PDI-P Siapkan Tiga Opsi Untuk Pilgub Jatim 2018
Poltracking Indonesia memaparkan hasil survei 'Menakar Kandidat Potensial Pilkada Jawa Timur 2018' di Jakarta Pusat, Minggu (11/6).
Nama Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menempati posisi teratas dalam hasil survei Poltracking Indonesia yang bertajuk 'Menakar Kandidat Potensial Pilkada Jawa Timur 2018'.
Selanjutnya, disusul dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Keempat nama calon kandidat yang dianggap potensial dalam bursa Pilkada Jawa Timur 2018. Menanggapi hasil survei itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto mengatakan, keempat nama tersebut memiliki kedekatan khusus dengan partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.
"Keempat-empatnya merupakan sahabat PDI perjuangan. Anas Azwar periode pertama dan kedua didukung PDIP. Khofifah, putaran kedua kemarin kita dukung. Kemudian ini Risma kita dukung sebagai guru sekolah partai dan Gus Ipul yang menikahkan adalah ibu Mega," kata Hasto di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/6).
Hasto menjelaskan, PDI-P memiliki tiga opsi untuk Pilkada Jawa Timur mendatang, setelah menyatakan dukungan kepada Wagub Jatim yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Pertama, Gus Ipul akan dipasangkan dengan kader PDIP. Namun, Hasto enggan menyebutkan kader yang bakal diusung PDI-P untuk mendampingi calon petahana.
"Opsi kedua, daerah yang berprestasi atas kehendak rakyat akan dipromosikan ke atas. Kemudian, ketiga adalah mendorong kader internal untuk maju," jelasnya.
"Penetapan calon, ditetapkan pada bulan Oktober. Maka masih banyak waktu untuk tim berdialog dengan partai lain," sambung Hasto.
Namun perlu dicatat, dengan jadwal pelaksanaan Pilkada Jatim 2018 yang masih memyisakan waktu 1 tahun lagi, potensi terjadinya pergeseran pemilih sangat mungkin terjadi. Artinya peta politik di Jawa Timur masih dinamis.
Selain itu, publik yang mengatakan sudah mantap (strong voters) baru 20,63 persen dan yang masih akan mungkin berubah (swing voters) sebanyak 43,80 persen, sementara pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) 35,57 persen. Data ini menunjukkan trend perilaku pemilih di Jawa Timur masih sangat fluktuatif.
Survei ini dilaksanakan pada tanggal 19-25 Mei 2017 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah responden 800 orang dengan margin of error sebesar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Pon)
Baca juga berita terkait Pilkada Jawa Timur 2018 di: Survei Poltracking: Pilkada 2018 Azwar Anas Paling Dilirik Warga Jadi Wagub Jatim
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
Pejabat OJK Mundur Massal, PDIP: Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Keteladanan Baru
Sumpah Pemuda Harus Jadi Semangat Kepeloporan Anak Muda
Hari Santri 2025, Megawati Titip 3 Pesan Resolusi Jihad untuk Tanamkan Cinta Tanah Air
Ingin Petani Sejahtera, PDIP Dorong Petani Punya Lahan Melalui UU Pokok Agraria
Hari Tani Nasional Jadi Momentum Wujudkan Kedaulatan Pangan
Hasto Tegaskan Prabowo Masih Percaya Ke Megawati
Jadi Sekjen PDIP Lagi, Hasto Tegaskan Bakal Selalu Loyal ke Megawati
Ganjar Ungkap Momen Megawati kembali Tunjuk Hasto Jadi Sekjen PDIP
Struktur Kepengurusan Terbaru PDIP: Hasto Kristiyanto Kembali Jabat Posisi Sekjen