Pembebasan Sandera Israel Dimulai Minggu ini, Mesir dan Qatar akan Terlibat
Anggota pasukan Israel. Foto: ANTARA/Xinhua/HO-IDF
MerahPutih.com - Pembebasan sandera Israel yang ditahan di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 diperkirakan akan dimulai pada hari Minggu, menurut pernyataan yang dirilis oleh kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Jumat (17/1).
"Jika disetujui oleh kabinet dan pemerintah serta pelaksanaan kesepakatan berjalan sesuai rencana, pembebasan sandera akan dimulai pada Minggu," ujar kantor Netanyahu dalam pernyataannya, seperti dilaporkan AFP.
Sumber-sumber yang dekat dengan Hamas mengungkapkan bahwa kelompok pertama yang akan dibebaskan adalah tiga perempuan tentara Israel. Mereka dijadwalkan akan dibebaskan pada Minggu malam.
"Palang Merah, bersama tim dari Mesir dan Qatar, akan menerima sandera Israel," kata salah satu sumber anonim yang tidak diizinkan berbicara secara terbuka.
Baca juga:
Setelah itu, sandera akan dipindahkan ke Mesir, lalu diserahkan kepada pihak Israel di sana untuk penyelesaian proses dan pemeriksaan medis.
"Setelah itu, mereka akan dibawa langsung ke Israel. Israel kemudian diperkirakan akan membebaskan kelompok pertama tahanan Palestina, termasuk beberapa yang dijatuhi hukuman berat," tambah sumber tersebut. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
Trump Klaim Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Bakal Didukung Banyak Negara
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel