Pandemi Bikin 150 Juta Orang Jatuh Miskin

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Januari 2021
Pandemi Bikin 150 Juta Orang Jatuh Miskin

Pemberian Bansos. (Foto: Kemensos).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 tidak hanya menjadi krisis kesehatan namun juga memiliki dampak jangka panjang terhadap berbagai aspek seperti kesenjangan sosial, ekonomi, dan digital. Paling tidak, sekitar 150 juta orang di dunia masuk ke dalam jurang kemiskinan ekstrim karena adanya krisis pengangguran yang dipicu oleh resesi ekonomi dalam dua tahun ke depan.

Tercatat, virus ini sudah menjangkiti 100 juta orang di seluruh dunia dan lebih dari 2 juta kematian.

"Ini adalah salah satu virus paling mematikan dalam sejarah,” katanya Presiden World Economic Forum (WEF) Borge Brende dalam acara Peluncuran Global Risks Report 2021 secara virtual di Jakarta, Selasa (19/1).

Baca Juga:

Sistem Kemitraan Perkuat UMKM

Ia menyatakan, langkah untuk keluar dari potensi risiko itu adalah dengan memastikan pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang harus lebih inklusif dan berkelanjutan serta menciptakan lapangan kerja yang layak.

“Salah satu kekhawatiran utama kami pada tahun-tahun mendatang adalah ketidaksetaraan dan fragmentasi masyarakat. Ini adalah risiko langsung yang akan membawa konsekuensi jangka panjang jika tidak ditangani,” katanya.

Pandemi COVID-19 juga, kata ia, berpotensi membawa ancaman terhadap resesi ekonomi dan teknologi berkelanjutan dalam tiga sampai lima tahun mendatang. Potensi risiko tersebut akan menyebabkan rusaknya infrastruktur teknologi informasi (TI), guncangan komoditas, ketidakstabilan harga, hingga krisis utang jika tidak segera ditangani.

Perkantoran Jakarta. (Foto: MP/Rizky)
Perkantoran Jakarta. (Foto: MP/Rizky)

Terkait dengan akses teknologi dan keterampilan digital, kesenjangan antara masyarakat yang mampu dan tidak mampu berisiko semakin melebar sehingga mempersulit terbentuknya ikatan sosial.

Borgo menegaskan, pandemi ini juga diperkirakan memiliki dampak lima sampai 10 tahun berikutnya yaitu adanya senjata pembunuh massal, keruntuhan negara, hilangnya keanekaragaman hayati, dan kemajuan teknologi yang merugikan.

"Potensi risiko jangka panjang itu, akan terjadi jika terdapat perpecahan masyarakat di berbagai negara serta pandangan geopolitik yang semakin tegang dan rapuh sehingga menghambat pemulihan global," katanya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Ekonomi Tiongkok Pulih Dengan Cepat

#Angka Kemiskinan #Pengangguran #Ekonomi Indonesia #Pertumbuhan Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Menko PM Cak Imin Punya 3 Strategi Pemberdayaan Agar Taraf Hidup Masyarakat Meningkat
Di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terdapat paradigma baru yang diterapkan dalam pembangunan nasional, yakni pemberdayaan masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Menko PM Cak Imin Punya 3 Strategi Pemberdayaan Agar Taraf Hidup Masyarakat Meningkat
Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Salah satu upaya untuk menurunkan kemiskinan yakni dengan terus mengurangi ketimpangan antara jumlah kebutuhan rumah dan ketersediaan hunian.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Indonesia
Persyaratan Bedah Rumah Didesak Buat Disederhanakan, FokusDi Kantong Kemiskinan
Realisasi program bedah rumah memperhatikan aspek pemerataan di seluruh wilayah Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Persyaratan Bedah Rumah Didesak Buat Disederhanakan, FokusDi Kantong Kemiskinan
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Kekurangan Orang, Jepang Bakal Buka Lowongan Bagi Warga Asing Jadi Pekerja Keamanan Swasta
Badan Kepolisian Jepang akan berkonsultasi dengan Kementerian Kehakiman serta Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan mengenai rincian kerangka kerja baru.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Kekurangan Orang, Jepang Bakal Buka Lowongan Bagi Warga Asing Jadi Pekerja Keamanan Swasta
Indonesia
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Prabowo menyebut investasi Indonesia mencapai Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026 dan berkontribusi membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Bagikan