PDIP Prihatin Ahok Divonis 2 Tahun Penjara
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-Undangan Trimedya Panjaitan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkejut atas vonis hakim 2 tahun penjara terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Selasa (9/5) lalu.
Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan DPP PDIP, Trimedia Panjaitan mengatakan bahwa vonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara tidak lazim dan sangat jarang terjadi.
"Kami tidak menduga sebelumnya, sesuatu yang tidak lazim. Putusan terhadap pak Ahok ini melebihi tuntutan jaksa, itu sangat jarang sekali terjadi," kata Trimedia saat menggelar konferensi pers di Kantor Pusat Badan Advokasi PDIP, Gambir Jakarta Pusat, Rabu (10/9).
Meski dapat menerima keputusan, ia menilai hakim juga bisa dikritisi. Sebab, hakim juga manusia.
"Jujur, kita walaupun bisa menerima itu keyakinan hakim, dia, 'kan tuhan di dunia, kita bisa terima itu, tapi kok kita melihat hakim ini juga manusia. Kita harap putusan itu berdasarkan fakta yang mereka yakini," ujarnya.
Atas dasar itu, tim pengacara mendukung upaya Basuki Tjahaja Purnama melakukan banding.
"Kawan-kawan tadi cepat langsung buat nota banding dan kita ketahui kuasa hukumnya tidak ada yang berubah tetap kawan-kawan yang dampingi," ucapnya.
Anggota DPR RI ini berharap nota banding yang dibuat nanti cukup kuat sehingga dapat merubah keputusan di tingkat banding.
"Jadi, kita mendukung itu dan memori banding yang akan dibuat nanti kita diskusikan dan cukup kuat sehingga dapat merubah keputusan kepada pak Ahok di tingkat banding," tandasnya. (Fdi)
Baca berita terkait Ahok lainnya di: Dukung Ahok, Goenawan Mohamad Sambangi Mako Brimob
Bagikan
Berita Terkait
Laporan terhadap 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono Menumpuk, Polisi belum Lakukan Pemanggilan karena masih Prioritaska Periksa Ahli dan Saksi
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Hasil Rakernas, PDIP Dorong E-Voting Solusi Hemat Biaya Pilkada Langsung
Dapat Bintang Jasa Kehormatan PDIP, FX Rudyatmo Ngaku Tidak Dapat Penugasan Partai
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
PDIP Desak Pilkada Langsung Tetap Dipertahankan, Usul Gunakan E-Voting
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia