Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Kesehatan Mental

Orang yang Hapus Foto Profil di Instagram Depresi? Begini Kata Peneliti Harvard

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Minggu, 26 Maret 2023
Orang yang Hapus Foto Profil di Instagram Depresi? Begini Kata Peneliti Harvard

Profil instagram berpengaruh pada kejiwaan seseorang. (Foto: Pexels/Lisa Fotios)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SIAPA yang punya akun Instagram, tetapi tak mengunggah foto pada menu foto profil alias mengosongkannya dengan lambang lingkaran abu-abu? Nah, tindakan ini, menurut para peneliti di Universitas Harvard dan Universitas Vermont, mungkin bisa menjadi tanda depresi.

Ada banyak tanda yang ditampakkan ketika seseorang depresi. Mereka bisa lebih murung, tidak nafsu makan atau sebaliknya, mudah marah, gampang menangis, dan putus asa.

Di era media sosial gejala depresi bisa terlihat dari profil picture Instagram. Mengutip dari nbcnews.com, para peneliti pertama-tama menganalisis ribuan gambar dari 166 pengguna Instagram. 71 di antaranya memiliki riwayat depresi.

"Mereka menemukan individu yang depresi mengunggah foto yang lebih biru, lebih gelap, dan lebih abu-abu daripada gambar yang diunggah oleh orang lain," tulis nbcnews.com.

Orang yang depresi juga menyukai Inkwell, filter Instagram yang mengubah foto menjadi hitam putih. Foto mereka lebih sedih dan mereka cenderung mengunggah gambar yang memiliki lebih sedikit wajah di dalamnya.

Baca juga:

Tanda Depresi Tak Terduga pada Pria

gejala depresi
Gejala depresi dilihat dari foto profil seseorang. (Foto: Pexels/Cottonbro Studio)

"Mungkin karena mereka berada di sekitar lebih sedikit orang yang suka berswafoto," kata seorang penulis penelitian tersebut.

Para peneliti merancang program komputer untuk menemukan detail tersebut kemudian menjelajahi foto-foto tersebut dan mengidentifikasi dengan tepat 70 persen orang yang depresi.

Sebagai perbandingan, dokter hanya mampu mendiagnosis 42 persen pasien depresi dengan benar pada penelitian sebelumnya.

Temuan menunjukkan depresi dapat dideteksi berdasarkan unggahan Instagram. Ini mungkin menjadi cetak biru untuk pemeriksaan kesehatan mental yang efektif pada masa depan. Demikian para peneliti berkeyakinan.

Namun, para ahli memperingatkan penelitian hanyalah studi awal dan kecil. Penelitian ini juga tidak memukul rata orang yang tidak memasang foto profil di Instagram sebagai orang depresi.

“Sangat penting untuk membaca ini dengan hati-hati. Kami tentu tidak ingin semua orang berlarian mendiagnosis anak-anak atau satu sama lain,” kata Catherine Steiner-Adair, seorang psikolog klinis dan penulis The Big Disconnect: Protecting Childhood and Family Relationships in the Digital Age.

Baca juga:

Jangan Sepelekan Gejala Depresi Berat

depresi instagram
Mengapresiasi penelitian ini jika dapat digunakan untuk memperluas jangkauan bantuan kepada orang-orang yang menderita penyakit psikologis. (Foto: Pexels/Freestocks)

Di sisi lain, Catherine mengapresiasi penelitian ini jika dapat digunakan untuk memperluas jangkauan bantuan kepada orang-orang yang menderita penyakit psikologis apa pun. "Itu adalah penggunaan yang sangat positif,” sebut Catherine.

Sementara itu, Elyse Fox, pendiri Sad Girls Club kelompok pendukung perempuan yang mengalami penyakit mental dan depresi di New York, mengaku pernah sangat depresi. Ketika itu, dia memasang foto profil yang lebih kelam dan suram.

"Aku menggunakan foto yang tidak terlihat seperti Elyse sebelumnya. Aku mengunggah banyak foto yang sedikit lebih tegang, suram, atau menunjukkan sisi gelap saya,” kata Elyse.

Elyse mengaku tindakan ini menjadi sebentuk super katarsis atau pelepasan emosi yang luar biasa.

Berbekal pengalamannya sendiri, Elyse sekarang dapat dengan cepat mengetahui ketika orang lain sedang depresi. Hanya dengan melihat gambar yang mereka unggah di media sosial. (dkr)

Baca juga:

Mengapa Banyak Akun Porn Bot Menyukai Instagram Stories Kita?

#Instagram #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Indonesia
Spam Komen Judol Banjiri FB dan Instagram 2 Pekan Terakhir, Komdigi Sinyalir Modus Baru
Temuan terbanyak terjadi di Facebook dan Instagram yang berada di bawah naungan Meta.
Wisnu Cipto - Senin, 29 Juni 2026
Spam Komen Judol Banjiri FB dan Instagram 2 Pekan Terakhir, Komdigi Sinyalir Modus Baru
Lifestyle
Instagram Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Menulis Caption di Setiap Foto Carousel
Kehadiran fitur ini disebut-sebut sebagai salah satu pembaruan yang paling banyak diminta oleh komunitas kreator.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Instagram Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Menulis Caption di Setiap Foto Carousel
Tekno
Meta Luncurkan Paket Lengkap Langganan IG, FB, dan WhatsApp Rp 124 Ribu, Ini Fitur-Fitur Plusnya!
Paket baru langganan lengkap Instagram, Facebook, dan WhatsApp ini khusus menyasar kalangan pengguna untuk bisnis, konten kreator, dan Meta AI.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Meta Luncurkan Paket Lengkap Langganan IG, FB, dan WhatsApp Rp 124 Ribu, Ini Fitur-Fitur Plusnya!
Indonesia
Akun Centang Biru Sempat Kena Hack Jadi Dagang Emas, Ahmad Dhani Lapor Polisi
Ahmad Dhani memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kasus ini selesai secara hukum guna memulihkan nama baiknya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 07 Mei 2026
Akun Centang Biru Sempat Kena Hack Jadi Dagang Emas, Ahmad Dhani Lapor Polisi
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
10 Twibbon Hari Kartini yang Sedang Viral dan Cara Menggunakannya, Bisa Dibagikan di Medsos
Dengan template-template bertema Hari Kartini 2026 yang viral di media sosial, setiap orang bebas mengekspresikan dan memilih tema yang bisa dikombinasikan dengan foto terbaik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 April 2026
10 Twibbon Hari Kartini yang Sedang Viral dan Cara Menggunakannya, Bisa Dibagikan di Medsos
Indonesia
Meta Mulai Razia FB, IG, dan Thread Anak 16 Tahun ke Bawah, Ada Opsi Banding
Bagi pengguna berusia 16 tahun ke atas yang terdampak keliru, Meta menyediakan mekanisme verifikasi usia dan pengajuan banding.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Meta Mulai Razia FB, IG, dan Thread Anak 16 Tahun ke Bawah, Ada Opsi Banding
Bagikan