Pasokan Air Kurang, Narapidana Lapas Lambaro Aceh Rusuh
Anggota Brimob Polri berjaga di pintu pengaman terakhir tahanan saat terjadi kerusuhan narapidana di LP Kelas II A Banda Aceh, Jumat (6/11) malam. ( ANTARA FOTO/Ampelsa)
MerahPutih Peristiwa - Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Banda Aceh di Lambaro, Aceh Besar, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) mengamuk, Jumat (6/10) malam. Kerusuhan tersebut gara-gara kekurangan pasokan air bersih untuk mandi dan kebutuhan lain, sejak tiga hari terakhir.
Seperti dilansir Kantor Berita Antara, sekitar 500 narapidana di lapas tersebut mengamuk sekitar pukul 18.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Selain permasalahan air, narapidana tersebut mengamuk lantaran akumulasi permasalahan di dalam lapas.
Para narapidana mengamuk dengan melempari atap kantor penjara. Selain itu, terlihat kepulan asap dari dalam lapas Lambaro.
Mereka meminta bertemu dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh Suwandi. Para narapidana menyampaikan permasalahan di dalam lapas. Selain meminta perasalahan air diselesaikan dengan penambahan genset, mereka menuntut kepala LP dicopot, dan mengatasi permasalahan aturan remisi di LP tersebut.
"Masalahnya karena pompa air rusak. Sebenarnya pompa baru sudah dibeli, tetapi tukang pasangnya belum datang. Tadi petang juga sudah dipasok tiga mobil tangki air, namun tidak mencukupi," kata Suwandi dilansir Antara.
Hingga pukul 20.30 WIB, aparat kepolisian masih menjaga ketat lapas. Ratusan polisi bersenjata laras panjang serta puluhan berpakaian preman mengamankan lapas. Aparat kepolisian melepaskan tembakan untuk meredakan lemparan batu dari dalam penjara.
Setelah diredam aparat kepolisian dan pihak berwenang dan para narapidana menyampaikan keluhan, keadaan di dalam lapas mulai mereda. Pihak berwenang lapas juga menghubungi pihak PDAM dengan menambah pasokan air sebanyak lima mobil tangki. Suwandi mengataan, situasi di dalam sudah terkendali dan para narapidana sudah masuk ke sel masing-masing.
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
10 Ribu Mahasiswa Dikerahkan Pulihkan Dampak Banjir Sumatera, Terbanyak ke Aceh Tamiang
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
Kebakaran Gambut Aceh Makin Parah, BPBD Sulit Atasi Tiupan Angin
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
TNI Bersihkan 19 Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Jembatan Bailey Kutablang Aceh Kini Dijaga 24 Jam, Gara-Gara Ini!
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan Ribuan Warga di Aceh Masih Mengungsi Setelah 2 Bulan Lalu di Terjang Banjir
Baleg DPR Dorong Konsideran UU Pemerintahan Aceh tak Dihapus dalam Revisi
Akses Air Bersih Warga Aceh Dikebut, Pemerintah Tambah 57 Titik Sumur Bor