Parenting

Anak Hiperaktif? Salurkan Semangat Mereka dengan Aktivitas Ini

annehsannehs - Selasa, 20 Juli 2021
Anak Hiperaktif? Salurkan Semangat Mereka dengan Aktivitas Ini

Cara mengatasi anak hiperaktif. (Sumber- PrWebMe)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TERKADANG beberapa anak-anak memiliki energi yang sangat berlimpah sampai-sampai orangtua atau pengasuhnya merasa kewalahan. Mereka bisa lari kesana kemari, memanjat apapun, bertanya, dan selalu ingin diperhatikan serta diajak main tanpa mengenal rasa lelah. Menghadapi anak-anak pun bisa menjadi kesulitan bagi pengasuh yang juga harus mengurus hal lain selain menjaga anak-anak.

Belum lagi membahas anak-anak yang tergolong hiperaktif. Dikutip dari kidshealth.org, hiperaktif merupakan tanda yang dialami oleh anak-anak pengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Biasanya pengidap ADHD memiliki tanda-tanda yaitu tidak bisa fokus, impulsif, dan hiperaktif.

Buat mereka lelah dengan berbagai aktivitas tertentu. . (Foto- Pixabay/Soledadsnp)
Buat mereka lelah dengan berbagai aktivitas tertentu. . (Foto- Pixabay/Soledadsnp)

Anak yang hiperaktif cenderung gelisah, sembrono, mudah bosan, dan kesulitan untuk duduk diam atau berhenti bicara ketika dibutuhkan. Mereka seringkali terburu-buru dalam mengerjakan apapun dan sering membuat kesalahan yang ceroboh. Mereka juga suka memanjat, melompat, atau bahkan bermain kasar tanpa bermaksud untuk mengganggu atau melukai orang lain.

Mencegah anak-anak hiperaktif agar tidak mencoba aksi-aksi yang menantang mauttentunya sangat melelahkan. Lantas, kapan anak-anak hiperaktif ini kehabisan energi dan duduk anteng disampingmu?

Baca juga:

Alasan Kenapa Memiliki Anak Membuat Hidupmu Lebih Baik

Untuk menghadapi anak hiperaktif, dibutuhkan juga cara yang tepat untuk menyalurkan energi mereka. Anak hiperaktif memiliki energi yang sangat berlimpah sehingga dibutuhkan trik khusus untuk membuat mereka letih dan duduk diam.

Terapis pediatrik berlisensi Alisha Grogan mengatakan kepada Your Kid's Table bahwa membuat anak-anak hiperaktif kelelahan itu memerlukan strategi yang berbeda dibandingkan anak-anak yang tidak hiperaktif.

Pertama-tama, tawarkan aktivitas yang terstruktur atau dengan ritme. Contohnya, kegiatan melompat-lompat di trampolin merupakan aktivitas yang tepat untuk membakar energi. Kamu juga bisa memutarkan lagu kesukaan anak-anakmu sambil mereka melakukan kegiatan dengan ritme ini.

Contoh permainan rintangan. (Foto Huddersfield examiner)
Contoh permainan rintangan. (Foto Huddersfield examiner)

Kamu juga bisa mengajak anak-anak hiperaktif untuk berolahraga seperti lari, memanjat tebing, atau menyiapkan permainan dengan banyak rintangan (obstacle course). Pergerakan ini bisa membantu membakar energi mereka dan permainan terstruktur ini juga bisa melatih mereka agar lebih fokus.

Selanjutnya, berikan mereka waktu bebas. Permainan yang terstruktur atau beritme memang penting, tetapi biarkan anakmu melakukan apapun keinginannya sehingga mereka bisa mengeluarkan segala kegelisahan dari diri mereka.

Kegiatan ini meliputi lompat-lompat di ranjang, bermain gulat dengan orangtua, berlari-lari, atau bermain dengan binatang peliharaan, tentunya dengan pengawasan orangtua. (SHN)

Baca juga:

Parents, Membimbing Anak Hiperaktif Bukan Hal yang Mustahil

#Parenting #Anak #Anak-anak
Bagikan
Ditulis Oleh

annehs

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang mulai berlaku 28 Maret 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Maret 2026
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Bagikan