MerahPutih.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi buka suara terkait penangkapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ahmad Luthfi mengaku prihatin atas penangkapan kepala daerah tersebut dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan lembaga antirasuah.
“Tapi prinsip kami menghormati dari penyidikan yang dilakukan oleh KPK,” kata Luthfi kepada wartawan di kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Selasa (3/3).
Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi para pejabat publik agar selalu menjalankan pemerintahan secara bersih dan transparan.
“Sebagai pejabat publik harus clear and good government,” ujarnya.
Baca juga:
KPK Tangkap Bupati Pekalongan dan 2 Ajudannya, Diduga Terlibat Korupsi Pengadaan
Luthfi menegaskan dirinya telah mengingatkan seluruh kepala daerah di Jawa Tengah agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas dan tidak melanggar hukum.
“Kita harus menciptakan birokrasi yang bersih, tidak melanggar hukum. Itu yang paling pokok,” tegasnya.
Senada dengan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga menyatakan pihaknya menghormati langkah OTT yang dilakukan KPK terhadap Bupati Pekalongan.
“Kami hormati ya, sampai saat ini kan belum ada tindak lanjutnya. Kita tunggu saja hasilnya bagaimana, rilisnya dari KPK seperti apa, kasus-kasusnya bagaimana,” kata Gus Yasin.
Baca juga:
KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terkait Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan
Ia juga memastikan bahwa jalannya pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Pekalongan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Menurutnya, kondisi serupa pernah terjadi sebelumnya saat kasus OTT di Kabupaten Pati, namun roda pemerintahan tetap dapat berjalan dengan baik.
“Saya pastikan pemerintahan di Kabupaten Pekalongan tetap berjalan. Ya, seperti yang kemarin di Pati, kita pantau dan tetap berjalan,” ujarnya. (Knu)