Kesehatan Mental

Pandemi, Silaturahim Harus Tetap Dilakukan

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 11 Mei 2021
Pandemi, Silaturahim Harus Tetap Dilakukan

Meski pandemi, silaturahim harus jalan terus. (foto: Unsplash/gradikaa aggi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LEBARAN tahun ini jadi kali kedua di tengah pandemi. Adanya kemungkinan penyebaran virus corona membuat pemerintah melarang kegiatan berkumpul. Kegiatan mudik yang jadi tradisi tahunan saat Lebaran pun dilarang.

Ya, silaturahim memang tak bisa dilakukan secara langsung, tapi menyapa secara daring via video call atau sambungan Zoom tetap memungkinkan kamu bersua dengan keluarga besar dan berbagi kabar.

BACA JUGA: Tutorial Silaturahmi Virtual Kekinian Saat Pandemi Virus Corona

Jadi mestinya pandemi enggak kamu jadikan alasan untuk tidak menyapa keluarga. Selain dianjurkan agama, silaturahim juga amat baik untuk kesehatan.


1. Meredakan stres dan rasa cemas

Bersilaturahim meredakan rasa cemas. (foto: the spruce)

Selama ini kamu mungkin mengalami banyak masalah secara bertubi-tubi dalam kehidupan. Tentu masalah yang bejibun akan membuat kamu merasa stres dan merasa cemas dalam memikirkan jalan keluarnya. Para ahli setuju bahwa bersosialisasi dan bersilaturahim dengan keluarga atau teman dekat dapat meringankan beban serta mengurangi rasa stres itu sendiri.


2. Memecahkan masalah

family gathering
Bisa jadi tempat menemukan solusi. (foto: Bethesda health.org)

Apakah saat ini kamu punya satu masalah yang sepertinya sulit untuk dipecahkan? Jika iya, bersilaturahim bisa jadi merupakan cara untuk mendapatkan pencerahan. Pasalnya, ketika bersilaturahim, kamu dan sanak saudara akan bercerita tentang berbagai macam hal. Tak tertutup kemungkinan di sela-sela obrolan tersebut terselip sesuatu yang bisa menjadi ide dalam memecahkan masalah kamu.


3. Membuat umur lebih panjang

silaturahim
Yang banyak bersosialisasi cenderung panjang umur. (foto: nu online)

Para ahli menyatakan bahwa melalui pengamatan, mereka yang banyak bersosialisasi cenderung berumur lebih panjang jika dibandingkan dengan mereka yang gemar mengisolasi diri.


4. Meningkatkan sistem imun

Bagi lansia, bersilaturahim meningkatkan sistem imun. (foto: pixabay)

Interaksi sosial dengan manusia lain memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan sistem imun kamu. Semakin banyak kamu bersosialisasi, akan semakin besar kesempatanmu untuk memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Hal itu terutama berlaku bagi kamu yang telah menginjak usia senja. Dengan bersilaturahim, lansia akan lebih kuat untuk mengatasi flu, pilek, dan bahkan mungkin penyakit kanker.


5. Meminimalisasi risiko demensia

old woman
Silaturahim punya manfaat positif bagi otak. (foto: pixabay/silviarita)

Menurut para ahli, banyak bukti menunjukkan manfaat positif sosialisasi bagi kesehatan otak. Mereka yang sering bersilaturahim dan aktif secara sosial, memiliki daya ingat serta kemampuan kognitif yang lebih baik. Hal itu bisa mengurangi risiko terkena demensia dalam jangka panjang.


6. Baik untuk kesehatan mental

Bertemu dan berinteraksi lewat silaturahmi baik untuk kesehatan mental. (foto: videoblocks)

Secara keseluruhan, dari mengurangi rasa depresi, stres serta kecemasan akan suatu masalah, silaturahim memang baik untuk kesehatan jiwa kamu. Tak hanya itu, bercengkerama dengan kawan sejawat dan sanak saudara juga dapat meningkatkan mood serta menimbulkan perasaan bahagia.

Yuk, bersilaturahim dengan keluarga dan kawan di hari raya.(dwi)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan