Hari Raya Waisak

Pancaran Api Dharma Waisak dalam Laku Pradaksina Para Biksu

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 27 Mei 2018
Pancaran Api Dharma Waisak dalam Laku Pradaksina Para Biksu

Sejumlah umat Budha membawa Api Dhamma setelah prosesi pengambilan dari sumber Api Abadi Mrapen di desa Manggarmas, Grobogan, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Minggu (27/5). (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pada tanggal 29 Mei nanti umat Buddha Indonesia akan merayakan Hari Raya Waisak. Sejumlah ritual dan prosesi mengiringi hari besar yang berkaitan dengan Sidharga Buddha Gautama tersebut. Prosesi Waisak diawali dengan penggambilan api dharma di sumber api abadi Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah.

Pada Minggu (27/5) sore, para biksu sangga Perwakilan umat Buddha Indonesia melakukan prosesi semayam api dharma di kompleks Candi Mendut.

Dalam prosesi secara khidmat itu, para biksu juga diiringi ratusan umat Buddha, termasuk Ketua Umum Walubi Siti Hartati Murdaya, Direktur Urusan Agama Buddha Kementerian Agama Supriyadi, dan Ketua Walubi Jateng David Hermanjaya.

para biksu mengambil api dharma waisak dari sumber api abadi Mrapen
Prosesi pengambilan api Dhamma atau api abadi yang kemudian disemayamkan di Candi Mendut dan akan dibawa menuju altar utama di Candi Borobudur pada puncak prosesi tersebut merupakan rangkaian dari ritual jelang hari raya Waisak 2562 (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Api dharma Waisak dari Mrapen, Kabupaten Grobogan tiba di pelataran Candi Mendut sekitar pukul 15.00 WIB. David secara simbolis menyerahkan api tersebut kepada Hartati Murdaya dan kemudian diberikan kepada para biksu untuk disemayamkan di Candi Mendut.

Para biksu bersama umat Buddha kemudian berpradaksina atau berjalan kaki mengelilingi candi tersebut tiga putaran, dan selanjutnya meletakkan api dharma di dalam candi tersebut.

Mereka kemudian menuju ke tenda di pelataran Candi Mendut untuk menyalakan lilin pancawarna. Di depan altar besar dengan patung Sang Buddha dan hiasan aneka bunga dan buah-buahan di tenda itu, mereka secara bergantian membacakan parita atau doa-doa dalam ajaran Buddha.

Para Biksu membawa Api Dharma Waisak
Sejumlah umat Budha membawa Api Dhamma setelah prosesi pengambilan dari sumber Api Abadi Mrapen di desa Manggarmas, Grobogan, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Minggu (27/5). (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Api dharma sebagai salah satu sarana pujabakti Waisak yang akan dilaksanakan umat Buddha di Candi Borobudur saat Hari Waisak yang jatuh pada Selasa (29/5).

Hartati Murdaya sebagaimana dilansir Antara mengatakan api menjadi lambang penerangan batin umat Buddha dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

"Dalam ajaran Buddha, dengan penerangan batin, kita diharapkan dapat melangkah ke depan melalui jalan yang benar, mengikis ego, keserakahan, dan kebodohan, karena hal-hal itu yang menjadi bagian dari kegelapan batin yang membelenggu manusia setiap waktu," kata dia.

Rohaniwan Buddha Biksu Wongsin Labiko Mahathera mengemukakan tentang pentingnya umat mengikuti seluruh rangkaian pujabakti Waisak.

Pradaksina Api Dharma Waisak
Sejumlah Bhiksu melakukan pradaksina atau mengelilingi candi membawa Api Dharma dengan obor yang diambil dari api abadi Mrapen Kabupaten Grobogan saat prosesi penyemayaman Api Dharma Waisak 2018 di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

"Dengan pujabakti kita memperoleh kebijaksanaan, menjadi orang yang penuh cinta kasih, dan sempurna dengan kemakmuran dalam materi," ujar dia.

Hari Trisuci Waisak dilakukan umat Buddha untuk merayakan tiga peristiwa penting dalam ajaran Buddha, yakni kelahiran Sidharta Gautama, Sang Buddha mencapai penerangan sempurna, dan wafat Buddha Gautama.

Supriyadi mengapresiasi seluruh rangkaian perayaan Waisak di Candi Mendut dan Candi Borobudur yang dilakukan umat Buddha Indonesia.

"Hari ini pengambilan api dari Mrapen untuk disemayamkan di Candi Mendut," katanya.

Para Biksu melakukan Pradaksina dengan membawa Api Dharma Waisak
Sejumlah Bhiksu melakukan pradaksina atau mengelilingi candi membawa Api Dharma dengan obor yang diambil dari api abadi Mrapen Kabupaten Grobogan saat prosesi penyemayaman Api Dharma Waisak 2018 di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (27/5). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Ia mengharapkan umat Buddha menjadikan api dharma Waisak sebagai penyulut spirit untuk terus memperkuat keyakinannya.

"Mudah-mudahan api dharma ini menjadi spirit untuk tetap berkeyakinan dengan Buddha Dharma. Dengan bersemayam dharma, umat Buddha Indonesia taat beragama dan taat sebagai warga negara, dan terus berkarya mengabdikan diri bagi bangsa dan negara," katanya.

