Pahami Istilah Celebrity Worship Sebelum Terlanjur Ngefan
Mengenal Celebrity Worship (Foto: pixabay/splitshire)
CELEBRITY worship atau sebuah istilah untuk menggambarkan ketertarikan atau kekaguman berlebih pada seorang selebritas. Apabila dibiarkan berlarut-larut, perilaku tersebut dapat merugikan diri sendiri, bahkan sang selebritas.
Mungkin hampir setiap orang punya kekaguman pada salah seorang selebritas. Hal itu normal terjadi. Namun, kekaguman berlebih bahkan menimbulkan masalah serius pada idolanya bisa saja merupakan tanda celebrity worship.
Baca Juga:
Biasanya, orang pengidap celebrity worship cenderung mencari informasi lebih jauh seputar sang idola, bahkan hingga kehidupan pribadinya.
Parahnya lagi, tidak sekadar mencari informasi di media sosial atau internet, ada sejumlah orang melakukan hal cukup ekstrem, seperti menguntit atau membuntuti sang idola secara diam-diam. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kegiatan idolanya.
Seperti dikutip laman Alodokter, terdapat tiga jenis celebrity worship. Pertama, entertainment social, hanya menjadikan idola sebagai sebuah ajang mencari hiburan, dan biasanya mengikuti grup berisikan penggemar dari selebritas tertentu.
Kedua, intense personal. Pada tahap ini seseorang akan merasa seperti memiliki kedekatan secara personal dengan idolanya, serta bertanggung jawab atas kelangsung hidup sosoknya.
Jenis ketiga borderline pathological, penggemar kerap berfantasi tentang idolanya, dan sulit untuk mengendalikan diri atas fantasi itu. Bahkan, mereka rela melakukan hal tidak wajar demi idolanya.
Ada sejumlah faktor pemicu terjadinya celebrity worship. Sejumlah penelitian menunjukan usia 11-17 berisiko lebih tinggi mengalami celebrity worship. Tapi, gangguan itu berkurang seiring bertambahnya usia.
Umumnya, gangguan ini lebih sering terjadi pada perempuan, tapi tidak menutup kemungkinan pria juga bisa menyukai idolanya secara berlebihan.
Baca Juga:
Kemudian, faktor ketiga yakni penampilan fisik. Karena mengagumi idolanya secara berlebihan, membuat seseorang meniru gaya berpakaian, gaya rambut dan perilaku idolanya.
Selanjutnya faktor masalah kesehatan mental. Seseorang lebih berisiko mengalami celebrity worship apabila memiliki masalah kesehatan mental tertentu, seperti depresi, psikosis, kecemasan sosial, gangguan obsesif kompulsif, gangguan kepribadian narsistik, serta erotomania.
Terkadang pengidap celebrity worship tidak menyadari sedang mengagumi sang idola secara berlebihan. Bahkan hingga rela meninggalkan keluarga atau pekerjaan untuk mengikuti kegiatan idolanya. (Ryn)
Baca Juga:
Kesadaran Akan Kesehatan Mental Picu Hadirnya Tren Staycation
Bagikan
Berita Terkait
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Artwork yang Abadi: Peti Mati Mani sebagai Tribute bagi The Stone Roses
Aktor 'It: Chapter Two' James Ransone Meninggal Dunia, Bunuh Diri di Usia 46 Tahun
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Putra Rob Reiner, Nick, Didakwa atas Pembunuhan Orangtuanya