LEBARAN tahun ini jadi kali kedua di tengah pandemi. Adanya kemungkinan penyebaran virus corona membuat pemerintah melarang kegiatan berkumpul. Kegiatan mudik yang jadi tradisi tahunan saat Lebaran pun dilarang.
Ya, silaturahim memang tak bisa dilakukan secara langsung, tapi menyapa secara daring via video call atau sambungan Zoom tetap memungkinkan kamu bersua dengan keluarga besar dan berbagi kabar.
BACA JUGA: Tutorial Silaturahmi Virtual Kekinian Saat Pandemi Virus Corona
Jadi mestinya pandemi enggak kamu jadikan alasan untuk tidak menyapa keluarga. Selain dianjurkan agama, silaturahim juga amat baik untuk kesehatan.
1. Meredakan stres dan rasa cemas
Selama ini kamu mungkin mengalami banyak masalah secara bertubi-tubi dalam kehidupan. Tentu masalah yang bejibun akan membuat kamu merasa stres dan merasa cemas dalam memikirkan jalan keluarnya. Para ahli setuju bahwa bersosialisasi dan bersilaturahim dengan keluarga atau teman dekat dapat meringankan beban serta mengurangi rasa stres itu sendiri.
2. Memecahkan masalah
Apakah saat ini kamu punya satu masalah yang sepertinya sulit untuk dipecahkan? Jika iya, bersilaturahim bisa jadi merupakan cara untuk mendapatkan pencerahan. Pasalnya, ketika bersilaturahim, kamu dan sanak saudara akan bercerita tentang berbagai macam hal. Tak tertutup kemungkinan di sela-sela obrolan tersebut terselip sesuatu yang bisa menjadi ide dalam memecahkan masalah kamu.
3. Membuat umur lebih panjang
Para ahli menyatakan bahwa melalui pengamatan, mereka yang banyak bersosialisasi cenderung berumur lebih panjang jika dibandingkan dengan mereka yang gemar mengisolasi diri.
4. Meningkatkan sistem imun
Interaksi sosial dengan manusia lain memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan sistem imun kamu. Semakin banyak kamu bersosialisasi, akan semakin besar kesempatanmu untuk memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Hal itu terutama berlaku bagi kamu yang telah menginjak usia senja. Dengan bersilaturahim, lansia akan lebih kuat untuk mengatasi flu, pilek, dan bahkan mungkin penyakit kanker.
5. Meminimalisasi risiko demensia
Menurut para ahli, banyak bukti menunjukkan manfaat positif sosialisasi bagi kesehatan otak. Mereka yang sering bersilaturahim dan aktif secara sosial, memiliki daya ingat serta kemampuan kognitif yang lebih baik. Hal itu bisa mengurangi risiko terkena demensia dalam jangka panjang.
6. Baik untuk kesehatan mental
Secara keseluruhan, dari mengurangi rasa depresi, stres serta kecemasan akan suatu masalah, silaturahim memang baik untuk kesehatan jiwa kamu. Tak hanya itu, bercengkerama dengan kawan sejawat dan sanak saudara juga dapat meningkatkan mood serta menimbulkan perasaan bahagia.
Yuk, bersilaturahim dengan keluarga dan kawan di hari raya.(dwi)