Rencananya para biksu dan umat Buddha melakukan pengambilan air berkah Waisak di Umbul Jumprit Kabupaten Temanggung untuk dibawa dan disemayamkan di Candi Mendut pada Senin (28/5). Air berkah itu juga salah satu sarana pujabakti Waisak.

Pada Hari Waisak, Selasa (29/5) umat akan berjalan kaki dari Candi Mendut ke Candi Borobudur sejauh sekitar tiga kilometer dengan membawa berbagai sarana pujabakti itu. Saat detik-detik Waisak pada pukul 21.19.13 WIB, umat Buddha bersama para biksu bermeditasi selama beberapa saat di pelataran Candi Borobudur.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Promosi Borobudur, Kemenpar Selenggarakan Famtrip Vesak Day

#Hari Raya Waisak #Buddha #Candi Borobudur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tradisi
Arkeolog Prediksi Temuan Stupa di Proyek Jalan Boyolali dari Era Klasik Buddha Abad ke-8
Struktur stupa diperkirakan berasal dari era klasik Buddha abad ke-8 hingga ke-10 Masehi dengan ragam hias flora.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Arkeolog Prediksi Temuan Stupa di Proyek Jalan Boyolali dari Era Klasik Buddha Abad ke-8
Berita Foto
Festival Illumination of Jakarta: Glow of Peace Semarakkan Hari Waisak di Jakarta
Warga berjalan dengan lampu Borobudur dalam Festival Illumination of Jakarta: Glow of Peace di Bundaran HI, Jakarta, Jum'at (29/5/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 29 Mei 2026
Festival Illumination of Jakarta: Glow of Peace Semarakkan Hari Waisak di Jakarta
Indonesia
Hari Raya Waisak, CFD Jakarta 31 Mei 2026 Ditiadakan
Pemprov DKI Jakarta resmi meniadakan CFD pada Minggu, 31 Mei 2026, karena bertepatan dengan peringatan Hari Raya Waisak 2570.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Hari Raya Waisak, CFD Jakarta 31 Mei 2026 Ditiadakan
Indonesia
Jelang Hari Raya Waisak, Bhikkhu Thudong yang Jalan Kaki ke Borobudur Mampir di Vihara Dhamma Sundara, Solo
Sebelumnya Bhikkhu Thudong mulai berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah untuk memperingati puncak Hari Raya Waisak.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Jelang Hari Raya Waisak, Bhikkhu Thudong yang Jalan Kaki ke Borobudur Mampir di Vihara Dhamma Sundara, Solo
Indonesia
Borobudur Tambah Kuota Wisatawan dari 1.200 Jadi 4.000 Sehari Jadi Sorotan Parlemen
Kapasitas Borobudur yang semula hanya membolehkan maksimal 1.200 orang sekarang menjadi 4.000 pengunjung setiap hari selama delapan jam.
Wisnu Cipto - Selasa, 02 Desember 2025
Borobudur Tambah Kuota Wisatawan dari 1.200 Jadi 4.000 Sehari Jadi Sorotan Parlemen
Dunia
Junta Militer Myanmar Bombardir Acara Festival Buddha Tewaskan 32 Orang, 50 Luka-Luka
Acara keagamaan Festival Cahaya Buddha biasa dirayakan pada bulan purnama Thadingyut, bulan ketujuh dalam kalender tradisional Myanmar.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Oktober 2025
Junta Militer Myanmar Bombardir Acara Festival Buddha Tewaskan 32 Orang, 50 Luka-Luka
Indonesia
Siti Hartati Murdaya Terima Gelar Doktor Honoris Causa Bidang Global Buddhism dari RMUTK, Punya Kontribusi Besar dalam Kerukunan Antarumat dan Kemanusiaan
Hartati Murdaya dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam memajukan agama Buddha, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta mengembangkan kegiatan sosial dan kemanusiaan baik di Indonesia maupun dunia.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 September 2025
Siti Hartati Murdaya Terima Gelar Doktor Honoris Causa Bidang Global Buddhism dari RMUTK, Punya Kontribusi Besar dalam Kerukunan Antarumat dan Kemanusiaan
Indonesia
Prabowo-Macron Nanjak Borobudur Pakai 'Stair Lift', Endingnya Presiden Prancis Sentuh Patung Buddha
Bersama Presiden Prabowo sampai di stupa paling atas, menikmati keliling-keliling, melihat relief, melihat candi
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Mei 2025
Prabowo-Macron Nanjak Borobudur Pakai 'Stair Lift', Endingnya Presiden Prancis Sentuh Patung Buddha
Indonesia
Di Borobudur bersama Macron, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Toleransi dan Budaya
Indonesia dan Prancis adalah dua bangsa besar yang memiliki sejarah panjang serta peradaban yang kaya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 Mei 2025
Di Borobudur bersama Macron, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Toleransi dan Budaya
Indonesia
Ahli Arkeologi Khawatir Pemasangan Stairlift di Candi Borobudur, Bisa Rusak Struktur Candi
IAAI juga mengingatkan bahwa segala kegiatan di area Candi Borobudur harus mengikuti aturan hukum dan pedoman pelestarian, baik dari pemerintah Indonesia maupun dari lembaga internasional.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Mei 2025
Ahli Arkeologi Khawatir Pemasangan  Stairlift di Candi Borobudur, Bisa Rusak Struktur Candi
Bagikan