Pemerintah Indonesia Doakan Rombongan Presiden Ebrahim Raisi
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Islam Iran Seyyed Ebrahim Raisi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/5/2023). ANTARA/Mentari Dwi
MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia angkat bicara soal insiden jatuhnya helikopter dinaiki Presiden Iran Ebrahim Raisi beserta rombongannya, Minggu (19/5).
Helikopter tersebut juga berisi Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian serta anggota delegasi lainnya. Helikopter terpaksa melakukan pendaratan darurat di wilayah barat laut Iran.
Kementerian Luar Negeri RI memberikan doa kepada rombongan presiden dan warga Iran.
“Teriring doa kami bagi mereka dan seluruh rakyat Iran,” kata Kementerian Luar Negeri RI dalam akun resmi X, Senin (20/5) seperti dilansir Antara.
Baca juga:
Kantor berita IRNA melaporkan bahwa tim penyelamat sudah berada di lokasi namun kesulitan untuk melakukan penyelamatan karena kendala cuaca buruk.
Presiden Raisi beserta rombongan tadinya akan menghadiri peresmian bendungan di perbatasan, bersama Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev. Ada tiga helikopter dalam iringan konvoi presiden.
Stasiun televisi milik pemerintah Iran memberitakan bahwa helikopter tersebut melakukan pendaratan keras di dekat Jolfa, sebuah kota di perbatasan dengan negara Azerbaijan, sekitar 600 kilometer (375 mil) barat laut ibu kota Iran, Teheran. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran