Pasien RSHS Bandung Turun, BOR Gawat Darurat Masih Tinggi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Agustus 2021
Pasien RSHS Bandung Turun, BOR Gawat Darurat Masih Tinggi

Perawatan pasien COVID-19. (Foto:Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tingkat keterisian ruang COVID-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang menanjak sejak Juni lalu, mengalami penurunan per 1 Agustus 2021. Jumlah pasien di ruang rawat inap turun 52 persen.

Meski begitu, tingkat keterisiaan di ruang rawat inap ICU atau kegawatdaruratan COVID-19 di rumah sakit pusat rujukan COVID-19 se-Jawa Barat itu masih tinggi di atas 90 persen.

"Per 1 Agustus terjadi penurunan pasien 53 persen. Dibandingkan rata-rata Juni - Juli 291 pasien yang dilayani, saat ini 154 pasien saja,” kata Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS, Muhammad Kamaruzzaman, Senin (2/8).

Baca Juga:

Agustus Ini, Vaksinasi COVID-19 Ditargetkan Sasar 70 Juta Warga

Berkurangnya jumlah pasien Covid-19 RSHS membuat ketersediaan tempat tidur terjadi penurunan 45,49 persen dibandingkan dengan dengan rata-rata bulan Juli yaitu 75,8 persen. Berbeda dengan ruang rawat inap Covid-19 non-ICU, pada ruang rawat inap atau gawat darurat RSHS masih diisi lebih dari 90 persen pasien.

"Meskiun BOR rata-rata menurun namun BOR ICU atau emergency itu masih di atas 90 persen," terang Muhammad Kamaruzzaman.

Penurunan BOR atau keterisian ruang rawat inap COVID-19 RSHS berdampak pada ketersediaan oksigen medis.

"Mengingat dengan menurunnya jumlah pasien COVID-19 maka ketersediaan oksigen medis masih mencukupi," katanya.

Ia menyebut, pihaknya juga mendapatkan bantuan oksigen medis dari Kemenkes dan sejumlah LSM baik berupa tabung isi ulang, konsentrator, pengisian ulang, dan lain-lain.

"Dengan jumlah pasien tersebut kami merasakan cukup memenuhi kebutuhan oksigen,” katanya.

Begitu juga dengan alat perlindungan diri (APD) untuk para tenaga kesehatan RSHS yang bertugas di zona merah COVID-19 yang hingga saat ini masih cukup tersedia.

"Penggunaan APD hanya diberian kepada mereka di zona merah atau layanan pasien COVID," terangnya.

Vaksinasi. (Foto: Humas Kota Bandung)
Vaksinasi. (Foto: Humas Kota Bandung)

Pesediaan obat-obatan penanganan COVID-19 RSHS juga dinyatakan masih aman, seperti beberapa jenis antivirus. Namun RSHS berharap jaminan pasokan obat-obatan jika di kemudian hari membutuhkan tambahan.

RSHS pun mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap penularan COVID-19, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan 5M.

"Mudah-mudahan bapak ibu yang di wilayah Jawa Barat dapat terus menegakkan prokes 5M, maka pandemi akan segera terjadi penurunan secara bermakna. Dan kita akan terbebas dari wabah pandemi baik di lingkungan Jabar maupun Indonesia," katanya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Ingat! Kota Bandung Masih Zona Merah Walau BOR RS COVID-19 Turun

#COVID-19 #Vaksinasi #RSHS Bandung
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
RSHS siap menjalani evaluasi dari Kementerian Kesehatan terkait insiden salah kasih bayi.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
Indonesia
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada seorang ibu asal Cimahi, Nina Saleha, atas kasus kelalaian perawat yang menyerahkan bayinya kepada orang lain.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Menkes Bantah Pasien RSHS Bandung Meninggal karena Superflu, Minta Publik Jangan Panik
Menkes menyatakan superflu memang memiliki tingkat penularan tinggi, tetapi angka tingkat fatality ratenya sangat rendah.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Menkes Bantah Pasien RSHS Bandung Meninggal karena Superflu, Minta Publik Jangan Panik
Indonesia
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan belum ada kasus Super Flu di Jakarta. Pemprov menyiapkan langkah pencegahan dan layanan vaksinasi influenza.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Berita Foto
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Januari 2026
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Lifestyle
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Secara umum, kalau makanan cukup bergizi maka sudah baik
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Bagikan