Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Hari Anak Nasional

Parents, Gunakan 4 Kalimat Ini untuk Memotivasi Anak

annehsannehs - Jumat, 23 Juli 2021
Parents, Gunakan 4 Kalimat Ini untuk Memotivasi Anak

Perhatikan kata pujian yang diberikan kepada anak. (Sumber-:Pexels/Andrea piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MUNGKIN kamu pernah mendengar bahwa salah satu cara parenting atau mengasuh anak yang bijaksana adalah dengan memberikan pujian kepada sang anak. Pujian ini harus diberikan tiap kali mereka berperilaku atau melakukan sesuatu hal yang baik.

Dilansir dari laman Mother.ly, pujian ini pun diasumsikan bisa membuat anak merasa lebih baik. Pujian bisa meningkatkan kepercayaan diri anak dan mengajarkan anak untuk mengetahui ketika mereka berperilaku baik dan patut merasa bangga akan hal tersebut.

Di sisi lain, kenyataannya tidak selalu demikian. Pujian yang terlalu banyak seringkali membuat anak hanya ingin mengulang perilaku baik karena kehadiran hadiah (reward) atau penawaran yang menguntungkan bagi mereka.

"Pujian bagaikan penisilin, tidak bisa diberikan sembarangan. Ada aturan dan peringatan yang mengatur penanganan obat keras tersebut, aturan waktu dan dosis, serta peringatan kemungkinan reaksi alergi," ungkap mendiang psikolog Dr Haim Ginott.

Lantas, apakah para pengasuh anak harus berhenti memuji anak ketika mereka berperilaku baik? Tidak, kamu hanya perlu mengelola kalimat dengan lebih hati-hati.

Untuk memperingati Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli 2021, tidak ada kata berhenti bagi para orang tua untuk sama-sama belajar ketika mengasuh anak dan lebih bisa menghargai pencapaian yang dilakukan oleh anak-anak melalui pujian yang sesuai.

Berikut lima ungkapan motivasi yang bisa digunakan:

Baca juga:

Anak Hiperaktif? Salurkan Semangat Mereka dengan Aktivitas Ini

1. Lebih spesifik dalam memberikan pujian

View this post on Instagram

A post shared by Parenting (@parenting)

Ketimbang menggunakan kata "Good Job!", para pengasuh bisa mencoba untuk menggunakan kata "Terima kasih udah bantu mama/papa beres-beres ya! Apalagi pas beresin sepatu ke rak sepatu dengan rapi. Ini ngebantu mama/papa banget lo biar enggak telat bekerja besok pagi!"

Ketika kamu lebih spesifik dalam memberikan pujian, maka anak-anak bisa lebih tahu apa hal baik yang mereka lakukan sampai membuatmu senang. Spesifikasi hal-hal baik yang dilakukan anak juga bisa membuat mereka merasa lebih dihargai.

2. Hargai usaha, bukan hasilnya

Hargai usahanya. (Foto MentalFLoss)
Hargai usahanya. (Foto: MentalFLoss)

Mungkin anakmu masih merasa kesulitan untuk mengikat tali sepatunya. Ketimbang menunggu ia berhasil dan memberikan seperti "You did it!", kamu bisa mengatakan "Aku perhatikan kamu mencoba untuk ikat tali sepatu setiap hari. Awalnya susah, tapi mama/papa bangga banget karena kamu enggak menyerah. Kalau dicoba terus dengan sabar, nanti lama-lama bisa kok!".

Hanya berfokus pada prestasi atau pencapaian anak mampu menurunkan semangat dan motivasi dengan cepat. Memuji pencapaian bukanlah hal yang buruk, tetapi lebih penting untuk memuji effort yang dilakukan untuk meraih pencapaian tersebut. Upaya memuji usaha ini menunjukkan kepada anak bahwa orangtua mempercayai mereka.

