Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Teknologi

Perangkat AI ini Bisa Hentikan Gejala Menopause

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Kamis, 02 November 2023
Perangkat AI ini Bisa Hentikan Gejala Menopause

Studi ini telah mengembangkan algoritma pembelajaran mesin (AI) yang dapat memprediksi hot flash. (Foto: Freepik/Bearfotos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEREMPUAN usia menopause sering mengalami gejala vasomotor. Tandanya, peningkatan suhu tubuh secara tiba-tiba. Gejala ini dialami oleh 75 persen perempuan menopause.

Gejala yang disebut juga sebagai hot flash itu telah menarik perhatian setelah obat oral baru disetujui dan hasil penelitian yang menghubungkannya dengan Alzheimer, penyakit jantung, dan stroke.

Perkembangan studi tersebut kini bertambah berkat hasil penelitian dari Universitas Massachusetts Amherst dan Embr Labs (spin-off Massachusetts Institute of Technology). Tim peneliti menyatakan bahwa mereka telah mengembangkan algoritma pembelajaran mesin (AI) yang dapat memprediksi hot flash.

Ide mereka adalah menggabungkan algoritma ini dengan produk bernama Embr Wave, perangkat wearable seperti jam tangan yang dapat memancarkan kesejukan (atau kehangatan) pada kulit sensitif di bagian dalam pergelangan tangan.

Perangkat yang dapat memberikan kelegaan pada seluruh tubuh ini dijual seharga 299 USD atau sekitar Rp 4,7 juta dan disebut-sebut sebagai cara untuk mengatasi hot flash akibat menopause.

Baca juga:

Tanda Gejala Menopause Dimulai di Umur 40 Tahun

hot flash
Perangkat akan secara otomatis meminta pendinginan yang dapat menghentikan hot flash. (Foto: Pexels/RDNE Stock project)

"Begitu algoritma ditambahkan, perangkat itu akan dapat terus memantau sinyal fisiologis, suhu kulit, suhu tubuh, keringat, tingkat aktivitas, atau detak jantung, dan mengidentifikasi indikator awal bahwa hot flash sedang terjadi," kata Michael Busa, Director of the Center for Human Health and Performance, yang memimpin tim yang mengembangkan algoritma tersebut, seperti diwartakan oleh webmd.com.

Busa menjelaskan, data tersebut akan dikirim ke platform komputasi di cloud yang memungkinkan algoritma dapat menandai tanda-tanda terjadinya hot flash yang akan datang.

Perangkat akan secara otomatis meminta pendinginan dalam waktu kurang dari satu detik, yang secara efektif dapat menghentikan hot flash atau setidaknya membantu menghilangkannya.

“Selalu ada minat yang besar terhadap segala sesuatu yang non-hormonal dan efektif dalam pengobatan hot flash,” kata Karen Adams, OB/GYN dan Director of the Menopause and Healthy Aging Program di Stanford University, yang tidak terlibat dalam pengembangan teknologi ini.

Terapi hormon adalah pengobatan utama yang memakan waktu tiga hingga empat minggu untuk mengurangi rasa panas. “Tetapi beberapa perempuan tidak mau mengonsumsi estrogen, atau tidak boleh mengonsumsinya karena kontraindikasi medis,” kata Adams.

Untuk pengobatan non-hormonal, FDA menyetujui obat oral fezolinetant (Veozah) pada Mei. Obat antidepresan juga dapat digunakan sebagai pengobatan lini pertama pada mereka yang tidak dapat mengonsumsi estrogen. Obat oral lainnya adalah elinzanetant, yang sedang dalam uji klinis tahap akhir.

Namun, hanya ada sedikit penelitian klinis yang meneliti terapi pendinginan sebagai pengobatan untuk hot flash. Itu adalah sesuatu yang diharapkan dapat diubah oleh pembuat perangkat ini.

Baca juga:

Panduan untuk Mempersiapkan Menopause

hot flash
Kinerja algoritma ini telah diukur menggunakan data dari perempuan yang mengalami hot flashes. (Foto: Freepik/Karlyukav)

“Meskipun faktanya mencari bantuan pendinginan adalah respons alami langsung perempuan terhadap timbulnya hot flash, penelitian yang dilakukan untuk memahami manfaat terapi alami ini masih terbatas,” kata Chief Technology Officer Matthew Smith, PhD di Embr Labs.

“Hal ini sebagian disebabkan karena belum adanya teknologi yang dapat memberikan pendinginan secara langsung dan dapat direproduksi,” ujarnya

Kinerja algoritma ini telah diukur menggunakan data dari perempuan yang mengalami hot flash. Hasilnya telah diserahkan untuk dipublikasikan.

Embr Wave telah terbukti membantu perempuan menopause yang mengalami hot flash untuk tidur lebih nyenyak. Ini juga telah diuji sebagai terapi hot flashes yang berhubungan dengan pengobatan kanker. (aru)

Baca juga:

Hadapi Menopause dengan Diet Gavelston

#Teknologi #Sains #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Tekno
POCO X8 Kantongi Sertifikasi NBTC dan IMDA, Bakal Bawa Baterai 9.000 mAh?
POCO X8 kini muncul di sertifikasi NBTC dan IMDA. HP tersebut merupakan rebranding dari Redmi Note 17 5G.
Soffi Amira - 1 jam, 4 menit lalu
POCO X8 Kantongi Sertifikasi NBTC dan IMDA, Bakal Bawa Baterai 9.000 mAh?
Tekno
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Redmi Note 17 Pro Max muncul di sertifikasi NBTC Thailand. HP itu membawa kamera 200MP dan baterai 10.000mAh.
Soffi Amira - Selasa, 21 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Tekno
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
OPPO Find X10 kabarnya meluncur September 2026. HP ini sudah lolos sertifikasi dan siap diluncurkan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
Indonesia
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Pemerintah diharap dapat memastikan distribusi manfaat ekonomi dari AI berlangsung lebih adil.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Tekno
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Redmi Note 17 versi global kini sudah bocor. Namun, HP tersebut akan meluncur sebagai POCO M8 Power.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Tekno
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Redmi Note 17 Pro resmi meluncur di Tiongkok. HP ini membawa baterai 9.000mAh. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Tekno
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Redmi Note 17 resmi meluncur di Tiongkok. HP ini memadukan layar dan baterai besar. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Tekno
OPPO Find X10 Pro Max Bocor! Usung 3 Kamera 200MP dan Chip 2nm, Jadi Flagship Paling Gahar?
OPPO Find X10 Pro Max kabarnya akan membawa tiga kamera 200MP. HP tersebut digadang-gadang sebagai flagship paling gahar.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
OPPO Find X10 Pro Max Bocor! Usung 3 Kamera 200MP dan Chip 2nm, Jadi Flagship Paling Gahar?
Tekno
Redmi Note 17 Series Meluncur 14 Juli 2026, ini Bocoran Spesifikasi yang Sudah Terungkap
Spesifikasi Redmi Note 17 dan Note 17 Pro kini sudah terungkap. HP itu akan rilis 14 Juli 2026.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
Redmi Note 17 Series Meluncur 14 Juli 2026, ini Bocoran Spesifikasi yang Sudah Terungkap
Tekno
Bocoran Harga Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra, Tembus Rp 56 Juta!
Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra akan rilis 22 Juli 2026. Kini, bocoran harganya sudah terungkap.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
Bocoran Harga Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra, Tembus Rp 56 Juta!
Bagikan