Pakar Hukum Dorong Pendidikan HAM dan Demokrasi Diperkuat dalam RUU Polri

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Pakar Hukum Dorong Pendidikan HAM dan Demokrasi Diperkuat dalam RUU Polri

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Foto: MerahPutih/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PENGUATAN pendidikan hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi dalam institusi kepolisian dinilai perlu menjadi perhatian dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri. Hal itu disampaikan dosen Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Fritz Edward Siregar, dalam rapat kerja Komisi III DPR RI yang membahas RUU Polri di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (2/6).


Dalam rapat tersebut, Fritz menegaskan pendidikan HAM bukan sekadar pelengkap dalam sistem pendidikan kepolisian, melainkan bagian dari standar profesionalisme aparat penegak hukum.


Menurut dia, kewenangan yang dimiliki Polri bersentuhan langsung dengan hak-hak dasar warga negara, termasuk kebebasan tubuh, mobilitas, dan martabat manusia. Oleh karena itu, pemahaman mengenai HAM perlu menjadi bagian integral dalam proses pembentukan, pelatihan, promosi jabatan, evaluasi kinerja, hingga etika profesi anggota kepolisian.

Dalam konteks kepolisian, HAM bukan beban tambahan. Pendidikan hak asasi manusia merupakan standar profesionalisme kepolisian.


 Dosen Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Fritz Edward Siregar,




Ia menilai penguatan pendidikan HAM justru akan memperkuat legitimasi tindakan kepolisian. Dengan pemahaman yang baik mengenai prinsip-prinsip HAM, tindakan aparat dapat dilakukan secara lebih proporsional, sah secara hukum, dan memperoleh kepercayaan publik yang lebih besar.



Baca juga:

Bahas RUU Polri, Sahroni Minta Polisi Punya Hak Koreksi Komnas HAM

Dalam paparannya, Fritz juga mengingatkan agar pembahasan RUU Polri tidak ditempatkan dalam kerangka yang terlalu sederhana, yakni antara memperkuat dan membatasi kewenangan kepolisian. Menurut dia, dalam negara hukum yang demokratis, penguatan institusi dan pembatasan kewenangan harus berjalan secara seimbang. Oleh karena itu, revisi regulasi perlu diarahkan untuk memperjelas dasar hukum, batas kewenangan, mekanisme pengawasan, dan sistem akuntabilitas Polri.


“RUU Polri perlu dipahami bukan sebagai perluasan kekuasaan tanpa batas, melainkan sebagai kesempatan untuk memberi dasar hukum, batas kewenangan, mekanisme pengawasan, dan akuntabilitas yang lebih jelas,” katanya.


Fritz menilai pembahasan RUU Polri merupakan momentum penting untuk mengubah agenda reformasi kepolisian menjadi mekanisme yang konkret, mulai dari aspek hukum, pengawasan, akuntabilitas, hingga pendidikan kelembagaan.


Ia menutup paparannya dengan menegaskan institusi Polri perlu menjadi lembaga yang kuat karena hukum, dipercaya karena akuntabilitas, dan dihormati karena menjalankan kewenangannya dengan tetap menjaga martabat manusia.(Pon)

Baca juga:

Komisi III DPR Bentuk Panja RUU Polri, Habiburokhman Jadi Ketua

#Komisi III DPR #RUU Polri #HAM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tak Cukup Tangkap Pengedar, Pemberantasan Narkoba Harus Putus Jaringan Produksi
Keterlibatan langsung pemimpin Polri menjadi bentuk komitmen dalam melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Tak Cukup Tangkap Pengedar, Pemberantasan Narkoba Harus Putus Jaringan Produksi
Indonesia
Wacana Larangan Total Vape di Indonesia, DPR Soroti Bahaya Narkoba Cair
Komisi III DPR mendukung usulan Kapolri untuk melarang total vape di Indonesia. Hal itu terkait temuan narkoba dalam liquid vape.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Wacana Larangan Total Vape di Indonesia, DPR Soroti Bahaya Narkoba Cair
Indonesia
Kenapa Kapolri Suyudi Disebut Harus Tancap Gas Tata Internal Polri? Ini Kata Komisi III DPR
Soedeson Tandra mengungkap alasan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto perlu segera menata internal Polri, termasuk perombakan sejumlah Kapolda.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Kenapa Kapolri Suyudi Disebut Harus Tancap Gas Tata Internal Polri? Ini Kata Komisi III DPR
Berita Foto
Komjen Pol Suyudi Ario Seto Jalani Fit and Proper Test Calon Kapolri dengan Komisi III DPR
Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat menjalani Fit and Proper Test Calon Kapolri dengan Komisi III DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 01 Oktober 2026
Komjen Pol Suyudi Ario Seto Jalani Fit and Proper Test Calon Kapolri dengan Komisi III DPR
Indonesia
Profil Komjen Suyudi, Jagoan Reserse yang Diajukan Prabowo Jadi Kapolri
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto sebagai calon tunggal Kapolri guna menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Profil Komjen Suyudi, Jagoan Reserse yang Diajukan Prabowo Jadi Kapolri
Indonesia
Jalan Mulus Suyudi Gantikan Kapolri Listyo Sigit: Supres Masuk Kemarin, Hari Ini Lolos Tes Komisi III
Komisi III DPR RI secara aklamasi menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam fit and proper test.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Jalan Mulus Suyudi Gantikan Kapolri Listyo Sigit: Supres Masuk Kemarin, Hari Ini Lolos Tes Komisi III
Indonesia
RUU Perampasan Aset Bukan untuk Tekan Lawan Politik, DPR: Sasar Kejahatan Terorganisasi
DPR RI menegaskan bahwa RUU Perampasan Aset bukan untuk menekan lawan politik. Masyarakat diminta untuk tak khawatir.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
RUU Perampasan Aset Bukan untuk Tekan Lawan Politik, DPR: Sasar Kejahatan Terorganisasi
Indonesia
Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026 meski Ada Penolakan
Pengesahan RUU Perampasan Aset belum tentu membuat kelompok yang selama ini kontra terhadap pemerintah berhenti menyampaikan tuntutan. 

Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026 meski Ada Penolakan
Indonesia
Komisi III DPR Minta Rekening Koordinator AMPB Dibuka Hari Ini
Komisi III menilai rekening Supriyono sebaiknya dapat kembali digunakan. 

Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Komisi III DPR Minta Rekening Koordinator AMPB Dibuka Hari Ini
Indonesia
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026, Cuma Punya Waktu 8 Minggu
Komisi III DPR kebut pembahasan RUU Perampasan Aset. RUU tersebut segera disahkan Desember 2026.
Soffi Amira - Rabu, 26 Agustus 2026
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026, Cuma Punya Waktu 8 Minggu
Bagikan