Pamer Saldo di Media Sosial Bisa Ganggu Kejiwaan
Beberapa orang akan mengalami dampak buruk bagi psikologisnya. (Foto: Unsplash/Eduardo Soares)
TAK semua tren di media sosial bernilai positif. Banyak juga kok yang malah 'menyesatkan' dan 'meresahkan'. Seperti yang belakangan lagi viral di Tiktok, yakni tantangan pamer saldo ATM lewat struk atau aplikasi uang digital.
Tanpa disadari, tantangan itu bisa menimbulkan dampak buruk secara psikologis bagi masyarakat, terlebih di kondisi sulit masa pandemi ini.
“Ada orang yang dapat menerima tren tersebut dengan reaksi biasa saja, ada yang menjadi terbebani, ada yang menjadi irit atau bahkan tertekan,” kata psikolog Kasandra Putranto dari Universitas Indonesia, dikutip ANTARA.
Menurutnya, fenomena itu ramah di media sosial akibat ulah sebagian masyarakat yang berlomba-lomba mengejar ketenaran dan keberuntungan. Tekanan akibat pembatasan aktivitas sosial secara fisik, termasuk work from home menjadi salah satu faktor kemunculan tren-tren baru di masyarakat. Salah satunya konten pamer saldo ATM yang sedang viral di TikTok.
Baca juga:
“Pada dasarnya di masa kini, semua orang berlomba-lomba mengejar fame and fortune. Berbagai upaya dimaksimalkan untuk menggapai cita-cita tersebut di era digital ini,” katanya.
Risiko yang dialami masyarakat akibat tren itu, lanjut Kasandra, bermacam-macam tergantung dari kondisi psikologis setiap orang. Namun yang jelas, tren itu bisa menimbulkan berbagai efek bagi masyarakat.
Menurut Kasandra, media sosial dan aktivitas di dalamnya sangat berdampak besar bagi kesehatan mental seseorang.
“Sekarang muncul fenomena adiksi medsos yang membuat seseorang terganggu fungsi kehidupannya, sehingga lalai melakukan hal-hal penting dalam hidupnya,” jelas Kasandra.
Baca juga:
“Serba instan, ingin segera memperoleh apa yang diinginkan, bahkan banyak kejahatan mengintai di balik media sosial. Mulai dari kekerasan (fisik), kekerasan seksual, penipuan, perampokan, judi online, sampai ancaman pembunuhan,” lanjutnya.
Ia menegaskan beraktivitas di media sosial secara berlebihan dan bukan untuk hal-hal positif, bisa menimbulkan dampak buruk psikologis. Banyak dari sebagian masyarakat yang merasa stres akibat terlalu banyak terpapar medsos.
Itulah mengapa bermain media sosial harus dibatasi. Jika sudah sampai merasa stres, Kasandra menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan psikolog klinis atau psikiater.
Ia juga mengingatkan kreator yang terlibat dalam pamer saldo ATM untuk tetap membayar pajak penghasilan yang diperoleh.
“Jangan lupa pamer saldo bakal dikejar Ditjen Pajak loh ya. Jangan lupa lapor pajak untuk setiap penghasilan yang diperoleh karena pajak digunakan untuk membangun negeri,” tutupnya. (and)
Baca juga:
Penyidik Korek Aliran Dana Cleaning Service Kejagung yang Diduga Bersaldo Ratusan Juta
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Lagu “Tega” Rita Sugiarto Viral Lagi, Bagian Liriknya Dijadikan Tantangan Kreator TikTok
Lirik Lengkap "LOVE YOU LESS" dari Joji, Lagu Wajib Buat Korban Ghosting dan PHP
Viral di TikTok! Lagu ‘Die On This Hill’ Sienna Spiro, Ini Dia Liriknya
Viral Guru Dikeroyok Murid, DPR Soroti Etika dan Karakter Pendidikan
Akun X Bruno Fernandes Kena Hack, Manchester United Langsung Angkat Bicara
Kemhan Buka Suara soal BMW Berpelat Dinas yang Viral di Media Sosial
Lirik Lagu Jangan Tunggu Lama-lama, Dangdut Lawas yang Viral Lagi di TikTok
Lirik Bila Kau Tak di Sampingku Sheila On 7, Lagu Paling Melankolis yang Bikin Hati Terkikis
“In The End” Linkin Park Kembali Viral, Disebut Mirip Abyss Stranger Things
Grok AI Belum Punya Filter Pornografi, DPR Tuntut Langkah Proaktif Kemkomdigi