Mengenal Sistem Registri Unit Karbon yang Disinggung Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Mengenal Sistem Registri Unit Karbon yang Disinggung Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan

Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan, Jumat (14/8). (Foto:Merahputih.com/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan berbagai capaian pemerintah selama 21 bulan masa kepemimpinannya, mulai dari swasembada pangan dan energi, penghiliran, hingga pengelolaan sumber daya alam.

"Sistem Registri Unit Karbon untuk pertama kali kita berlakukan di Indonesia. Ekonomi hijau harus memberi manfaat bagi rakyat," ucap Prabowo.

Salah satu bagian yang berkaitan dengan agenda pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam merupakan pengembangan perdagangan karbon melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK). Lantas, apa sebenarnya SRUK dan mengapa sistem ini penting bagi Indonesia?

Baca juga:

Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR 2026



Apa Itu Sistem Registri Unit Karbon?


Sistem Registri Unit Karbon atau SRUK merupakan sistem nasional yang menyediakan dan mengelola data serta informasi mengenai unit karbon di Indonesia. Secara sederhana, SRUK dapat dipahami sebagai sistem pencatatan yang digunakan untuk mengetahui asal-usul, status, dan pergerakan unit karbon sehingga setiap unit yang tercatat dapat ditelusuri dengan jelas.

Pemerintah melalui SRUK menjadikannya sebagai satu sumber data utama untuk setiap unit karbon di Indonesia. Sistem tersebut dirancang untuk mencegah terjadinya double counting atau penghitungan karbon secara ganda sekaligus menjaga integritas pasar karbon.

Keberadaan SRUK juga berkaitan erat dengan upaya Indonesia memenuhi komitmen iklim dalam kerangka Persetujuan Paris. Pemerintah menyebut SRUK bersama Sistem Registri Nasional (SRN) sebagai bagian penting dalam membangun transparansi data dan informasi pengendalian perubahan iklim.

Baca juga:

Presiden Prabowo Klaim Upaya Pengurangan Emisi Karbon Indonesia Disorot Dunia, Sebuah Sejarah

Bagaimana Cara Kerja SRUK?

Dalam perdagangan karbon, unit karbon pada dasarnya merepresentasikan hasil pengurangan atau penghilangan emisi gas rumah kaca yang dapat diperhitungkan. Agar unit tersebut memiliki kejelasan status dan tidak digunakan atau diklaim lebih dari satu kali, diperlukan sistem pencatatan yang terintegrasi.

Di sinilah SRUK berperan. Sistem tersebut mencatat unit karbon yang diterbitkan, tersedia, diperdagangkan, digunakan, maupun dihentikan penggunaannya. Data yang tercantum dalam sistem nasional juga dapat membantu memastikan bahwa setiap unit karbon memiliki identitas dan jejak transaksi yang dapat ditelusuri. Sistem registri pemerintah bahkan menampilkan status unit karbon seperti issued, available, retired, dan cancelled.

Dengan mekanisme tersebut, SRUK tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan data, tetapi juga menjadi bagian penting dari tata kelola pasar karbon Indonesia. Pencatatan yang transparan diperlukan agar perdagangan karbon tidak sekadar menjadi aktivitas jual beli sertifikat, tapi juga tetap memiliki dasar pengukuran dan pengurangan emisi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pada akhirnya, SRUK bukan sekadar sistem administrasi. Ia menjadi salah satu fondasi dalam membangun ekosistem perdagangan karbon yang transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bagi Indonesia, sistem tersebut juga menjadi instrumen penting untuk menyeimbangkan potensi ekonomi dari perdagangan.(far)



Baca juga:

Karbon RI Punya Potensi Raksasa, DPR Sayangkan Mandek karena Biaya Hitung Selangit

#Presiden Prabowo #Emisi Karbon #Sidang Tahunan MPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mengenal Sistem Registri Unit Karbon yang Disinggung Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan
Salah satu bagian yang berkaitan dengan agenda pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam merupakan pengembangan perdagangan karbon melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Mengenal Sistem Registri Unit Karbon yang Disinggung Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan
Indonesia
Prabowo Sebut 71 Ribu Lebih Sekolah Sudah Diperbaiki hingga Tahun 2026 ini
Presiden Prabowo Subianto menargetkan 100 ribu sekolah tahun depan.
Frengky Aruan - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Sebut 71 Ribu Lebih Sekolah Sudah Diperbaiki hingga Tahun 2026 ini
Indonesia
Di Pidato Kenegaraan, Prabowo Ingin Sejak SD Bahasa Asing Diajarkan, Mutlak Harus Dikuasai
"Mereka harus mulai bahasa asing, bahasa yang paling penting, Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, bahasa Jepang, Korea, Spanyol, Prancis," ucap Prabowo
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Agustus 2026
Di Pidato Kenegaraan, Prabowo Ingin Sejak SD Bahasa Asing Diajarkan, Mutlak Harus Dikuasai
Indonesia
Saat Anak Dari Daerah Dipanggil Prabowo di Pidato Kenegaraan, Berikan Inspirasi dan Tampil Pakai Baju Adat
Menurut Prabowo, anak-anak Indonesia juga harus mendapatkan pendidikan yang baik dengan didukung fasilitas sekolah yang memadai.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Agustus 2026
Saat Anak Dari Daerah Dipanggil Prabowo di Pidato Kenegaraan, Berikan Inspirasi dan Tampil Pakai Baju Adat
Indonesia
Menteri dan Pembantunya Pingsan hingga Masuk RS Akibat Kelelahan, Prabowo Janjikan Waktu Istirahat Cukup
Prabowo berjanji di sisa masa jabatannya sebagai Presiden RI, ia akan memberi waktu istirahat yang cukup kepada jajarannya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Agustus 2026
Menteri dan Pembantunya Pingsan hingga Masuk RS Akibat Kelelahan, Prabowo Janjikan Waktu Istirahat Cukup
Indonesia
Seruput Kopi di Tengah Pidato Kenegaraan, Canda Prabowo Daerah Penghasil Kopi Kemungkinan Akan Berikan Dukungan
Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI serta DPR RI Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Agustus 2026
Seruput Kopi di Tengah Pidato Kenegaraan, Canda Prabowo Daerah Penghasil Kopi Kemungkinan Akan Berikan Dukungan
Indonesia
Prabowo Ungkap 290 BUMN Ditutup, Pemerintah Targetkan Tersisa 250-300 Perusahaan yang Produktif
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengklaim tela menutup 290 BUMN. Kini, ia menargetkan hanya tersisa 250-300 perusahaan.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Ungkap 290 BUMN Ditutup, Pemerintah Targetkan Tersisa 250-300 Perusahaan yang Produktif
Indonesia
Presiden Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc, Usut Kasus Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang
Prabowo menegaskan BUMN merupakan milik seluruh rakyat Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Presiden Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc, Usut Kasus Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang
Indonesia
Prabowo Sebut BPK Selamatkan Keuangan Negara Rp 112 Triliun, Kepercayaan Dunia Meningkat
Presiden RI, Prabowo Subianto menyebutkan, BPK telah menyelamatkan uang negara Rp 112 triliun.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Sebut BPK Selamatkan Keuangan Negara Rp 112 Triliun, Kepercayaan Dunia Meningkat
Indonesia
Ketua DPD Ungkap Duri dalam Transformasi Ekonomi Era Presiden Prabowo
Persoalan-persoalan tersebut menjadi tantangan yang harus diatasi untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Ketua DPD Ungkap Duri dalam Transformasi Ekonomi Era Presiden Prabowo
Bagikan