PB IDI Sebut Susu Sapi dan Ikan Sumber Protein yang Baik

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 13 September 2024
PB IDI Sebut Susu Sapi dan Ikan Sumber Protein yang Baik

Ilustrasi: Seorang anak Sekolah Dasar di Kabupaten Indramayu yang sedang minum susu ikan saat acara peluncuran susu ikan tahun lalu. ANTARA/ (HO-KKP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut susu sapi dan susu ikan tidak persis sama, namun keduanya merupakan sumber protein yang baik. Namun demikian, untuk susu sapi yang diimpor, harganya mahal karena biaya perawatannya.

"Sedangkan untuk ikan kan lebih mudah, tinggal kita tangkap saja di perairan kita. Jadi dari segi bahan baku, itu lebih murah," ujar Ketua Komite Advokasi Percepatan Penurunan Stunting, Kesehatan Ibu dan Anak dan SDG’s Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Agussalim Bukhari dikutip Antara, Jumat (13/9).

Sementara, susu ikan mempunyai keunggulan seperti bahan baku yang mudah dan murah serta kandungan gizi. Keunggulan lainnya dari ikan adalah kandungan Omega 3 yang bagus untuk jantung serta tumbuh kembang otak anak.

Baca juga:

Pemerintah Diingatkan Soal Uji Klinis Susu Ikan di Program Makan Bergizi Gratis

Dengan pengolahan secara modern terdapat lebih banyak kandungan protein dalam hasil akhir ikan yang diolah tersebut. Produk yang dihasilkan tidak berbau amis, sehingga produk tersebut dapat menjadi asupan bagi anak-anak yang tidak mau makan ikan karena bau amisnya.

Adapun pilihan untuk memberikan dalam bentuk susu, menurut dia, adalah karena makanan tambahan yang paling mudah dikonsumsi adalah yang berbentuk cair.

"Saya ahli gizi klinik ya. Kalau pasien tidak mau makan yang padat, dia tidak bisa makan, diubah ke makanan lunak. Yang lunak, dia tidak bisa makan karena nafsu makannya sangat kurang, dan karena kondisinya misalnya, kita ubah lagi makanan sari. Makanan sari tidak bisa, makanan cair yaitu susu," ucapnya.

Menurut Agussalim, selain karena kurangnya nutrisi, stunting juga disebabkan oleh masalah ekonomi. Oleh karena itu, katanya, penyelesaian untuk stunting, salah satu dari sejumlah permasalahan gizi di Indonesia, harus dapat berkelanjutan serta memberdayakan masyarakat.

Baca juga:

Guru Besar IPB Sebut Susu Ikan Cenderung Aman Dikonsumsi Semua Orang

Dia menilai pemanfaatan ikan, produk lokal Indonesia, untuk menangani masalah itu merupakan salah satu alternatif dalam meningkatkan gizi anak, sekaligus memberdayakan publik. Selain berkelanjutan, katanya, produk untuk meningkatkan gizi itu juga harus terjangkau, sehat, bergizi, dan aman.

"Apalagi kalau gratis kan sangat bagus, bergizi dan aman tentunya. Jadi memudahkan upaya-upaya ini bisa mempercepat penurunan, kalau bisa 100 persen kan penurunan angka malnutrisi. Karena kan kualitas SDM sangat ditentukan oleh gizi, mulai dari seribu hari pertama tentunya," kata Agussalim.

#Susu
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Program MBG Butuh 4,8 Miliar Kemasan Susu Ukuran 115 dan 125 Mililiter, 3 Perusahaan Tingkatkan Produksi
Saat ini, terdapat sebanyak 96 tempat pengumpulan susu dari sembilan koperasi yang telah masuk dalam program digitalisasi pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Program MBG Butuh 4,8 Miliar Kemasan Susu Ukuran 115 dan 125 Mililiter, 3 Perusahaan Tingkatkan Produksi
Indonesia
80 Persen Susu Indonesia Ternyata Impor, DPR RI Desak Kementan Susun Aksi Nyata Sekarang Juga
Panggah mendesak kementerian terkait segera merumuskan langkah konkret yang lebih fokus dan terukur untuk menyelamatkan industri susu nasional
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 April 2026
80 Persen Susu Indonesia Ternyata Impor, DPR RI Desak Kementan Susun Aksi Nyata Sekarang Juga
Indonesia
Viral Video Susu MBG Gratis Dijual di Minimarket, Begini Penjelasan Kepala BGN
Senada dengan Dadan, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang memastikan bahwa negara tidak berperan sebagai produsen susu kemasan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 April 2026
Viral Video Susu MBG Gratis Dijual di Minimarket, Begini Penjelasan Kepala BGN
Indonesia
Diduga Mengandung Toksin, BPOM Minta Nestle Tarik Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold
BPOM meminta Nestle untuk menarik susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 dari peredaran. Hal itu dikarenakan adanya dugaan pencemaran toksin.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Diduga Mengandung Toksin, BPOM Minta Nestle Tarik Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold
Indonesia
Indonesia Ekspor Produk Olahan Susu ke Malaysia dan Filipina, Nilainya Capai Rp 1,7 M
Mendag berharap Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA) dapat mendorong penetrasi produk susu Indonesia ke wilayah Eropa.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
Indonesia Ekspor Produk Olahan Susu ke Malaysia dan Filipina, Nilainya Capai Rp 1,7 M
Indonesia
Susu Lokal Wajib 20 Persen di Program Makan Bergizi Gratis, Peternak Sapi Lokal Siap-Siap Kebanjiran Order
Program ini menyasar tiga kelompok penerima utama
Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Juni 2025
Susu Lokal Wajib 20 Persen di Program Makan Bergizi Gratis, Peternak Sapi Lokal Siap-Siap Kebanjiran Order
Fun
Kolaborasi Susu dan Dunia Olahraga Gaungkan Gaya Hidup Sehat Jelang World Milk Day 2025
RANS Simba Basketball berkolaborasi dengan KINS Dairy sambut World Milk Day 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Mei 2025
Kolaborasi Susu dan Dunia Olahraga Gaungkan Gaya Hidup Sehat Jelang World Milk Day 2025
Kuliner
Menikmati Susu dalam Dessert Cimory Eat Milk
Membawa konsep 'susu yang bisa dimakan.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Mei 2025
Menikmati Susu dalam Dessert Cimory Eat Milk
Foto Essay
Menilik KPBS Pangalengan Koperasi Peternak Sapi Perah yang Kian Modern
Pekerja menunjukkan produk susu kemasan di KPBS Pengalengan, Sabtu (18/2/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 18 Februari 2025
Menilik KPBS Pangalengan Koperasi Peternak Sapi Perah yang Kian Modern
Indonesia
Kepala BGN: Susu Kita 80 Persen Impor
Dadan mengatakan hal itu lantaran mayoritas susu masih impor
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Januari 2025
Kepala BGN: Susu Kita 80 Persen Impor
Bagikan