PDIP Kritisi Program Pendidikan Anies dalam APBD 2021
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. (Foto: MP/Asropih)
MerahPutih.com - DPRD DKI Jakarta menargetkan minggu ini selesai pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2021.
Pembahasan APBD murni 2021 saat ini tengah dibahas DPRD di Puncak, Bogor Jawa Barat.
"Sekarang sudah pembahasan KUA-PPAS, mudah-mudahan minggu ini rampung," ucap anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono saat dikonfirmasi, Selasa (17/11).
Baca Juga:
Bila KUA-PPAS selesai minggu ini, pekan depan bisa dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara eksekutif dan legislatif KUA-PPAS APBD 2021.
Jika MoU KUA-PPAS itu rampung, lanjut Gembong, Dewan Parlemen Kebon Sirih akan menyelesaikan Rancangan APBD DKI 2021 pada Desember 2020 mendatang.
"Kemudian sudah membahas RAPBD-nya kita targetkan selambat-lambatnya bulan Desember sudah finis," terangnya.
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI ini juga menuturkan, ada sejumlah program Gubernur Anies Baswedan yang disoroti di fraksinya dalam KUA-PPAS APBD DKI. Salah satunya soal Kartu Lansia Jakarta dan Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Baca Juga:
"Ya banyak misalnya bagaimana perhatian Pemprov terhadap bantuan-bantuan kepada masyarakat, misalkan soal ketetapan KJP, ketetapan kartu lansia, soal BPJS itu," ungkapnya.
"Menjadi prioritas pada artinya, soal pendidikan, perumahan, kemudian kesehata. Kita kritisi agar itu betul-betul APBD," sambungnya. (Asp)
Baca Juga:
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
PDIP Dorong Anggaran MBG Diefisiensikan untuk Dana Darurat Bencana di Daerah
Kaesang Yakin PSI Bisa Rebut Jateng dan Bali dari PDIP, Pengamat Sentil Terlalu Berkhayal dan Bermimpi
Ruang Terbuka Hijau Jakarta Baru 5,6 Persen di 2025, Pemprov Kejar Target 30 Persen pada 2045
Dana Transfer Daerah Dipangkas, Target Sekolah Swasta Gratis DKI 2026 Turun Jadi 100 Sekolah
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Hasil Rakernas, PDIP Dorong E-Voting Solusi Hemat Biaya Pilkada Langsung
Dapat Bintang Jasa Kehormatan PDIP, FX Rudyatmo Ngaku Tidak Dapat Penugasan Partai