MERAHPUTIH.COM - KETUA Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan pihaknya tidak menginginkan terjadinya gesekan antara Polri dan Kejaksaan Agung di tengah polemik penanganan perkara mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Febrie Adriansyah.
Pernyataan itu disampaikan Habiburokhman setelah mengundang Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam agenda di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/7).
"Kami sayang dengan dua institusi ini, kita enggak ingin terjadi gesekan. Tadi kami undang, saya foto, mereka tertawa dengan gembira. Alhamdulillah. Semoga di masa depan semakin landai," kata Habiburokhman.
Politikus Partai Gerindra itu menilai Polri dan Kejaksaan Agung merupakan dua institusi penegak hukum yang sama-sama memiliki peran penting dalam penegakan hukum di Indonesia. Oleh karena itu, hubungan keduanya harus tetap terjaga dengan baik.
Baca juga:
Komisi III DPR Buka Suara soal Pengganti Febrie Adriansyah di Kursi Jampidsus
Menurut dia, Komisi III DPR memberikan apresiasi terhadap kinerja kedua lembaga tersebut dalam menjalankan tugas negara. "Pak Kapolri itu orang baik, Pak Jaksa Agung orang baik, institusi Polri juga sudah bekerja sangat baik, institusi Kejaksaan bekerja amat baik," ujarnya.
Habiburokhman mengaku khawatir polemik yang berkembang terkait dengan perkara Febrie Adriansyah dapat memunculkan persepsi adanya ketegangan antarlembaga penegak hukum. Ia berharap situasi tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu penegakan hukum.
Kami sangat khawatir jangan sampai terjadi gesekan antar institusi terkait dengan kasusnya Pak Febrie.
Habiburokhman, Ketua Komisi III DPR RI
Di sisi lain, Komisi III DPR mendukung langkah Polri yang menyerahkan penanganan perkara tersebut kepada Kejaksaan Agung. Menurut Habiburokhman, keputusan itu menunjukkan penghormatan terhadap mekanisme hukum yang berlaku.
Ia meyakini Kejaksaan Agung akan menangani perkara tersebut secara profesional dan independen.
"Walaupun memeriksa sesama jaksa, pasti acuannya adalah hukum dan keadilan," ujar Habiburokhman.(Pon)
Baca juga:
Selidiki Kasus Mantan Jampidsus, Kejagung Bentuk Tim Khusus Tidak Dekat Dengan Febrie

