Pedagang-Karyawan Bertolak Belakang Sikapi Lockdown Akhir Pekan di Jakarta

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 05 Februari 2021
Pedagang-Karyawan Bertolak Belakang Sikapi Lockdown Akhir Pekan di Jakarta

Ilustrasi (Antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pedagang ikan hias di Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat bernama Budi (38) meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji secara komprehensif rencana Lockdown akhir pekan jangan hanya mengeluarkan aturan yang menguntungkan satu sisi.

Menurutnya, pemerintah jangan cuma memikirkan pengendalian virus COVID-19. Akan tetapi juga menengok para pengusaha yang penghasilannya dari berjualan.

"Kalau bisa mah jangan. Tahu sendiri kalau tempat begini ramenya sabtu dan minggu. Hari biasa kan sepi orang-orang pada kerja," ujar Budi, Jumat (5/2),

Baca Juga:

Demi Keselamatan, Satgas Minta Warga Taati Kebijakan PPKM

Pemilik toko ikan Peninggilan Akuarium ini menyarankan kepada pemangku kepentingan untuk berkoordinasi dengan semua pihak ihwal lockdown akhir pekan tersebut.

Ia mengklaim, pengunjung yang datang menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker. "Tahu sendiri lokasi ini dipantau terus oleh orang-orang pejabat DKI," tandas dia.

Berkaca dari Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) awal dan PSBB ketat lokasi ini sempat ditutup sementara untuk menghindari penularan virus corona dan sebagai bentuk langkah dalan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Kala itu, dirinya bingung harus bagaimana mencari nafkah sedangkan tempat ia mencari rezeki dihentikan sementara. Meski begitu, Budi tak marah dengan kondisi tersebut, sebab hal sebagai langkah dalam menekan penyebaran COVID-19.

Ia pun harus memutar otak untuk bisa bertahan hidup di masa pandemi COVID-19. Budi pun memilih untuk berjualan menjual mie ayam di depan rumahnya di Tanggerang.

"Kita waktu PSBB dulu tuh yang ketat kan sempat tutup sementara. Ini kan dikelola sama pemerintah DKI. Nah disitu kan enggak punya duit," paparnya.

Ilustrasi pedagang ikan (MP/Asropih)

Maka dari itu, Pemerintah DKI diminta untuk tidak menerima usulan anggota DPR dalam menerapkan lockdown weekend. Menurutnya, kebijakan ini memberatkan dirinya dan juga pengusaha ikan lainnya.

"Sekarangkan lagi musim ikan lagi nih cupang, gabus hias, lagi rame lah. Kalau bisa jangan lockdown weekend itu lagi rame-ramenya," tuturnya.

Sementara itu, pegawai swasta di daerah Pecenongan bernama Yanti (27) mengaku tak mempersoalkan usulan kebijakan lockdown weekend. Ia berpendapat regulasi itu dapat menekan angka kasus COVID-19 di DKI.

Sebab, ia meniai, kebanyakan masyarakat di Jakarta senang berkeliaran pada hari libur Sabtu dan Minggu. Dikarenakan hari biasa sibuk bekerja.

"Ya ga ada masalah. Hari sabtu minggu emang banyak warga yang berpergian ngumpul sama teman atau keluarga," terang dia.

Baca Juga:

PPKM Dimulai, PNS Keluyuran Kena Sanksi

Meski demikian, Yanti menyarankan Pemprov DKI untuk mempertimbangkan dahulu secara matang usulan lockdown tersebut. Jangan sampai ada yang dirugikan dari regulasi tersebut.

Ia bercerita, jika di tempat menerapkan sistem kerja dari kantor atau work from office (WFO) selang-seling. Artinya bila Senin masuk hari Selasa kerja dari rumah atau work from home (WFH) begitu seterusnya.

"Ya dibahas dulu. Itu usulan doang. Jangan aturan itu ada yang dirugikan. Kasih apalagi covid gini," ungkapnya. (Asp)

#Pemprov DKI #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pemprov DKI Perluas Akses Hunian Layak lewat Pembiayaan Rumah
Suasana pemukiman padat penduduk di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 12 Oktober 2026
Pemprov DKI Perluas Akses Hunian Layak lewat Pembiayaan Rumah
Indonesia
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Bank Jakarta dan PAM Jaya bakal IPO. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, Pemprov tetap memegang saham mayoritas.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Direncanakan Sejak Era Fauzi Bowo, Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027
Proses pembebasan lahan yang berjalan secara bertahap sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.
Yusuf Abdillah - Senin, 14 September 2026
Direncanakan Sejak Era Fauzi Bowo, Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Difokuskan pada antisipasi kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran, dan penurunan kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Indonesia
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Berita Foto
Pemprov DKI Masih Kaji Rencana Kenaikan Tarif Transjakarta
Bus Transjakarta memasuki Halte TB Simatupang kawasan Cilantak, Jakart Selatan, Selasa (28/7/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 28 Juli 2026
Pemprov DKI Masih Kaji Rencana Kenaikan Tarif Transjakarta
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Buru-Buru Revitalisasi 11 Gedung Rusak Parah Buntut Atap Sekolah Ambruk di Kebayoran
Pemerintah menetapkan besaran alokasi dana khusus guna memastikan proses renovasi total berjalan sesuai standar keamanan gedung
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Pemprov DKI Jakarta Buru-Buru Revitalisasi 11 Gedung Rusak Parah Buntut Atap Sekolah Ambruk di Kebayoran
Indonesia
Bundaran HI Siap Pecah! Padi Reborn dan Mahalini Guncang Malam Puncak HUT Jakarta
Suharini Eliawati menegaskan seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah menghadirkan manfaat langsung bagi warga
Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 Juni 2026
Bundaran HI Siap Pecah! Padi Reborn dan Mahalini Guncang Malam Puncak HUT Jakarta
Bagikan