Pemerintah Akan Liburkan Sekolah di Daerah Terdampak Asap

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 08 Oktober 2015
Pemerintah Akan Liburkan Sekolah di Daerah Terdampak Asap

Puluhan siswa membawa baskom berisi air garam sebagai aksi peduli kabut asap, di SDN 26 Legok, Jambi, Senin (14/9). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat akan mengambil tindakan variatif terkait bencana kabut asap yang makin berbahaya di Kalimantan dan Sumatera, termasuk meliburkan kegiatan belajar-mengajar.

Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengatakan, akan mengambil sejumlah tindakan terkait bencana asap yang kian membahayakan.

Setelah melakukan sejumlah rapat dan diskusi dengan kepala dinas di daerah-daerah terdampak kabut asap, ada tiga solusi yang akan diterapkan bagi sekolah terdampak kabut asap, tetap belajar-mengajar di sekolah, dipindah ke rumah, dan kegiatan belajar-mengajar ditiadakan.

"Kita akan komunikasikan dengan kadis (kepala dinas pendidikan) di masing-masing daerah atau kabupaten, karena setiap daerah berbeda volume asapnya," kata Anies Baswedan kepada awak media, di Jakarta, Kamis (8/10).

Pendiri Gerakan Indonesia Mengajar ini mengatakan, solusi yang menjadi persoalan ketika harus meliburkan sekolah karena siswa akan ketinggalan jam belajar. Untuk itu, ada peraturan yang akan diterapkan apabila kegiatan belajar-mengajar ditiadakan.

"Yang meliburkan 15 hari ke bawah ada solusi lain, di atas 15 hari (hingga satu bulan) akan ada tahapan lain, dan yang meliburkan di atas satu bulan akan ada penyesuaian kalender akademik," ungkap mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Ia menambahkan, pemerintah tetap akan memprioritaskan kesehatan guru dan siswa meski harus meliburkan kegiatan belajar-mengajar. Tapi, kata Anis, sebaiknya pemda menggelar kegiatan bersifat edukatif dalam masa libur itu.

"Nanti kita akan desak juga untuk mengadakan kegiatan edukasi, jadi anak-anak saat libur tidak hanya main saja," kata Anies Baswedan. (fdi)

 

Baca Juga:

  1. Daerah Terpencil Jadi Target Program SEAMEO
  2. Program Wajib Belajar 9 Tahun Menyampingkan Warga di Daerah
  3. Lima Negara Akan Bantu Atasi Kabut Asap di Indonesia
  4. DPR: Kabut Asap Harus Ditetapkan Menjadi Bencana Nasional
  5. Mengharukan, Pejabat Ini Open House untuk Bayi Korban Kabut Asap
#Anies Baswedan #Dampak Asap Bagi Kesehatan #Kabut Asap
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kabut Asap Mulai Datang, Bukittinggi Imbau Warganya Pakai Masker
Kabut asap mulai terasa di Kota Bukittinggi, diduga berasal dari titik panas di beberapa daerah Sumatra.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
 Kabut Asap Mulai Datang, Bukittinggi Imbau Warganya Pakai Masker
Indonesia
Asap Tebal Ganggu Jarak Pandang, Pesawat Menhut Raja Juli Gagal Mendarat di Kalbar  
Pesawat yang membawa Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama rombongan gagal mendarat di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (3/9), karena jarak pandang hanya sekitar 100 meter.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Asap Tebal Ganggu Jarak Pandang, Pesawat Menhut Raja Juli Gagal Mendarat di Kalbar  
Indonesia
Brunei Mulai Terserang Kabut Asap, Ribuan Titik Panas Kalimantan Muncul dalam 3 Hari
Angin barat daya membawa asap pekat dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat hingga menutup langit Brunei.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Brunei Mulai Terserang Kabut Asap, Ribuan Titik Panas Kalimantan Muncul dalam 3 Hari
Indonesia
Karhurtla Masih Berlangsung, Mendikdasmen Izinkan Pemda Gemar Pembelajaran Jarak Jauh
Sambil menunggu proses pemadaman ini betul-betul selesai, anak-anak tetap belajar di rumah agar mereka tetap selamat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Karhurtla Masih Berlangsung, Mendikdasmen Izinkan Pemda Gemar Pembelajaran Jarak Jauh
Indonesia
Kabut Asap Makin Parah, 1.500 Tabung Oksigen Dikirim ke 6 Provinsi
Pemerintah kirim 1.500 tabung oksigen dan perlengkapan pemadaman ke enam provinsi terdampak kabut asap karhutla. Kalimantan Barat jadi penerima tahap awal.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
Kabut Asap Makin Parah, 1.500 Tabung Oksigen Dikirim ke 6 Provinsi
Indonesia
2.945 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat
Kualitas udara pada dini hari dan pagi berdasarkan PM 2,5 dalam beberapa jam masuk kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
2.945 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Kabut Asap Mulai Ganggu Penerbangan, 21 Penerbangan ke Pontianak Alami Keterlambatan
Dari 21 penerbangan yang terdampak, sebagian besar merupakan penerbangan keberangkatan. Sementara penerbangan yang terdampak saat mendarat tercatat sekitar tiga hingga empat penerbangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
Kabut Asap Mulai Ganggu Penerbangan, 21 Penerbangan ke Pontianak Alami Keterlambatan
Dunia
107 Ribu Hektar Lahan Hangus, Menko Polkam Bilang Belum Ada Negara Tetangga Terganggu
Pemerintah menyatakan asap karhutla 170 ribu hektar belum ganggu negara tetangga.
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
107 Ribu Hektar Lahan Hangus, Menko Polkam Bilang Belum Ada Negara Tetangga Terganggu
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Bagikan