Orang Dewasa Divaksin, Anak Terlindungi

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 12 Maret 2021
Orang Dewasa Divaksin, Anak Terlindungi

Ilustrasi. (Foto: MP/Youtube Wahana Visi Indonesia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Pandemi COVID-19 di Indonesia telah berlangsung satu tahun. Kini, kita menyambut vaksin yang telah lama ditunggu untuk menjadi salah satu solusi mengakhiri pandemi. Dengan vaksinasi, pemulihan berbagai kondisi, termasuk kesehatan, pendidikan dan ekonomi, akan berdampak besar pada kehidupan anak.

“Bagi anak-anak, vaksinasi yang baru dilakukan untuk orang dewasa ini tidak hanya melindungi kesehatan mereka. Tetapi juga memberikan harapan untuk memulihkan situasi sulit yang dihadapi anak-anak selama pandemi, seperti kegiatan sekolah jarak jauh, tidak bisa ke posyandu, pembatasan untuk berkegiatan
bersama teman – teman secara langsung, hingga pemulihan ekonomi bagi mata pencaharian orang tua yang terdampak,” kata Health Team Leader Wahana Visi Indonesia Maria Adrijanti.

Karena itu, penting untuk menyosialisasikan pentingnya vaksinasi COVID-19 kepada seluruh masyarakat untuk melengkapi upaya yang sudah kita lakukan selama ini seperti protokol kesehatan dan 3 T (tracing, testing, treatment). Apalagi saat ini juga banyak bermunculan berita bohong atau hoaks mengenai vaksinasi COVID-19, yang dapat memengaruhi orang meragukan manfaat vaksinasi atau bahkan tidak bersedia untuk divaksin.

Baca Juga:

Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Dipastikan Terima Vaksinasi COVID-19

WVI sejak awal pandemi melakukan berbagai respons di 14 provinsi dampingan, dengan berbagai program, salah satunya adalah membangun media dan kegiatan Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) terkait
COVID-19, seperti pentingnya menjalankan protokol kesehatan dan bagaimana pencegahan supaya tidak tertular COVID-19.

“Begitu pula dengan informasi mengenai vaksinasi COVID-19. WVI didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia melakukan kegiatan Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat (KRPM) dengan
sasaran remaja dan orang tua balita serta tenaga kesehatan dan kader/relawan," katanya.

"Bentuk kegiatannya seperti mengadakan zoominar dengan narasumber dari Kementerian Kesehatan dan Komite Penanganan COVID19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), talk show di radio dengan Dinas Kesehatan, tokoh agama dan narasumber terkait lainnya, serta promosi melalui radio dan media sosial,” ujar Maria.

Roslinda (15), dari Sumba Timur, berharap seluruh orang dewasa bersedia divaksin, sehingga pandemi segera berakhir dan anak-anak dapat kembali belajar tatap muka di sekolah.

“Belajar jarak jauh itu sangat menyulitkan bagi anak-anak di desa. Tidak semua daerah mendapat sinyal internet, selain itu tidak semua keluarga memiliki ponsel,” tuturnya.

Ilustrasi. (Foto: MP/Youtube  Wahana Visi Indonesia)
Ilustrasi. (Foto: MP/Youtube Wahana Visi Indonesia)

Sofia (16), dari Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, bercerita, beberapa orangtua dari temannya kehilangan pekerjaan sejak pandemi COVID-19.

“Ada teman saya yang ayahnya kerja di Malaysia setelah pandemi diberhentikan dari pekerjaannya. Ketika anaknya mau berobat karena sakit, mereka kesulitan biaya. Saya berharap pandemi segera berakhir agar orangtua yang kehilangan pekerjaan bisa bekerja kembali,” tuturnya.

Alfred (11) dari Nias Selatan mengungkapkan hal senada. Menurutnya, jika orang dewasa mau divaksin, maka ia akan bisa kembali masuk sekolah dengan nyaman. “Saya rindu bertemu dengan teman-teman dan guru-guru,” ungkapnya.

Aufa (14) dari Surabaya mengungkapkan hal serupa.

“Saya mengenal apa itu vaksin COVID-19 dari televisi. Dengan adanya vaksin diharapkan bisa mencegah penularan COVID-19. Semoga tidak ada lagi penularan COVID-19. Vaksin ini sudah dijamin sehat, aman dan halal. Jadi pesan saya, jangan takut divaksin ya.”

Baca Juga:

3 Hal yang Bisa Dilakukan Kalau Kamu Sudah Dapat Vaksin Penuh

Pelaksana Tugas Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Prima Yosephine
mengatakan, untuk mencapai herd immunity atau kekebalan populasi, seluruh orang dewasa harus divaksin.

“Kami mendorong agar jangan ada yang menolak vaksinasi. Semakin sedikit yang divaksin, maka barrier atau perlindungan untuk mereka yang tidak divaksin seperti anak-anak akan semakin berkurang,” ujar dr Prima.

Pemerintah juga terus mengupayakan percepatan vaksinasi dengan melakukan pembelian vaksin dari luar negeri yang memenuhi kriteria, melakukan kerja sama bilateral, mengembangkan vaksin Covid Merah Putih, hingga menggandeng lembaga internasional.

Mari bersama-sama kita dukung program vaksinasi COVID-19. Jangan takut, jangan termakan hoaks.
Manfaatkan kesempatan vaksin dengan baik. Dengan divaksin, kita melindungi anak-anak kita. (*)

Baca Juga:

Cokelat Kelinci Siap Bawakan Vaksin saat Paskah

#Vaksinasi #COVID-19
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan belum ada kasus Super Flu di Jakarta. Pemprov menyiapkan langkah pencegahan dan layanan vaksinasi influenza.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Berita Foto
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Januari 2026
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Lifestyle
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Secara umum, kalau makanan cukup bergizi maka sudah baik
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Indonesia
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Sebanyak 14.645 ekor hewan yang divaksin itu terdiri atas anjing 2.363 ekor, kucing 12.126 ekor, kera 104 ekor dan musang 52 ekor.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 September 2025
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela” menyebut, rekayasa cuaca itu dilakukan agar penyakit TBC kembali tinggi sehingga berdampak pada penggunaan vaksin dan obat.
Frengky Aruan - Minggu, 06 Juli 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Indonesia
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Semakin cepat terdeteksi, semakin tinggi peluang kesembuhannya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Juni 2025
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Bagikan