Pandemi COVID-19 Bikin Wisata Pakai Helikopter Meningkat
Tren baru berwisata private menggunakan helikopter justru meningkat. (Foto: Unsplash/Kevin Wolf)
SALAH satu cara meningkatkan industri pariwisata di masa pandemi adalah perlu inovasi. Komisaris perusahaan transportasi udara, Urbain Air Indonesia, Dewa Gede Adiputra mengatakan, tren wisata menggunakan helikopter private meningkat, khususnya untuk destinasi wisata di Bali.
Meski wisatawan yang melancong ke Bali selama pandemi COVID-19 mengalami penurunan yang signifikan, namun tren baru berwisata private menggunakan helikopter justru meningkat.
“Permintaan helikopter di Bali sangat tinggi dan kebutuhannya beragam, mulai dari penerbangan wisata klasik, transfer pulau, lamaran nikah, pembuatan film udara, pemotretan, videografi, dan keperluan bisnis,” kata Dewa mengutip ANTARA.
Tingginya permintaan dan minat wisatawan terhadap transportasi helikopter yang belm terpenuhi, membuat Dewa menambah armadanya yakni jenis Bell 505.
Saat ini Urban Air mengoperasikan helikopter jenis Bell 505 dan Robinson R66 baru yang terdaftar di bawah AOC 135 di Indonesia.
Baca juga:
Lihat postingan ini di Instagram
“Urban air mengoperasikan helikopter baru Bell 505. Ini adalah kekuatan terbaru di pasar. Kabin terbuka dengan pengikat terintegrasi, kursi yang dapat dipindahkan, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai pekerjaan,” lanjutnya.
Tidak hanya untuk kebutuhan wisata, Urban Air juga menyediakan layanan transportasi medis yang melayani pasien dengan cepat dan mudah.
Dewa berharap, Urban Air bisa menjadi salah satu akomodasi tur helikopter yang dapat melayani aktivitas pariwisata di Bali dengan layanan pelanggan terbaik dan operasi yang aman.
Perusahaan milik Dewa Gede Adiputra bersama sang istri, Maharni Kemala yang merupakan pengusaha produk kosmetik MS Glow tersebut, berada di bawah Urban Company yang berdiri sejak 2014.
Baca juga:
Bangkitkan kembali Pariwisata Indonesia, Travel Trip Buka Layanan Perjalanan
Lihat postingan ini di Instagram
Selama pandemi COVID-19, Urban Air menerapkan standar aturan kesehatan serta keselamatan sesuai arahan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menilai, dibutuhkan inovasi yang berbeda dan sesuai tren masa kini untuk memulihkan semuanya. Koordinator Tata Kelola Ekonomi Digital II Kemenparekraf, Muhamad Tidar Hetsaputra, mengungkapkan, inovaasi out of the box dapat membantu agar dapat berwisata dengan aman, nyaman, dan berkualitas.
Dengan demikian, para wisatawan dapat mengeluarkan uang mereka di tempat-tempat tujuan wisata yang pada akhirnya dapat mendorong perputaran roda ekonomi para pelaku industri wisata. (and)
Baca juga:
Bangkitkan Pariwisata Indonesia Bersama Gerakan Kembali Berwisata
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel