PDIP Minta KPK Proaktif Hubungi OCCRP Telusuri Korupsi Jokowi
Presiden ke-7 RI Joko Widodo masuk daftar pemimpin paling korup versi OCCRP. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
MerahPutih.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ronny Talapessy meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) proaktif menyelidiki kasus dugaan korupsi yang melibatkan Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu disampaikan Ronny berdasarkan laporan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) yang menyebut Jokowi sebagai salah satu pemimpin dunia paling korup.
“Ada baiknya KPK proaktif berkomunikasi dengan pihak OCCRP. Ini bisa menjadi petunjuk awal,” ujar Ronny kepada wartawan, Selasa (31/12).
Menurut Ronny, inisiatif tersebut perlu dilakukan Setyo Budiyanto Cs untuk membuktikan bahwa KPK tidak tumpul terhadap Jokowi dan keluarganya.
Baca juga:
Masuk Daftar Pemimpin Paling Korup Versi OCCRP, Jokowi: Silahkan Dibuktikan
“Ini juga penting supaya KPK tidak hanya tajam terhadap lawan politik, tetapi juga tegas terhadap kasus-kasus yang melibatkan keluarga Jokowi,” tuturnya.
Ronny menilai temuan OCCRP cukup mengejutkan bagi tanah air. Ia lantas mempertanyakan apakah Jokowi benar-benar seorang pemimpin korup.
“Karena yang kita tahu, beliau adalah sosok yang sederhana. Bahkan sampai sekarang, ke mana-mana masih konsisten memakai kemeja putih dan celana hitam,” kata dia.
Meski demikian, ia merasa bahwa orang-orang di balik OCCRP memiliki data tersendiri yang membuat mereka berani menyebut Jokowi korup.
Baca juga:
“Tapi mungkin para jurnalis investigasi dan juri OCCRP memiliki temuan yang belum banyak kita ketahui,” tandasnya.
Sebelumnya, Jokowi tercatat dalam daftar pemimpin dunia paling korup versi OCCRP dalam kategori Person of the Year 2024 untuk kejahatan terorganisir dan korupsi.
Selain Jokowi, Presiden Suriah Bashar Al-Assad, yang telah digulingkan dari kekuasaan, juga masuk dalam kategori tersebut, bahkan menempati peringkat teratas.
Nama lain yang masuk dalam daftar tersebut termasuk Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, dan pengusaha asal India, Gautam Adani.
Baca juga:
Menurut OCCRP, penilaian dilakukan berdasarkan nominasi dari berbagai pemangku kepentingan, seperti juri, jurnalis, dan masyarakat umum.
"Kami meminta nominasi dari para pembaca, jurnalis, juri Person of the Year, dan pihak lain dalam jaringan global OCCRP," tulis laporan OCCRP, dikutip Selasa (31/12).
Berikut finalis yang memperoleh suara terbanyak tahun ini versi OCCRP:
1. Presiden Kenya William Ruto
2. Mantan Presiden Indonesia Joko Widodo
3. Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu
4. Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina
5. Pengusaha India Gautam Adani
Penerbit OCCRP, Drew Sullivan, menyatakan bahwa kejahatan korupsi merupakan bagian mendasar dari upaya merebut kendali negara dan memperkuat pemerintahan otokratis.
Ia menambahkan bahwa pemerintahan yang korup cenderung melanggar hak asasi manusia (HAM), memanipulasi pemilu, dan menjarah sumber daya alam, yang pada akhirnya menciptakan ketidakstabilan dan konflik.
Baca juga:
Ramai Penolakan PPN 12 Persen, Jokowi Justru Dukung Pemerintah
"Satu-satunya masa depan mereka adalah keruntuhan yang penuh kekerasan atau revolusi berdarah," tegasnya. (pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Polda Metro Gelar Perkara Khusus Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi: soal Maaf Urusan Pribadi
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Amien Rais, Refly Harun, dan Rismon Datangi PN Solo untuk Sidang Ijazah Palsu