Pedagang Sayur Keliling di Solo Deklarasikan Ganjar Capres 2024

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 November 2021
Pedagang Sayur Keliling di Solo Deklarasikan Ganjar Capres 2024

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang dengan Kepala BNPT Boy Rafli Amar di Semarang, Senin (15/11). ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maju menjadi Capres 2024 terus bermunculan di Jawa Tengah. Alasanya, Ganjar dinilai sosok yang paling tepat untuk melanjutkan semua program yang telah disusun Presiden Joko Widodo.

Kali ini, Sobat Ganjar Nusantara (Sogan) dari Solo Raya mendeklarasi diri mendukung pada Gubernur Jawa Tengah maju sebagai Capres 2024. Untuk anggota Sogan sendiri merupakan pedagang sayur keliling.

Baca Juga:

Naikkan UMP Jateng 2022, Ganjar: Perusahaan Wajib Ikuti Aturan

Ketua Umum DPP Sogan Nusantara Mahni Sindoro mengatakan, deklarasi ini murni gerakan atas nama rakyat dan tidak ada kaitanya dengan parpol. Ia mengaku hanyalah seorang pedagang sayur keliling.

"Keputusan kami untuk terjun sebagai relawan, dan memutuskan untuk menyatakan dukungannya terhadap Ganjar, karena dilatarbelakangi beberapa tahun lagi Presiden Jokowi akan memasuki purna tugas," kata Mahni, Senin (22/11).

Ia memutuskan, memutuskan untuk terlibat sebagai relawan Ganjar walaupun banyak yang mencemooh karena Presiden Jokowi, sebentar lagi memasuki masa purna. Banyak program-program beliau yang harus dilanjutkan.

"Saya melihat Pak Ganjar yang paling pas untuk melanjutkan tugas Pak Jokowi sebagai Presiden," tutur dia.

Sogan dari Solo Raya mendeklarasi diri mendukung Ganjar Pranowo maju sebagai Capres 2024. (MP/Ismail)

Sogan dari Solo Raya mendeklarasi diri mendukung Ganjar Pranowo maju sebagai Capres 2024. (MP/Ismail)

Mahni mengatakan, suami dari Siti Atiqoh itu, merupakan sosok yang sangat menghargai prinsip kebhinekaan, dan seorang marhaenisme. Dimana itu sebuah konsep yang diusung Presiden Soekarno, menentang penindasan golongan proletar, yakni petani, nelayan, dan buruh oleh kaum borjuis atau kapitalis.

"Saya berharap Pak Ganjar ini siap untuk meneruskan perjuangannya Pak Jokowi. Sudah ada 48 kota/kabupaten yang juga melakukan deklarasi," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Penerapan PPKM Level 3 Saat Nataru, Ganjar: Perayaan Natal Diadakan Terbatas

#Pemilu #Pilpres #Capres 2024 #Ganjar Pranowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Komisi II DPR juga tetap memperhatikan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilu hingga masukan-masukan dari akademisi dan masyarakat sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Dunia
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Seusai menang besar dalam pemilu di negara bagian Sachsen-Anhalt, Jerman bagian timur, partai kanan ekstrem Alternatif untuk Jerman (Alternative Fur Deutschland/AfD) kini mengincar kemenangan dalam pemilu federal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Indonesia
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Para ibu setempat melantukan lirik lagu yang menyentuh hati, nada senduh dan teduh menenangkan perasaan.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Indonesia
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Ganjar Pranowo merespons rencana Kaesang Pangarep yang maju di Pileg Solo 2029. Ia mengatakan, siapa pun boleh maju.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Indonesia
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bahkan kawasan kerap mendapatkan julukan sebagai daerah pemilihan terketat mengingat keberadaan sejumlah figur politisi berbobot tinggi
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Indonesia
DPR Ngaku Mulai Berkeliling Serap Aspirasi RUU Pemilu Saat Masa Reses
Ada empat pilar utama yang mendesak dimasukkan dalam revisi Undang-Undang Pemilu yang saat ini sedang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
DPR Ngaku Mulai Berkeliling Serap Aspirasi RUU Pemilu Saat Masa Reses
Indonesia
DPR Dinilai Kurang Greget Bahas Revisi UU Pemilu, Idealnya Rampung di Tahun Ini
Secara ideal, RUU Pemilu seharusnya bisa dituntaskan pada tahun 2026 sehingga pada tahun 2027 cukup waktu untuk menyosialisasikan
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
DPR Dinilai Kurang Greget Bahas Revisi UU Pemilu, Idealnya Rampung di Tahun Ini
Bagikan