Headline

Palestina Tuding Amerika Berada Dibalik Pembangunan Pemukiman Israel di Tepi Barat

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 10 Januari 2018
Palestina Tuding Amerika Berada Dibalik Pembangunan Pemukiman Israel di Tepi Barat

Tentara Israel melihat tanda pengenal pria Palestina di pos pemeriksaan dekat kota Nablus, Tepi Barat (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Palestina makin gerah saja dengan tindak-tanduk Amerika Serikat di wilayahnya. Menteri Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina Riad Al-Malki menyalahkan AS terkait rencana permukiman baru Israel di Tepi Barat dan mengatakan itu memberi lampu hijau buat kegiatan permukiman.

Al-Malki mengeluarkan pernyataan tersebut sebagai reaksi terhadap rencana yang baru diumumkan oleh Israel untuk membangun 1.285 unit permukiman di Tepi Barat.

Tindakan Israel itu dilakukan sebagai hasil dari pengakuan Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan kegagalan masyarakat internasional untuk menyatakan Israel bertanggung-jawab atas tindakannya, kata Menteri Palestina tersebut dalam satu pernyataan kepada stasiun radio resmi Palestina (Voice of Palestine).

Al Maliki Rabu (10/1) menyatakan bahwa satu pertemuan menteri luar negeri Arab dijadwalkan diselenggarakan di Ibu Kota Yordania, Amman, paling lambat akhir bulan ini. Pertemuan itu bertujuan membahas tindakan mendatang Arab sebagai akibat dari tindakan AS mengenai Yerusalem.

Sementara itu, Khader Habib, pemimpin senior Jihad Islam di Jalur Gaza, mengatakan penting untuk melancarkan Intifadah Palestina, atau perlawanan terhadap Israel di wilayah Palestina.

Ia mengatakan Intifadah meletus sebagai reaksi atas keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Habib mengatakan kepada demonstran di bagian selatan Jalur Gaza bahwa Pemerintah Otonomi Palestina "harus memutuskan koordinasi keamanan dengan Zionis dan PLO harus mencabut pengakuannya buat kesatuan ini".

Sebelumnya, kedua kelompok tersebut mereka menerima undangan untuk menghadiri pertemuan Dewan Sentral Palestina (PCC), atau Parlemen PLO, yang dijadwalkan diselenggarakan di Tepi Barat pada 14 Januari.

Dewan tersebut juga akan membahas kemungkinan memasukkan HAMAS dan Jihad Islam ke dalam Komite Eksekutif PLO.

Sebagaimana dilansir Antara, Israel menyetujui pembangunan ratusan rumah baru di Tepi Barat, yang didudukinya, kata Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman pada Selasa.

Permukiman adalah salah satu masalah paling panas dalam upaya perundingan kembali perdamaian Israel-Palestina, yang terhenti sejak 2014.

Warga Palestina menginginkan Tepi Barat untuk negara masa depan mereka, bersama dengan Yerusalem Timur dan Jalur Gaza. Sebagian besar negara menganggap tidak sah permukiman Israel, yang dibangun di wilayah yang dicaploknya dalam perang Timur Tengah pada 1967.

Israel membantah bahwa permukimannya tidak sah dan mengatakan masa depan mereka harus ditentukan dalam perundingan perdamaian dengan Palestina.

Pemerintah Israel pada Rabu menyetujui pembangunan 1.285 rumah yang akan dibangun pada 2018 dan merencanakan pembangunan lebih lanjut 2.500 rumah lain di sekitar 20 permukiman berbeda, kata Lieberman dalam pernyataan.(*)

#Amerika Serikat #Palestina #Konflik Palestina #Yerusalem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Bagikan