Nama 4 Tersangka Kasus Internal KPK 'Urus Perkara', Begini Cara Bupati Anom 'Colek' Staf KPK

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Nama 4 Tersangka Kasus Internal KPK 'Urus Perkara', Begini Cara Bupati Anom 'Colek' Staf KPK

Gedung Merah Putih KPK Berbenah Menyongsong HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Pemalang Anom Widiyantoro klaster dugaan pemerasan yang dilakukan pegawai KPK terkait pengurusan perkara hukum sang kepala daerah.

Baca juga:

KPK Bongkar Dugaan Pemerasan dalam Kasus OTT Pemalang, Libatkan Pegawainya

Wakil Ketua KPK Achmad Taufik Husein mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan bukti yang cukup terkait dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang dan dugaan pemerasan untuk mengurus perkara di KPK.

Perkara ini kami naikkan ke tahap penyidikan dan menetapkan empat orang sebagai tersangka,

Wakil Ketua KPK Achmad Taufik Husein, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/7).

Nama 4 Tersangka

Empat tersangka itu Anom Widiyantoro, Mohamad Haris alias Gus Haris, Lilik Budi Suprianto, dan Setya Budi Dias Oktavianto. Nama terakhir berstatus staf administrasi KPK

KPK menduga Anom meminta uang kepada sejumlah kepala OPD dan pihak swasta melalui Gus Haris. Uang itu disebut dipungut untuk kepentingan pribadi dan jumlahnya mencapai sekitar Rp 1,98 miliar.

Dalam pengembangan penyidikan, KPK menemukan sebagian dana itu diduga digunakan untuk mengurus perkara hukum yang tengah dihadapi Anom.

Baca juga:

Ironi 'Penyakit Akut Jual-Beli Jabatan' Pemkab Pemalang, 2 Bupati 'Loncat ke Lubang yang Sama'

Kontruksi Hubungan Bupati Anom dengan Staf Admin KPK

Hasil penyidikan awal mengungkapkan Gus Haris kemudian dikenalkan kepada Lilik Budi Suprianto melalui Harun yang merupakan adik iparnya. Lilik diketahui merupakan ayah dari Dias, staf administrasi KPK yang kini menjadi tersangka.

Penyidik mengungkap Anom, Gus Haris, dan Lilik sempat tiga kali bertemu di Magelang dan Semarang. Dalam pertemuan itu, Lilik diduga meminta Rp 2 miliar dengan janji bisa membantu menyelesaikan perkara yang menyeret Bupati Pemalang.

Dari dana yang telah dikumpulkan, sebesar Rp 1,2 miliar diduga telah diserahkan Gus Haris kepada Lilik. Penyidik masih menelusuri sisa uang dan kemungkinan adanya aliran dana kepada pihak lain.

Baca juga:

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Ditahan KPK, Cuma Sampaikan Permohonan Maaf

Kasus ini terbongkar lewat OTT yang digelar KPK pada Selasa (28/7) malam di sebuah hotel di Jakarta. Dalam operasi tersebut, 21 orang diamankan dari Jakarta, Pemalang, dan Purworejo.

Sebanyak 14 orang kemudian diperiksa secara intensif. KPK juga menyita barang bukti senilai sekitar Rp 2,7 miliar. Keempat tersangka ditahan selama 20 hari pertama hingga 18 Agustus 2026. (Pon)

#KPK #OTT Bupati Pemalang #Kasus Korupsi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Momen Menteri ATR/BPN Nusron Wahid usai Jalani Pemeriksaan KPK sebagai Saksi
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid meninggalkan Gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 04 November 2026
Momen Menteri ATR/BPN Nusron Wahid usai Jalani Pemeriksaan KPK sebagai Saksi
Indonesia
Kelar Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap HGB Bogor, Nusron Wahid: Saya Pejabat!
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid penuhi panggilan KPK terkait kasus dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek fakta pemeriksaan dan daftar tersangkanya di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 November 2026
Kelar Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap HGB Bogor, Nusron Wahid: Saya Pejabat!
Berita Foto
Sidang Lanjutan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Tipikor Jakarta
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Didik Setiawan - Senin, 02 November 2026
Sidang Lanjutan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Tipikor Jakarta
Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Indonesia
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
KPK menggeledah kantor DLH Klaten pada Kamis (29/10). Penyidik KPK membawa dua koper berisi barang bukti.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Berita Foto
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi izin tinggal WNA, Silmy Karim mengikuti sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 29 Oktober 2026
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Di tengah kegiatan penggeledahan, aktivitas pelayanan dan pekerjaan pegawai di kantor tersebut masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Indonesia
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
KPK masih merahasiakan jadwal pemanggilan ketiga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Bagikan