Musik

Artwork yang Abadi: Peti Mati Mani sebagai Tribute bagi The Stone Roses

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
Artwork yang Abadi: Peti Mati Mani sebagai Tribute bagi The Stone Roses

Peti mati 'Mani' didesain dengan sampul album The Stone Roses. (Foto: dok/youtube)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PETI mati Gary 'Mani' Mounfield menjadi salah satu simbol paling personal dan artistik dalam sejarah musik Britania, khususnya bagi penggemar The Stone Roses. Pemain bass legendaris asal Manchester itu secara sadar memilih desain yang terinspirasi langsung dari artwork ikonis album debut The Stone Roses (1989) sebagai penutup perjalanan hidupnya. Keputusan ini memperlihatkan betapa musik dan seni telah menyatu dengan identitas dirinya.

Prosesi pemakaman Mani dipadati ribuan pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Sejumlah figur ternama dari dunia musik dan budaya turut hadir, mengiringi kepergian Mani menuju peristirahatan terakhirnya. Liam Gallagher dari Oasis bersama para personel The Stone Roses tampak hadir dan ikut mengangkat peti mati Mani yang tampil dengan desain unik dan mencolok.

Selain itu, deretan nama seperti Ian Brown, Bobby Gillespie, Paul Weller, hingga ikon Manchester, David Beckham, juga terlihat datang dengan balutan busana serbahitam sebagai simbol duka dan solidaritas.Prosesi pemakaman Mani dipadati ribuan pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Sejumlah figur ternama dari dunia musik dan budaya turut hadir, mengiringi kepergian Mani menuju peristirahatan terakhirnya.


Desain peti mati tersebut mengadaptasi visual karya John Squire, gitaris sekaligus seniman visual The Stone Roses. Sampul album debut band ini dikenal luas berkat kolase abstrak bernuansa kuning, biru, dan putih, dengan percikan cat yang terinspirasi dari gaya Jackson Pollock. Artwork tersebut bukan sekadar sampul album, melainkan manifesto visual dari era Madchester: bebas, memberontak, dan eksperimental. Dengan menjadikannya sebagai desain peti mati, Mani seolah menegaskan estetika dan semangat itu menemani dirinya hingga akhir hayat.

Baca juga:

Koleksi Ciamik dari The Stone Roses x Manchester United


Pilihan ini terasa sangat personal. Mani bukan hanya anggota band, melainkan bagian dari denyut budaya yang dibentuk The Stone Roses di akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Album debut mereka kerap disebut sebagai salah satu rilisan paling berpengaruh dalam sejarah musik Inggris, menjembatani rock, psychedelic, dan kultur rave. Bagi Mani, album itu bukan hanya tonggak karier, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang membentuk cara berpikir, berkarya, dan memaknai kebebasan.


Peti mati dengan desain tersebut juga memunculkan resonansi emosional yang kuat bagi para penggemar. Alih-alih memilih simbol religius atau ornamen tradisional, Mani memilih seni—bahasa yang paling ia pahami. Ini menjadi pengingat bahwa bagi sebagian musisi, musik bukan sekadar profesi, melainkan rumah, keyakinan, dan warisan.

Dalam konteks budaya pop, keputusan ini terasa seperti pernyataan terakhir: bahwa hidup Mani merupakan perpanjangan dari musik yang ia mainkan. Ia berpulang tidak dengan sunyi, tetapi dengan warna, sejarah, dan gema gitar yang pernah mengubah wajah musik Inggris. Peti mati itu pun bukan sekadar wadah perpisahan, melainkan kanvas terakhir yang merayakan sebuah kehidupan yang sepenuhnya diabdikan pada seni.(Far)




Baca juga:

Aktor 'It: Chapter Two' James Ransone Meninggal Dunia, Bunuh Diri di Usia 46 Tahun

#Musik #Selebritas #The Stone Roses
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Observasi Transisi', Babak Baru Adhitia Sofyan dalam Menyusuri Perubahan
Rilisan ini menawarkan kembali pengalaman memiliki sebuah karya secara utuh.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
'Observasi Transisi', Babak Baru Adhitia Sofyan dalam Menyusuri Perubahan
ShowBiz
Soyeon i-dle Bicara soal Berani Menikmati Hidup lewat 'I’m gonna TOESA'
Judul 'I’m gonna TOESA' diambil dari istilah Korea 'toesa', yang berarti mengundurkan diri atau berhenti dari pekerjaan.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Soyeon i-dle Bicara soal Berani Menikmati Hidup lewat 'I’m gonna TOESA'
ShowBiz
Tsaqib Rilis 'Maju Satu Satu', Lagu Romantis tentang Bertahan Bersama
Lagu ini membawa cerita tentang cinta, kebahagiaan, serta keinginan untuk menjalani kehidupan bersama orang yang dicintai hingga akhir.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Tsaqib Rilis 'Maju Satu Satu', Lagu Romantis tentang Bertahan Bersama
ShowBiz
Sajama Cut Perluas 'Cowabunga' lewat Edisi Deluxe dan Tujuh Interpretasi Baru
Cowabunga Deluxe dirilis sebagai paket double CD pada 11 September 2026.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Sajama Cut Perluas 'Cowabunga' lewat Edisi Deluxe dan Tujuh Interpretasi Baru
ShowBiz
'Cheeks', Lagu Cinta yang Mengantar Kembalinya The Nerverackers
'Cheeks' kemudian berkembang menjadi lebih daripada sekadar lagu cinta.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
'Cheeks', Lagu Cinta yang Mengantar Kembalinya The Nerverackers
ShowBiz
Bukan Lagi Soal Bertahan, 'Ritual' David Kushner Ungkap Titik Lelah Sebuah Hubungan
David Kushner menghadirkan 'Ritual', lagu bernuansa dark pop tentang hubungan yang terjebak dalam lingkaran luka, konflik, kelelahan, dan pengorbanan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Bukan Lagi Soal Bertahan, 'Ritual' David Kushner Ungkap Titik Lelah Sebuah Hubungan
ShowBiz
Jelang 27 Tahun Berkarya, Mocca Akhirnya Bawa 'The Unforgotten Tour' ke Cina
Menjelang 27 tahun berkarya, Mocca menggelar The Unforgotten Tour di empat kota Cina pada 24-27 September 2026 bersama Handshake Records.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Jelang 27 Tahun Berkarya, Mocca Akhirnya Bawa 'The Unforgotten Tour' ke Cina
ShowBiz
Kunto Aji dan Deretan 'Side Quest': dari Linmas hingga Melantunkan Macapat di Hadapan Sri Sultan
Kunto Aji kembali menjalani “side quest” di luar musik dengan melantunkan tembang macapat di hadapan Sri Sultan dalam pembukaan FKY 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Kunto Aji dan Deretan 'Side Quest': dari Linmas hingga Melantunkan Macapat di Hadapan Sri Sultan
ShowBiz
Idgitaf Raih 6 Nominasi AMI Awards 2026, Berkat Album 'Berusaha di Bawah Hujan'
Idigitaf meraih enam nominasi di AMI Awards 2026. Ia pun bangga dan bersyukur atas pencapaiannya itu.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Idgitaf Raih 6 Nominasi AMI Awards 2026, Berkat Album 'Berusaha di Bawah Hujan'
ShowBiz
AMI Awards 2026 Hadirkan 4 Kategori Baru, Cerminkan Perkembangan Musik Indonesia
AMI Awards 2026 menghadirkan empat kategori baru dari total 67 kategori. Simak alasan penambahan kategori dan 5.360 lagu yang didaftarkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
AMI Awards 2026 Hadirkan 4 Kategori Baru, Cerminkan Perkembangan Musik Indonesia
Bagikan