Pasang Surut Partai Banteng

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Sabtu, 10 Januari 2015
Pasang Surut Partai Banteng

Massa PDI Perjuangan (Foto: www.achmadbasarah.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merayakan hari ulang tahunnya ke 42 pada 10 Januari 2015. Pada pemilu presiden (pilpres) 2014, PDIP bersama dengan Partai NasDem, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membentuk poros politik yang disebut Koalisi Indonesia Hebat (KIH). KIH sendiri berhasil mengantarkan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-Kalla) sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2014-2019. Kini PDIP menjadi partai penguasa.

Pada tahun 2001-2004, PDIP juga berhasil memegang tampuk kekuasaan di tanah air. Kala itu, PDIP berhasil mengantarkan Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden Republik Indonesia. Saat terpilih sebagai Presiden, Megawati menggantikan KH. Abdurrahman Wahid.

Sejarah PDIP

Sejarah terbentuknya PDIP dimulai dengan pembentukan Partai Demokrasi Indonesia (PDI)pada tanggal 10 Januari `1973. Di bawah rezim Orde Baru, partai politik disederhanakan menjadi 3 partai, PDI, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar.

PDI merupakan partai hasil fusi atau penggabungan beberapa partai politik antara lain Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Partai Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) dan juga dua partai keagamaan Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katolik.

Untuk sampai pada tampuk kekuasaan, PDIP melewati sejarah perjalanan panjang dan berliku. Pada tahun 1993 dinamika internal PDIP mengalami gejolak yang berujung perpecahan.

BACA JUGA: Demokrat Tolak Rencana Komisi II Undang SBY

Kala itu, Megawati terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum PDIP. Meski terpilih sebagai Ketua Umum, banyak pihak tidak menyukai Megawati. Pada tahun 1996, PDI membuat Kongres tandingan dan memilih Soerjadi sebagai ketua umum PDI. Usai menggelar Kongres tandingan kubu Soerjadi merebut paksa kantor DPP PDI yang terletak di jalan Diponegoro.

Peristiwa perebutan paksa tersebut dikenal dengan istilah Kerusuhan 27 Juli (Kudatuli) dan terjadi pada tahun 1996. Peristiwa Kudatuli itulah yang melambungkan nama Megawati dalam pusaran politik tanah air. Nama Megawati mencuat dalam panggung politik nasional. Megawati segera menjadi simbol perlawanan terhadap rezim kekuasaan Orde Baru.

Momentum Kudatuli juga dijadikan Megawati dan pendukungnya untuk mendirikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pada pemilu tahun 1999, sebagai partai politik baru, PDIP berhasil meraup suara terbanyak.

Kendati berhasil meraih dukungan publik kuat, tidak serta merta Megawati Soekarnoputri duduk sebagai Presiden Republik Indonesia. PDIP tidak mampu melawan ketangguhan Poros Tengah yang diiniasi Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Singkat cerita, Abdurrahman Wahid menjadi Presiden dan Megawati Soekarnoputri menjadi wakil Presiden. Pada tahun 2001 dinamika politik berubah dengan cepat, Presiden Abdurrahman Wahid dilengserkan oleh DPR RI, walhasil Megawati Soekarnoputri duduk sebagai Presiden RI. Megawati bersama dengan politikus PPP, Hamzah Haz memimpin Indonesia selama 3 tahun (2001-2004).

Pada pemilu presiden 2004, Megawati berpasangan dengan KH. Hasyim Muzadi. Dalam pilpres tersebut Megawati-Hasyim dikalahkan oleh pasangan SBY-Jusuf Kalla.

Kemudian pada pilpres 2009, Megawati kembali mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden dengan menggandeng Prabowo Subianto. Pasangan Mega-Pro juga tidak berhasil memenangi pilpres 2009. Pasangan tersebut dikalahkan oleh SBY-Boediono.

Sejak pertama kali didirikan hingga kini PDIP masih dipimpin Megawati Soekarnoputri. Kehadiran Megawati dianggap sebagai figur dan tokoh pemersatu di partai politik berlambang banteng dengan moncong putih. (bhd)

 

Follow Twitter Kami di @MerahPutihCom

Like Juga Fanpage Kami di MerahPutihCom

#Megawati Soekarnoputri #PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Puan Tegaskan Sikap PDIP Tidak Abu-Abu, Jelas!
Partai politik yang berada di barisan pemerintah menghormati semua pendapat dan pandangan yang berbeda. Karena itu, dia menilai posisi PDIP sebaiknya harus jelas.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Puan Tegaskan Sikap PDIP Tidak Abu-Abu, Jelas!
Indonesia
PDIP Ogah Komentari soal Target Besar Jokowi untuk PSI, tak Mau Campuri Rumah Tangga Partai Lain
PDIP tidak akan ikut mengomentari ataupun mencampuri urusan internal partai politik lain.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
PDIP Ogah Komentari soal Target Besar Jokowi untuk PSI, tak Mau Campuri Rumah Tangga Partai Lain
Indonesia
PKB Tepis Tudingan Deddy Sitorus PDIP, Sebut Koalisi Kompak dan Solid
Partai-partai yang tergabung dalam koalisi saat ini tengah bekerja keras untuk memastikan berbagai program pemerintah berjalan sesuai harapan masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
PKB Tepis Tudingan Deddy Sitorus PDIP, Sebut Koalisi Kompak dan Solid
Indonesia
PDIP Tanggapi Isu Mahasiswa UBK Terima Uang, Singgung Peran Gibran
PDIP menyoroti dugaan mahasiswa UBK yang menerima uang usai bertemu Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka.
Soffi Amira - Selasa, 23 Juni 2026
PDIP Tanggapi Isu Mahasiswa UBK Terima Uang, Singgung Peran Gibran
Indonesia
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Partai Demokrat ikut mempertanyakan posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Frengky Aruan - Senin, 22 Juni 2026
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Indonesia
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
“Jika seluruh fraksi di DPR hanya mampu manut dan setuju terhadap eksekutif, apa bedanya dengan era Orde Baru?
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
Indonesia
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Sarmuji mengaku belum memahami apa yang dimaksud dengan posisi penyeimbang tersebut. Dia menyerahkan penilaian kepada publik.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Indonesia
Desakan PDIP Diminta Jadi Oposisi, Ini Kata Sekjen PKS
Perdebatan mengenai posisi PDIP mencuat setelah muncul dugaan keterlibatan salah satu kader PDIP, Andi Widjajanto, dalam aksi demonstrasi mahasiswa
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Desakan PDIP Diminta Jadi Oposisi, Ini Kata Sekjen PKS
Indonesia
Kericuhan Diskusi di UGM, PDIP: Akumulasi Kemarahan Mahasiswa Sulit Dihindari
Politisi PDI-P Deddy Sitorus menilai kericuhan dalam diskusi di UGM tidak lepas dari akumulasi kemarahan mahasiswa. Singgung posisi Budiman Sudjatmiko saat ini.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Kericuhan Diskusi di UGM, PDIP: Akumulasi Kemarahan Mahasiswa Sulit Dihindari
Indonesia
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Kulturanesia menggelar pemutaran film Ghost in the Cell dalam rangka merayakan bulan Bung Karno.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Bagikan