Seluruh Indonesia di Istana Negara, Presiden Prabowo Terima Dokumen Berisi Kritik dan Masukan kepada Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: dok. KSP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan ia tidak antikritik dan terbuka terhadap berbagai aspirasi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk dari kalangan akademisi dan pimpinan perguruan tinggi. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi setelah pertemuan Presiden Prabowo dengan sekitar 1.200 rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Pertemuan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1). Dalam pertemuan tersebut, Prasetyo mengungkapkan Presiden Prabowo menerima berbagai aspirasi, salah satunya dari pemimpin Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pemimpin UGM bahkan menyerahkan dokumen berisi sejumlah kritik dan masukan terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo. Menurut Prasetyo, peristiwa tersebut menunjukkan pemerintah tidak menutup diri terhadap kritik. Sebaliknya, masukan dari dunia akademik justru dipandang sebagai bagian penting dalam perumusan kebijakan publik.

“Ini merupakan salah satu saluran penyampaian masukan yang tentu saja kami perhatikan,” paparnya.

Baca juga:

Presiden Prabowo Wanti-Wanti Narasi Pesimisme terhadap Pemerintah



Prasetyo menegaskan setiap usulan yang disampaikan akan dicermati secara serius oleh pemerintah. Ia menilai aspirasi dari kalangan akademisi memiliki nilai strategis karena didasarkan pada kajian ilmiah dan perspektif yang objektif dalam melihat persoalan bangsa.

Terkait dengan substansi masukan yang disampaikan para pemimpin universitas, Prasetyo mengatakan pemerintah masih mempelajarinya secara mendalam. Seluruh aspirasi tersebut akan dikaji secara komprehensif sebelum ditindaklanjuti dalam kebijakan konkret

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menyampaikan kepala negara secara khusus menyoroti kondisi geopolitik global yang terus berubah sehingga setiap negara dituntut untuk mampu berdiri mandiri dan memiliki daya tahan yang kuat.

Brian menambahkan Prabowo memandang Indonesia berada di tengah pusaran dunia yang sangat dinamis. Namun, kepala negara juga menekankan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah. Kondisi ini menuntut kesiapan yang matang agar potensi nasional dapat dikelola optimal.

Oleh karena itu, perguruan tinggi diharapkan mampu mengambil peran signifikan dalam merespons tantangan, sehingga Indonesia mampu mandiri berdiri di atas kaki sendiri dan tak bergantung dengan negara lain.

"Presiden berharap perguruan tinggi benar-benar memainkan peran yang signifikan mencetak SDM-SDM kita yang unggul," imbuh Brian.(knu)

Baca juga:

Prabowo Kumpulkan 1.200 Rektor dan Guru Besar, Bahas Geopolitik dan Pendidikan



Foto : Presiden Prabowo Subianto/ dok Setpres


#Presiden Prabowo #Pendidikan #Forum Rektor Indonesia
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Bahas Peluang Baru Danantara, Pariwisata hingga Konser Musik Masuk Pembicaraan
Presiden Prabowo Subianto bertemu Rosan Roeslani di Kertanegara. Bahas peluang investasi Danantara, penguatan sektor pariwisata, industri kreatif, hingga konsolidasi BUMN.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
Prabowo Bahas Peluang Baru Danantara, Pariwisata hingga Konser Musik Masuk Pembicaraan
Indonesia
KPK Ikut Awasi Pelaksanaan SPMB di Jakarta, Cegah Orang Titipan dan Korupsi
Pelaksanaan SPMB telah berlangsung mulai 15 Juni hingga 9 Juli 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
KPK Ikut Awasi Pelaksanaan SPMB di Jakarta, Cegah Orang Titipan dan Korupsi
Indonesia
Haji 2026, Kang Cucun: Presiden Perintahkan Antrean Dipangkas Lagi
Presiden ingin agar antrean ibadah haji yang saat ini hampir mencapai 30 hingga 40 tahun dapat ditekan menjadi sekitar 26 tahun.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Haji 2026, Kang Cucun: Presiden Perintahkan Antrean Dipangkas Lagi
Indonesia
Mendikdasmen Minta Dana Wajib Belajar 13 Tahun Rp 11,928 Triliun
Kementerian urusan pendidikan ini menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 40,75 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Mendikdasmen Minta Dana Wajib Belajar 13 Tahun Rp 11,928 Triliun
Indonesia
DPRD DKI Temukan Banyak Praktik Pungli dalam SPMB
Pungli mencederai pelaksanaan SPMB yang seharusnya berjalan bebas dari biaya.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
DPRD DKI Temukan Banyak Praktik Pungli dalam SPMB
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Gara-gara Kasus Korupsi, Prabowo Ganti MBG dengan Bantuan Tunai
Bakom menegaskan bahwa tidak ada instruksi dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan operasional dapur MBG di seluruh Indonesia.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Gara-gara Kasus Korupsi, Prabowo Ganti MBG dengan Bantuan Tunai
Berita Foto
Dukung Pendidikan Berkelanjutan, UOB Salurkan Meja-Kursi Daur Ulang ke Sekolah Al-Rahmah
Suasana penyerahan donasi berupa mejad dan kursi daur ulang kepada siswa-siswi SD, SMP, SMA Al Rahmah di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 15 Juni 2026
Dukung Pendidikan Berkelanjutan, UOB Salurkan Meja-Kursi Daur Ulang ke Sekolah Al-Rahmah
Indonesia
Arti Penting Kedatangan Presiden Jerman ke Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Kunjungan itu menandai rangkaian peringatan 75 tahun hubungan bilateral kedua negara yang akan diperingati pada 2027.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Arti Penting Kedatangan Presiden Jerman ke Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Indonesia
Bertemu Presiden Jerman, Prabowo Bahas Kerja Sama Bisnis dan Tenaga Kerja yang bakal Untungkan Indonesia
Kedua presiden membahas potensi kerja sama bisnis, energi, iklim, tenaga kerja, dan budaya.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Bertemu Presiden Jerman, Prabowo Bahas Kerja Sama Bisnis dan Tenaga Kerja yang bakal Untungkan Indonesia
Indonesia
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang harus dibangun dengan perencanaan matang agar mampu menjadi sarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Bagikan