Baca juga:

Alasan Kenapa Memiliki Anak Membuat Hidupmu Lebih Baik

3. Jangan memuji anak karena penampilannya

View this post on Instagram

A post shared by Parenting (@parenting)

Sebaiknya hindari memuji anak, terutama perempuan karena penampilannya. Ini bisa menurunkan harga diri mereka. Mereka mungkin mulai merasa bahwa orang akan menyukai mereka karena penampilan saja. Hal ini bisa menimbulkan masalah yang lebih serius seiring dengan bertambahnya usia.

Alih-alih mengatakan "Ganteng/cantiknya anak mama/papa", para orangtua bisa menggantinya dengan "Ini gambar kucing di kausnya bagus ya, hewan peliharaan kesukaanmu apa?"

4. Perhatikan kata ketika memuji anak saat makan

View this post on Instagram

A post shared by Parenting (@parenting)

Biasanya orangtua sering memuji anaknya yang ketika mereka menghabiskan makanannya.

Pujian seperti ini dianggap kontraproduktif karena mendorong anak-anak untuk mengabaikan apa yang "dikatakan" oleh tubuhnya. Mereka juga akan belajar bahwa mereka tetap akan makan walaupun tidak lapar, hanya untuk menyenangkan orang lain (orangtua). Mereka juga terbiasa untuk makan makanan yang tidak mereka sukai agar dianggap anak pintar.

Pada waktunya, perilaku makan ini bisa menyebabkan overeating (kelebihan makan), comfort eating (makan agar merasa nyaman), dan emotional eating (makan ketika mengalami emosi tertentu). Jadi, sebaiknya jauhkan pujian dari meja makan.

Daripada memuji anak saat ia berhasil makan habis, orang tua bisa mengatakan "Yaudah kalo belum laper, enggak apa-apa. Nanti kalau udah laper bilang ya!". (shn)

Baca juga:

Parents, Membimbing Anak Hiperaktif Bukan Hal yang Mustahil

#Parenting #Hari Anak Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Indonesia
Kekerasan Seksual masih Jadi Ancaman Anak Indonesia, DPR Minta Pemerintah Permudah Sistem Pelaporan
Masih banyak korban yang memilih diam karena takut kepada pelaku, merasa malu, mendapat ancaman, tidak dipercaya, atau khawatir justru disalahkan ketika melapor.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kekerasan Seksual masih Jadi Ancaman Anak Indonesia, DPR Minta Pemerintah Permudah Sistem Pelaporan
Indonesia
Hari Anak Nasional 2026, Ketua DPR Tegaskan Anak Harus Terbebas dari Bullying
Berbagai tantangan masih dihadapi anak-anak Indonesia, mulai dari stunting, putus sekolah, kekerasan, perkawinan usia dini, eksploitasi, perundungan, hingga ancaman di ruang digital.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Hari Anak Nasional 2026, Ketua DPR Tegaskan Anak Harus Terbebas dari Bullying
Indonesia
Hari Anak Nasional 2026, KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada Generasi Muda Lewat Edukasi Interaktif
KPK memanfaatkan Hari Anak Nasional 2026 untuk memperluas pendidikan antikorupsi melalui berbagai kegiatan interaktif bersama KemenPPPA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Hari Anak Nasional 2026, KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada Generasi Muda Lewat Edukasi Interaktif
Indonesia
Transjakarta Gelar Merakids 2026, Ajak Anak Belajar Transportasi Publik di Hari Anak Nasional
Transjakarta menggelar Merakids 2026 dalam rangka Hari Anak Nasional. Sebanyak 80 anak mengikuti kegiatan edukasi transportasi publik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Transjakarta Gelar Merakids 2026, Ajak Anak Belajar Transportasi Publik di Hari Anak Nasional
Indonesia
Momen Hari Anak Nasional 2026, Ancol Gratiskan Tiket Dufan hingga Sea World untuk Anak
Ancol menghadirkan program Kids Free Ticket untuk Hari Anak Nasional 2026. Anak hingga usia 12 tahun bisa mendapatkan tiket gratis rekreasi pada periode 23-26 Juli.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Momen Hari Anak Nasional 2026, Ancol Gratiskan Tiket Dufan hingga Sea World untuk Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Bagikan