PAM Jaya jadi Orangtua Asuh 50 Anak Stunting di Jakarta Pusat

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 11 Juli 2023
PAM Jaya jadi Orangtua Asuh 50 Anak Stunting di Jakarta Pusat

Kegiatan Dharma Wanita PAM Jaya dalam program Jakarta Bergerak Atasi Stunting. Foto: Istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dharma Wanita PAM Jaya dan TP PKK Jakarta Pusat berupaya meningkatkan gizi 50 anak-anak kekurangan gizi di Jakarta Pusat dengan menjadi orangtua asuh stunting. Hal ini merupakan bagian dari program Jakarta Bergerak Atasi Stunting (Jakarta BERAKSI).

Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma mengatakan, asupan gizi yang seimbang dan berkualitas merupakan kerja bersama, bukan hanya dari pemerintah saja tapi kami menggandeng juga badan usaha.

Baca Juga

PAM Jaya Bangun Reservoir Komunal di Duri Kosambi

"Di Kelurahan Bendungan Hilir (Benhil), kebetulan PAM JAYA mau ambil bagian mengintervensi masalah stunting dan kebetulan aktivitas keseharian PAM JAYA berada di wilayah Benhil," kata Dhany dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/7).

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita PAM JAYA, Lya Arief mengatakan, sebanyak 50 anak-anak yang diasuh tersebut akan ditingkatkan gizinya. Mereka akan diberikan makanan dengan gizi seimbang dan berkualitas sebanyak 2 kali 1 hari selama 90 hari.

"Dharma Wanita PAM JAYA, bersinergi dengan Walikota Jakarta Pusat melalui TP PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat akan melakukan monitoring atas menu harian setiap anak serta distribusinya," katanya.

Monitoring mengenai standar gizi dan distribusi makanan menjadi hal yang krusial sebab tujuan utama dari program ini adalah penurunan angka stunting di Jakarta.

Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi anak usia di bawah 5 tahun (balita) DKI Jakarta mencapai 14,8 persen pada 2022.

Baca Juga

PAM Jaya Lakukan Penyesuaian Tarif Pelanggan Master Meter di Jakut

Artinya, sekitar 14 dari 100 balita di Ibu Kota memiliki tinggi badan di bawah rata-rata anak seusianya. Angka prevalensi DKI Jakarta tersebut menurun dibanding 2021, sekaligus mencapai level terbaiknya dalam tujuh tahun terakhir.

"Jakarta telah menghasilkan pencapaian bagus dalam penurunan stunting. Maka, dengan kolaborasi, baik itu pemerintah, Badan Usaha Milik Daerah, private sector, dan seluruh pihak, kita berharap penurunan stunting di Jakarta ke depannya bisa menyentuh angka 0," tuturnya.

Dharma Wanita PAM Jaya, lanjut Lya, akan mengembangkan bantuan penurunan stunting ke lima wilayah administrasi Jakarta lainnya, seperti Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga ke Kepulauan Seribu.

Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat Ucu Jamilah mengapresiasi sinergi dan bantuan yang dilakukan Dharma Wanita PAM Jaya kepada pihaknya.

"Sesuai tagline kita saat ini, Sukses Jakarta untuk Indonesia. Maka, kesuksesan Jakarta dalam menghapus stunting, akan menjadi cerminan bagi Indonesia," kata Ucu.

Ucu Jamilah menambahkan, saat ini stunting di Jakarta Pusat menurun dari 7,37 persen di tahun 2020 menjadi 2,97 persen di tahun 2021.

"Penurunan stunting sudah terlihat di Jakarta Pusat, namun masih ada. Maka, kita perlu memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam berbagai program yang berdampak langsung pada masyarakat," kata Ucu. (Asp)

Baca Juga

PAM Jaya Targetkan Pembangunan IPA Buaran III Rampung Tahun 2025

#Walikota Jakarta Pusat #Jakarta Pusat #Stunting #Kekurangan Gizi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan angka stunting Jakarta turun dari sekitar 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Indonesia
Akhirnya, Akses Jalan Lematang Cideng Jakarta Pusat Dibuka Setelah 15 Tahun Diportal
Akses Jalan Lematang RW 02, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat dibuka kembali setelah 15 tahun tertutup pagar.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Akhirnya, Akses Jalan Lematang Cideng Jakarta Pusat Dibuka Setelah 15 Tahun Diportal
Indonesia
Apa itu Beras Fortifikasi? Kenali Perbedaannya dengan Beras Biasa yang Kini Wajib Dipakai MBG
Apa itu beras fortifikasi yang dipakai MBG berbeda dengan beras biasa. Beras ini memiliki kandungan berbagai zat gizi mikro.
Soffi Amira - Selasa, 04 Agustus 2026
Apa itu Beras Fortifikasi? Kenali Perbedaannya dengan Beras Biasa yang Kini Wajib Dipakai MBG
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: 500 Juta Anak Kurang Gizi karena MBG Diliburkan
Unggahan berisi klaim “500 juta anak kekurangan gizi usai MBG diliburkan” merupakan konten palsu.
Frengky Aruan - Selasa, 14 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: 500 Juta Anak Kurang Gizi karena MBG Diliburkan
Indonesia
Belasan Kasus Narkoba Terbongkar dalam Sebulan di Jakarta Pusat, 35 Ribu Orang Terselamatkan
Selama Juni 2026 itu, Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat menangani 12 perkara narkotika dengan total 15 tersangka.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Belasan Kasus Narkoba Terbongkar dalam Sebulan di Jakarta Pusat, 35 Ribu Orang Terselamatkan
Indonesia
Wali Kota Jakpus Respons Warga yang Tolak Relokasi Sekretariat RW akibat Dapur MBG
Arifin akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
Wali Kota Jakpus Respons Warga yang Tolak Relokasi Sekretariat RW akibat Dapur MBG
Berita
SOYJOY Nutrition Award 2026 Apresiasi 213 Program Gizi, Soroti Inovasi Penanganan Stunting dan Kesehatan Masyarakat
SOYJOY Nutrition Award 2026 menghimpun 213 program gizi dari berbagai daerah. Hampir separuh program berfokus pada penanganan stunting.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
SOYJOY Nutrition Award 2026 Apresiasi 213 Program Gizi, Soroti Inovasi Penanganan Stunting dan Kesehatan Masyarakat
Indonesia
Waspada! Risiko Stunting Anak Indonesia Bisa Melonjak Tinggi
Prevalensi stunting tahun 2022 menurut Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) sebesar 21,6 persen dan meningkat dengan adanya El Nino ini sampai bertambah 15-25 persen
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 19 Mei 2026
Waspada! Risiko Stunting Anak Indonesia Bisa Melonjak Tinggi
Indonesia
Ikan Sapu-Sapu Langsung Dihancurkan, Wali Kota Jakpus: Agar tak Disalahgunakan
Berdasarkan kajian, ikan sapu-sapu berpotensi mengandung zat berbahaya seperti bakteri dan logam berat karena hidup di perairan tercemar.
Dwi Astarini - Jumat, 17 April 2026
Ikan Sapu-Sapu Langsung Dihancurkan, Wali Kota Jakpus: Agar tak Disalahgunakan
Indonesia
Pemkot Jakarta Pusat Keruk Bantaran Kali Ciliwung, Banyak Sampah dan Alirannya Mampet
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin memantau langsung kerja bakti pembersihan kali Ciliwung bersama Camat Menteng Nurhelmi Savitri beserta jajarannya.
Dwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Pemkot Jakarta Pusat Keruk Bantaran Kali Ciliwung, Banyak Sampah dan Alirannya Mampet
Bagikan