Sains

Pakar Gigi: Rontgen Gigi Tak Perlu Lagi Baju Pelindung

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Selasa, 07 November 2023
Pakar Gigi: Rontgen Gigi Tak Perlu Lagi Baju Pelindung

Penggunaan baju pelindung kemungkinan akan berlanjut, karena memberikan rasa perlindungan. (Foto: Pexels/Cottonbro Studio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DUNIA kesehatan gigi memiliki kesimpulan baru. Baju pelindung dari bahan timah yang berat tidak lagi diperlukan selama rontgen gigi rutin.

Demikian hasil kesimpulan studi kelimun radiologi gigi profesional American Academy of Oral and Maxillofacial Radiology yang diterbitkan baru-baru ini di The Journal of American Dental Association.

Potensi paparan bagian tubuh lain terhadap apa yang oleh para ilmuwan sebut sebagai “penyebaran radiasi eksternal” tidak lagi menjadi ancaman kesehatan karena teknologi rontgen gigi modern lebih aman.

Radiografi gigi telah menjadi praktik standar selama sekitar 70 tahun. Rontgen gigi dapat membantu penyedia layanan kesehatan gigi mendeteksi kerusakan gigi, penyakit tulang dan gusi, infeksi, dan tumor.

Para penulis pedoman baru ini meneliti risiko kanker tiroid setelah paparan sinar-X gigi. Juga potensi dampaknya terhadap orang hamil dan bayinya yang belum lahir.

Baca juga:

NASA Temukan Asteroid Bernama Dinky yang Miliki Bulan Sendiri

baju pelindung
Potensi paparan radiasi tidak lagi menjadi ancaman karena rontgen gigi modern lebih aman. (Foto: Freepik/Wavebreakmedia-micro)

“Ada banyak bukti dalam literatur ilmiah yang menunjukkan bahwa baju pelindung dan kalung tiroid tidak memberikan manfaat tambahan apa pun,” kata mitra bestari, Aruna Ramesh, DMD, seorang profesor dan dekan bidang akademik di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Tufts, dalam sebuah pernyataan yang diberitakan WebMD (3/11).

"Dosis radiasi yang terpapar pada orang hamil harus 10.000 hingga 30.000 kali lebih tinggi agar berpotensi membahayakan bayi yang belum lahir," ungkap para penulis.

Namun, penggunaan baju pelindung mungkin akan terus berlanjut untuk saat ini, karena memberikan rasa perlindungan kepada pasien gigi.

Baca juga:

Perangkat AI ini Bisa Hentikan Gejala Menopause

rontgen gigi
Rontgen gigi dapat membantu penyedia layanan kesehatan gigi mendeteksi kerusakan gigi. (Foto: Pexels/Cedric Fauntleroy)

“Baju pelindung memainkan peran yang sangat penting dalam psikologi pasien kami,” ujar profesor dan direktur radiologi mulut dan maksilofasial Hugo Campos di Tufts.

Alasan lain mengapa baju pelindung tidak akan ditinggalkan dalam waktu dekat adalah karena undang-undang negara bagian di AS biasanya masih mewajibkan hal tersebut. Proses untuk mengubah persyaratan tersebut agar sesuai rekomendasi baru diperkirakan akan berjalan lambat.

Menghilangkan baju pelindung sebenarnya dapat mengurangi jumlah paparan radiasi yang dialami seseorang. Ini karena kerah baju pelindung tersebut kadang dapat mengganggu pengambilan gambar yang jelas sehingga memerlukan pengambilan gambar kedua. Dengan begitu, ada kemungkinan tambahan paparan radiasi. (aru)

Baca juga:

Mesin Cuci Bukaan Depan dan Bukaan Atas, Mana yang Lebih Baik?

#Sains #Kesehatan #Gigi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dunia
Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Penilaian dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menemukan 96 persen sistem terumbu karang air dangkal kritis dan dapat lenyap pada 2075.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
 Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Lifestyle
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Wahana penjelajah NASA, Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER), dijadwalkan untuk memulai misi ke wilayah kutub selatan bulan pada 2027.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Lifestyle
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Jika berhasil, ini akan menjadi kali pertama sampel dari Mars atau bulan-bulannya dikembalikan untuk dianalisis di laboratorium di Bumi.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan