OTT Patrialis Akbar, KPK Sita Barang Bukti Ratusan Ribu Dolar

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 27 Januari 2017
  OTT Patrialis Akbar, KPK Sita Barang Bukti Ratusan Ribu Dolar

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (MP/Dery Ridwansah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi yang melibatkan hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar ternyata berlangsung alot. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menjabarkan OTT tersebut dilakukan setelah mendapat laporan masyarakat.

Awalnya petugas KPK lebih dulu menangkap beberapa tersangka di Lapangan Golf Rawamangun, Jakarta Timur Rabu (25/1).

"Sesampai di lokasi tim mengamankan sejumlah tersangka pada Rabu (25/1) di tiga lokasi yang berbeda yakni Sunter, golf rawamangun, dan Grand Indonesia dalam rentang waktu pukul 10.00-21.30 WIB," kata Basaria Panjaitan saat konfrensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (26/1).

BHR dan NGF ditangkap terpisah. Sementara Patrialis Akbar ditangkap di Grand Indonesia bersama seorang wanita.

BASUKI HARIMAN (BHR) pemilik 20 perusahaan ternak, NG FENNY (NGF) merupakan karyawan BHR, dan KAMALUDIN (KM) swasta yang menjadi perantara BHR dari swasta kepada PAK teman PHK dan 7 orang lainnya.

"BHR ini punya sekitar 20 perusahaan yang bergerak di bidang impor daging, Dia sempat diperiksa sebagai saksi pada kasus impor daging sapi. Tapi tidak disebutkan satu per satu di sini. Sekitar 21.30 tim bergerak mengamankan PA pada saat itu berada di pusat perbelanjaan Grandi Indonesia Jakarta bersama dengan seorang wanita," jelas Basaria.

KPK Beri Keterangan Pers Terkait OTT Patrialis Akbar
Basaria Panjaitan dan Laode Syarif paparkan OTT Patrialis Akbar (MP/Dery Ridwansah)

Hubungan PA dengan BHR terkait permohonan uji materi UU No 41/2014 yakni tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Tujuan dugaan suap itu yakni terkait dengan bisnis BHR yang pernah dipanggil KPK sebagai saksi dalam kasus korupsi impor sapi beberapa waktu lalu.

"Hal ini dilakukan BHR dan NGF agar bisnis impor daging dapat berjalan lebih lancar," tandasnya.

Menurut Basaria suap yang dilakukan BHR kepada Patrialis Akbar terlacak lewat barang bukti berupa uang USD 200.000 dan 200.000 Dolar Singapura.

"Atas Kegiatan ini tim KPK mengamankan dokumen pembukuan perusahaan dan voucher pembelian mata uang asing an draft perkara no. 129," kata Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (26/1).

Basaria menambahkan setelah mengamankan 11 orang tersangka KPK melakukan pemeriksaan 1x24 ham dan meningkatkan status menjadi penyidikan dengan 4 orang tersangka atas inisial Patrialis Akbar, Basuki Hariman (BHR), NG Fenny (NGF), dan Kamaludin (KM).

"Tersangka PA dan KM diduga penerima disangkakan pasal 12 huruf c atau pasal 11 uu 31/1999 sebagaimana diubah uu 20/2001 junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Kemudian BHR dan NJF sebagai pemberi pasal 6 ayat 1 huruf a atau pasal 13 uu 31/1999 diubah dengan 20/2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1," jelasnya.

#Patrialis Akbar #Operasi Tangkap Tangan #Komisi Pemberantasan Korupsi #Basaria Panjaitan
Bagikan
Ditulis Oleh

Yohannes Abimanyu

Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia dan pesona gw adalah satu

Berita Terkait

Indonesia
KPK Lakukan 11 OTT, Tetapkan 118 Tersangka, dan Pulihkan Aset Negara Rp 1,53 Triliun Sepanjang 2025, Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat melaporkan kinerja KPK tahun 2025 di Gedung KPK, Jakarta, Senin (22/12).
Frengky Aruan - Senin, 22 Desember 2025
KPK Lakukan 11 OTT, Tetapkan 118 Tersangka, dan Pulihkan Aset Negara Rp 1,53 Triliun Sepanjang 2025, Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir
Indonesia
Kejagung Pecat Kajari Huku Sungai Utara dan 3 Anak Buahnya Setelah Terjaring OTT KPK
Albertinus Cs tidak akan mendapatkan gaji dan tunjangan sementara sebagai PNS.
Frengky Aruan - Senin, 22 Desember 2025
Kejagung Pecat Kajari Huku Sungai Utara dan 3 Anak Buahnya Setelah Terjaring OTT KPK
Indonesia
Sesalkan OTT Jaksa, Komisi III DPR Minta Akar Masalah Penegakan Hukum Diusut
Kasus OTT terhadap jaksa ini menjadi momentum penting untuk mengkaji secara mendalam akar persoalan yang masih memicu praktik korupsi.
Frengky Aruan - Senin, 22 Desember 2025
Sesalkan OTT Jaksa, Komisi III DPR Minta Akar Masalah Penegakan Hukum Diusut
Indonesia
Terjaring OTT KPK, Bupati Bekasi Ade Kunang Punya Harta Rp 79 Miliar
Harta bupati termuda dalam sejarah Kabupaten Bekasi itu terdiri dari harta bergerak dan harta tidak bergerak.
Frengky Aruan - Jumat, 19 Desember 2025
Terjaring OTT KPK, Bupati Bekasi Ade Kunang Punya Harta Rp 79 Miliar
Indonesia
OTT KPK di Kabupaten Bekasi, Ayah Bupati Ade Kunang Turut Ditangkap
KPK menyebutkan ayah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang yakni HM Kunang juga menjadi salah satu pihak yang diamankan
Frengky Aruan - Jumat, 19 Desember 2025
OTT KPK di Kabupaten Bekasi, Ayah Bupati Ade Kunang Turut Ditangkap
Indonesia
KPK Sebut OTT Bupati Bekasi terkait Dugaan Suap Proyek, Sita Uang Ratusan Juta Rupiah
KPK masih mendalami proyek-proyek yang diduga dimanfaatkan untuk praktik suap.
Frengky Aruan - Jumat, 19 Desember 2025
KPK Sebut OTT Bupati Bekasi terkait Dugaan Suap Proyek, Sita Uang Ratusan Juta Rupiah
Indonesia
OTT KPK di Tangerang, 2 Pengacara Ditangkap Terkait dengan Jaksa
Satu merupakan aparat penegak hukum (jaksa), dua merupakan penasihat hukum, dan enam lainnya merupakan pihak swasta.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Desember 2025
OTT KPK di Tangerang, 2 Pengacara Ditangkap Terkait dengan Jaksa
Indonesia
KPK Konfirmasi OTT di Tangerang, Lima Orang Ditangkap
Dalam operasi senyap tersebut, tim penyidik KPK menangkap lima orang yang sampai saat ini belum diungkap identitasnya.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Desember 2025
KPK Konfirmasi OTT di Tangerang, Lima Orang Ditangkap
Indonesia
OTT Bupati Lampung Tengah, KPK Sita Uang Tunai dan Logam Mulia
KPK menangkap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya dalam OTT. Lima orang diamankan, sementara barang bukti berupa uang rupiah dan logam mulia disita.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Desember 2025
OTT Bupati Lampung Tengah, KPK Sita Uang Tunai dan Logam Mulia
Indonesia
Kabupaten Bekasi Ditetapkan Zona Merah KPK, Raih Skor MCSP Terendah Keempat Se-Jawa Barat
KPK memberikan perhatian khusus kepada Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan jajarannya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 November 2025
Kabupaten Bekasi Ditetapkan Zona Merah KPK, Raih Skor MCSP Terendah Keempat Se-Jawa Barat
Bagikan