Pemerintah Bentuk Tim Akselerasi Vaksin Merah Putih

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 November 2020
Pemerintah Bentuk Tim Akselerasi Vaksin Merah Putih

Menristek Bambang Brojonegoro (kedua dari kiri) menyerahkan piagam pembentukan tim percepatan vaksin merahputih di Yogyakarta. Jumat (27/11). (Foto: UGM).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) membentuk tim akselerasi percepatan produksi vaksin merah putih. Tim akselerasi vaksin merah putih ini terdiri dari kumpulan pakar dari berbagai perguruan tinggi.

Pembentukan tim ini diharapkan mendorong secepatnya lahirnya vaksin dari hasil inovasi karya anak bangsa sendiri yang akan disebarkan di dalam negeri dan dikhususkan untuk penduduk Indonesia.

“Kebutuhan cukup besar. Ada sekitar 187 juta orang yang perlu divaksin,” kata Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro di Yogyakarta, Jumat (27/11).

Baca Juga:

Gandeng Erat Tiongkok Kala Kembangkan Vaksin COVID-19 Merah Putih

Ia menerangkan, setiap individu nantinya akan mendapatkan jatah dua kali proses vaksinasi atau sekitar 360 juta lebih vaksin Namun, vaksin merah putih masih dalam proses pembuatan. Selain itu, sebelum diedarkan harus meminta izin produksi serta persetujuan dari WHO.

Menristek Bambang mengatakan, tidak menampik berencana mengekspor vaksin merah putih ini ke luar negeri. Namun rencana ini bisa terealisasi jika kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi seluruhnya.

“Apabila di dalam negeri sudah terpenuhi dan dapat ijin produksi massal maka baru akan kita tawarkan ke negara lain,” katanya.

Lab Vaksin
Lab Vaksin Bio Farma. (Foto: Antara).

Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan, FKKMK UGM, Yodi Mahendradhata, mengatakan ada dua orang dari UGM yang ditunjuk dalam tim akselerasi vaksin merah putih.

Kedua orang peneliti tersebut adalah ahli mikrobiologi Tri Wibawa dan Ahli Kesehatan Anak, dr. Ida Safitri Laksanawati.

Yodi menuturkan, pengembangan vaksin merah putih sudah dilakukan oleh tim peneliti UGM di laboratorium FKKMK.

“Pengembangan vaksin ini tergabung dalam konsorsium baik di UI, ITB dan UGM dengan banyak platform namun yang dikembangkan di UGM lebih kepada pengadaan bahan untuk protein rekombinan dan adjuvan,” katanya. (Teresa Ika/Yogyakarta).

Baca Juga:

Ahli Mikrobiologi UGM Jelaskan Empat Tahap Uji Klinis Vaksin

#Vaksin Merah Putih #Vaksin Covid-19 #Vaksinasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
HPV merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Kondisi radang otak yang dialami bayi tersebut tidak berkaitan dengan vaksin yang diberikan.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Indonesia
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan belum ada kasus Super Flu di Jakarta. Pemprov menyiapkan langkah pencegahan dan layanan vaksinasi influenza.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Berita Foto
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Januari 2026
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Lifestyle
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Secara umum, kalau makanan cukup bergizi maka sudah baik
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Indonesia
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Sebanyak 14.645 ekor hewan yang divaksin itu terdiri atas anjing 2.363 ekor, kucing 12.126 ekor, kera 104 ekor dan musang 52 ekor.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 September 2025
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela” menyebut, rekayasa cuaca itu dilakukan agar penyakit TBC kembali tinggi sehingga berdampak pada penggunaan vaksin dan obat.
Frengky Aruan - Minggu, 06 Juli 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Indonesia
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Semakin cepat terdeteksi, semakin tinggi peluang kesembuhannya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Juni 2025
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Disiapkan Sebelum Penyakitnya Muncul, Sebabkan Kebodohan hingga Mandul
Tengah viral di media sosial informasi yang menyebut vaksin sengaja disiapkan sebelum penyakit tersebut muncul.
Frengky Aruan - Rabu, 11 Juni 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Disiapkan Sebelum Penyakitnya Muncul, Sebabkan Kebodohan hingga Mandul
Bagikan