Pariwisata Lombok Diprediksi Meningkat Setelah Gelaran MotoGP Mandalika
Pariwisata Lombok Diprediksi Meningkat Setelah Event MotoGP (Foto: pixabay/raw_image6)
PEKAN lalu Indonesia diramaikan dengan euforia gelaran MotoGP Mandalika 2022. Setelah ajang balap motor bertaraf internasional tersebut selesai, industri pariwisata di kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya, diprediksi akan terus mengalami peningkatan.
Hal tersebut diungkapkan oleh ujar Area Manager East Indonesia, tiket.com, Rajasa Hadisoemarto di Lombok Tengah. Menurut Rajasa, akan ada peningkatan di sektor pariwisata. "Setelah MotoGP untuk Lombok sudah pasti ada peningkatan. Kami melihat nanti pas April, masuk liburan Lebaran, sekolah akan lebih besar lagi," ujar Rajasa, seperti yang dikutip dari laman ANTARA.
Baca juga:
Rajasa menjelaskan, gelaran MotoGP pada race utama dihadiri Presiden Joko Widodo. Hal itu membangkitkan rasa penasaran sebagian orang terkait Lombok, khususnya Mandalika. Sehingga wilayah tersebut menjadi salah satu daftar destinasi wisata yang diinginkan banyak orang.
"Orang-orang kan penasaran seheboh apa sih. Yang tadinya orang tidak terpikir pergi ke Lombok, Mandalika. Begitu ada heboh-heboh MotoGP, Presiden sampai datang. Akhirnya mereka melihat, Lombok yang awalnya tidak mereka pikirkan sebagai destinasi jadi terpikirkan," ucapnya.
Sementara itu, sejumlah pelonggaran seperti ditiadakannya tes antigen atau PCR untuk perjalanan dalam negeri serta penurunan pembatasan kegiatan masyarakat, pun berdampak positif untuk pertumbuhan industri pariwisata, khususnya di Lombok dan Bali.
Kawasan Lombok sendiri dikenal dengan keindahan alamnya, khususnya pantai dan budaya Suku Sasak. Selain itu, terdapat juga pantai Kuta Mandalika dan PAntai Senggigi yang menjadi daya tarik para wisatawan.
Baca Juga:
Kolaborasi IMI dan Ancol Beach City Gairahkan Wisata Otomotif
Kemudian, ada juga kepulauan Gili yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air yang menawarkan pengalaman bawah air serta ketenangan jiwa.
Untuk mereka yang ingin icip-icip kuliner khas lokal, bisa berkunjung ke mataram. Di kawasan tersebut, wisatawan dapat mencicipi sejumlah makanan khas, seperti Sate Rembiga dan Nasi Balap dengan cita rasa pedas.
Perihal karakteristik wisatawan yang berkunjung ke Lombok, Rajasa menilai bahwa masih didominasi oleh keluarga serta anak-anak muda. Biasanya, para wisatawan muda datang di akhir pekan, meski tidak menutup kemungkinan di hari-hari biasa. Sementara wisatawan keluarga, umumnya datang di masa liburan sekolah.
"Wisatawan ke lombok kebanyakan anak muda dan keluarga. Kalau yang agak-agak old mungkin tidak. Lombok dan Bali tidak jauh beda, karena seberang-seberangan. Pantainya mirip-mirip. Kalau anak muda biasanya bisa kapanpun datang, setiap weekend lah. Tetapi kalau family kan mau tidak mau menunggu liburan sekolah," jelas Rajasa. (Ryn)
Baca Juga:
Film Nagih Janji Cinta Hadirkan Keunikan Sejumlah Wisata di Solo
Bagikan
Berita Terkait
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata