Kesehatan

Pandemi Bikin Jam Tidur Terbalik? Perbaiki dengan 3 Cara Ini

annehsannehs - Rabu, 30 September 2020
Pandemi Bikin Jam Tidur Terbalik? Perbaiki dengan 3 Cara Ini

Yuk perbaiki siklus tidur. (Foto Unsplash/Matthew Henry)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELAMA diberlakukannya work from home dan diimbau untuk tetap #DirumahAja, tidak jarang jam tidur kita juga semakin ngaco. Biasanya harus bangun pagi dan bermacet-macetan, kini kamu bisa bekerja di ranjang sambil selimutan.

Karena kebiasaan di rumah, kita pun jadi rajin menonton series yang selama ini ingin ditonton. Karena nanggung, tidak jarang kita bablas nonton sampai subuh. Toh, besok bisa kerja sambil nyantai di rumah.

Baca juga:

Tidak Aneh, Suka Ngomong Sendiri Ternyata Banyak Manfaatnya

Dilansir dari Healthline, jam internal yang ada di tubuh kita akan selalu berputar antara tidur atau terjaga sepanjang hari. Siklus bangun-tidur ini dikenal sebagai ritme sirkadian.

Jam internal tubuh kita terletak di bagian otak bernama hipotalamus. Bagian otak ini menanggapi isyarat eksternal yang memberitahu tubuh jika waktunya untuk tidur sudah tiba.

Nah, jika kamu berniat untuk me-reset jam tidur dan meningkatkan kualitas tidurmu, yuk intip tips-tips di bawah ini!

1. Makan lebih awal

Jangan makan sebelum tidur. (Foto Unsplash/Ann Danilina)
Jangan makan sebelum tidur. (Foto Unsplash/Ann Danilina)

Ritme sirkadian mampu merespon terhadap kebiasaan makanmu. Makan malam yang telat bisa menunda jam tidur.

Maka dari itu, sebaiknya konsumsi makan malam pada dua sampai tiga jam sebelum tidur. Jangka waktu ini bisa menjadi kesempatan bagi tubuhmu untuk mencerna makanan tersebut.

Makan di jam yang selalu sama setiap hari juga bisa membuat tubuhmu menjadi terbiasa dengan suatu rutinitas. Hindari mengonsumsi minuman yang mengandung kafein sebelum tidur seperti kopi, teh, atau minuman penambah energi.

Alkohol juga menjadi minuman yang harus dihindari sebelum tidur karena mampu mengganggu ritme sirkadianmu.

Baca juga:

Tidak Bisa Tidur Karena Otak Terasa Penuh? Ikuti 3 Tips Ini

2. Relaksasi

Hindari minum kopi sebelum tidur. (Foto Unsplash/Alexandra Gorn)
Hindari minum kopi sebelum tidur. (Foto Unsplash/Alexandra Gorn)

Meluangkan waktu untuk relaksasi tubuh bisa membuatmu tidur lebih nyaman. Ketika kamu stres atau cemas, tubuhmu memproduksi lebih banyak hormon stres yaitu kortisol.

Semakin tinggi hormon kortisol, semakin terjaga kamu dibuatnya. Nah, untuk mengurangi stres yang bisa bikin susah tidur, kamu bisa melakukan yoga, stretching, meditasi, atau menulis jurnal sebelum tidur.

3. Skip tidur

Buat jam tidurmu normal lagi. (Foto Unsplash/Gregory Pappas)
Buat jam tidurmu normal lagi. (Foto Unsplash/Gregory Pappas)

Jika jam tidurmu sudah terbalik, kamu bisa skip tidur siang. Jam tidur yang sudah kacau biasanya bisa membuatmu sering ngantuk di siang hari. Meski begitu, usahakan untuk tetap terjaga, sehingga kamu bisa tidur dengan nyenyak pada jam yang sesuai yaitu malam hari.

Tidur siang yang lama juga bisa menyebabkan pusing dan sering membuatmu terbangun. Jika kamu sangat ngantuk, usahakan untuk tidur siang tidak lebih dari 30 menit dan coba tidur sebelum pukul 3 sore. (shn)

Baca juga:

3 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Dikonsumsi Menjelang Tidur

#Kesehatan #Tidur #Pola Tidur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan