Pandemi COVID-19 Masih Panjang, WHO: Solidaritas, Solidaritas, Solidaritas!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 29 April 2020
Pandemi COVID-19 Masih Panjang, WHO: Solidaritas, Solidaritas, Solidaritas!

Arsip Foto - Direktur General WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada pertemuan Munich Security Conference di Jerman (15/2/2020).(REUTERS/ANDREAS GEBERT)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengingatkan pandemi COVID-19 masih jauh dari selesai. Negara-negara di dunia diminta untuk terus menemukan, mengisolasi, mengetes dan merawat setiap kasus serta melacak setiap kontak untuk memastikan tren penurunan kasus COVID-19 terus berlangsung.

"Saya ulangi, pandemi jauh dari selesai," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari Antara, Rabu (29/4).

Baca Juga:

WHO: Pencabutan Dini Pembatasan COVID-19 Sebabkan Kebangkitan yang Mematikan

Menurut Tedros, WHO masih prihatin terjadinya peningkatan kasus infeksi virus Corona tipe baru di sejumlah negara di Afrika, Eropa Timur, Amerika Latin dan beberapa negara di Asia.

Sejumlah relawan Palestina mensterilkan ruas jalan di Gaza City, Minggu (22/3/2020). Dua warga Palestina di Gaza dinyatakan positif terjangkit COVID-19, yang menjadi laporan kasus pertama di daerah kantong yang diduduki Hamas itu, kata seorang pejabat kesehatan pada Minggu (22/3) pagi. Sebanyak 53 warga Palestina terinfeksi coronavirus sejak 5 Maret, dan 17 di antaranya telah dinyatakan sembuh, menurut pihak Kementerian Kesehatan di Tepi Barat pada Sabtu (21/3) pagi. ANTARA/Xinhua/Khaled Omar/aa.
Sejumlah relawan Palestina mensterilkan ruas jalan di Gaza City, Minggu (22/3/2020). Dua warga Palestina di Gaza dinyatakan positif terjangkit COVID-19, yang menjadi laporan kasus pertama di daerah kantong yang diduduki Hamas itu, kata seorang pejabat kesehatan pada Minggu (22/3) pagi. Sebanyak 53 warga Palestina terinfeksi coronavirus sejak 5 Maret, dan 17 di antaranya telah dinyatakan sembuh, menurut pihak Kementerian Kesehatan di Tepi Barat pada Sabtu (21/3) pagi. ANTARA/Xinhua/Khaled Omar/aa.

WHO menyoroti banyak kasus yang tidak terlaporkan disebabkan rendahnya kapasitas melakukan tes. Untuk dapat mencegah wabah berikutnya, lanjut Tedros, persatuan nasional menjadi dasar untuk solidaritas global.

Lebih jauh, Tedros mengungkapkan WHO akan terus memberikan dukungan peningkatan kapasitas dan menyuplai peralatan uji tersebut melalui penerbangan solidaritas, dan lebih dari 40 negara di Afrika akan menerimanya.

Tedros juga mengatakan akan mengirim alat pelindung diri (APD) ke sekitar 105 negara dan perlengkapan laboratorium ke sekitar 127 negara. Bantuan-bantuan tersebut akan mulai dikapalkan minggu depan.

"Solidaritas, solidaritas, solidaritas. Kami akan mengatakan itu setiap hari," tutup orang nomor satu di badan organisasi PBB yang mengurusi masalah kesehatan dunia itu. (*)

Baca Juga:

WHO Akan Kirim SMS Edukasi Soal COVID-19 Pada Masyarakat Tak Terkoneksi Internet

#WHO #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Menkes Budi Disuruh Prabowo Maju Jadi Dirjen WHO, Mundur dari Kabinet kalau Menang
Menkes Budi Gunadi Sadikin maju sebagai kandidat Dirjen WHO atas amanah Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan siap mundur dari Kabinet jika terpilih
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Menkes Budi Disuruh Prabowo Maju Jadi Dirjen WHO, Mundur dari Kabinet kalau Menang
Dunia
2.061 Tewas, Wabah Ebola RD Kongo Bisa Lampaui Kasus Kematian Terparah Afrika Barat 2014–2016
WHO umumkan wabah Ebola di RD Kongo kini wabah terbesar kedua sepanjang sejarah dengan 4.449 kasus terkonfirmasi dan 2.061 kematian.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
2.061 Tewas, Wabah Ebola RD Kongo Bisa Lampaui Kasus Kematian Terparah Afrika Barat 2014–2016
Dunia
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
WHO menyatakan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius resmi berakhir. Sebanyak 13 kasus terkonfirmasi dengan 3 kematian, lebih dari 650 kontak ditindaklanjuti.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
Dunia
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Suhu panas ekstrem tercatat terjadi di Jerman, Polandia, dan Rpublik Ceko.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Dunia
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
WHO telah mengirim tim ahli ke Uganda sejak Januari untuk membantu pemerintah setempat menangani wabah.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
Dunia
WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
MV Hondius kini berlayar kembali ke Belanda. Di sana, kapal pesiar itu akan dibersihkan dan didisinfeksi.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
 WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
Bagikan