Secuplik Riwayat

Opu Daeng Risadju, Pejuang Wanita Nomor Satu Diburu Belanda

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Sabtu, 10 Februari 2018
Opu Daeng Risadju, Pejuang Wanita Nomor Satu Diburu Belanda

Pahlawan Nasional, Opu Daeng Risadju. (Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MESKI Opu Daeng Risadju merupakan wanita bangsawan Kerajaan Luwu, tetapi semangat untuk melawan penindasan kolonial Belanda begitu kuat. Opo Daeng Risadju memiliki nama kecil Famajjah. Ia lahir di Palopo, Sulawesi Selatan pada 1880 dan wafat pada Senin, 10 Februari 1964, ketika berusia 84 tahun.

Famajjah adalah putri dari pasangan Muhammad Abdullah To Baresseng dan Opu Daeng Mawellu. Sejarah mencatat, sejak kecil, Famajjah tidak pernah mau belajar dari pendidikan Belanda, meski ia merupakan seorang bangsawan.

Sebagai keturunan bangsawan Luwu, jiwa patriotisme begitu kental tertanam di dalam dirinya. Selain belajar tentang adat kebangsawanan, pendidikan akidah agama Islam pun menjadi sarapannya sejak kecil.

Setelah beranjak dewasa, ia mulai aktif dalam organisasi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) di Pare-Pare. Tak lama berselang, ia pun mendirikan cabang PSII di kampung halamannya, Palopo, pada 14 Januari 1930.

Rapat akbar PSII dilakukan di Pasar Lama Palopo, yang sekarang bernama Jalan Landau. Kegiatan wanita yang termasuk dalam Pahlawan Nasional itu pun akhirnya terdengar oleh controleur afdeling Masamba (Malangke merupakan daerah afdeling Masamba).

Controleur afdeling Masamba menuduh Opu Daeng Risadju telah memprovokasi rakyat untuk melawan pemerintahan kolonial Belanda. Atas tuduhan tersebut, ia pun dipenjara selama 13 bulan.

Bukannya jera, usai keluar penjara justru membuat Opu Daeng Risadju semakin aktif dalam PSII. Meski mendapat tekanan begitu hebat, baik dari pihak kolonial Belanda dan kerajaan yang notabene keluarga Opu Daeng, tak membuat surut semangatnya.

Pada tahun 1933, Opu Daeng Risadju menjual semua harta yang yang miliki guna mengikuti Kongres PSII di Jawa.

Ketidaksenangan pihak kerajaan semakin membuncah. Ia pun dipanggil karena dianggap telah melakukan pelanggaran dengan melakukan kegiatan politik. Pada 1934 ia kembali dipenjara selama 14 bulan oleh Anggota Dewan Hadat yang pro terhadap kolonial Belanda.

Ketika masa revolusi, ia kembali menggerakkan pemuda Luwu untuk melakukan penolakan kedatangan tentara sekutu, NICA di Sulawesi Selatan. Menurutnya, kedatangan NICA tak lain hanya ingin menjajah Indonesia.

Namun sayang, NICA berhasil menangkap Opu Daeng Risadju di tempat persembunyiannya. Ia pun dibawa ke Watampone dengan berjalan kaki sepanjang 40 km.

Tanpa ada proses peradilan, ia ditahan di penjara Bone selama satu bulan. Kemudian, dipindahkan ke penjara Sengkang dan dipindahkan lagi ke Bajo.

Nasib malang pun terus menimpa Opu Daeng Risadju. Selama di dalam penjara, penyiksaan yang begitu kejam kerap ia terima. Akibatnya, pendengaran Opu Daeng Risadju menjadi bermasalah hingga akhir hayat.

Wanita yang begitu gagah berani melawan penindasan kolonial Belanda itu, kini dimakamkan di pekuburan raja-raja Lokkoe, Palopo, Sulawesi Selatan. (*)

#Secuplik Riwayat #Pahlawan Nasional
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Dianggap Lebih Berjasa dari Soekarno dan Soeharto
Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, diusulkan menjadi pahlawan nasional. Jasanya dianggap lebih besar dibanding Soekarno dan Soeharto.
Soffi Amira - Sabtu, 15 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Dianggap Lebih Berjasa dari Soekarno dan Soeharto
Indonesia
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Marsinah mendapat gelar pahlawan nasional. Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS, Muhammad Rusli menilai, negara mulai menghargai buruh.
Soffi Amira - Selasa, 11 November 2025
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Indonesia
Dari Akademisi hingga Diplomat, Kiprah Prof. Mochtar Kusumaatmadja Kini Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
Prof. Mochtar Kusumaatmadja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas perjuangannya memperjuangkan konsep Negara Kepulauan Indonesia di dunia internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 November 2025
Dari Akademisi hingga Diplomat, Kiprah Prof. Mochtar Kusumaatmadja Kini Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
Indonesia
Gus Dur dan Syaikhona Kholil Jadi Pahlawan Nasional, PKB: Bentuk Pengakuan Negara atas Jasa Besarnya
Gus Dur dan Syaikhona Kholil jadi pahlawan nasional. PKB pun mengapresiasi keputusan pemerintah yang memberikan gelar tersebut.
Soffi Amira - Senin, 10 November 2025
Gus Dur dan Syaikhona Kholil Jadi Pahlawan Nasional, PKB: Bentuk Pengakuan Negara atas Jasa Besarnya
Indonesia
Ubedilah Badrun Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bukti Bangsa Kehilangan Moral dan Integritas
Tanda bahwa bangsa Indonesia tengah kehilangan ukuran moral dan integritas dalam bernegara. ?
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Ubedilah Badrun Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bukti Bangsa Kehilangan Moral dan Integritas
Indonesia
Soeharto & Marsinah Barengan Jadi Pahlawan Nasional, SETARA Institute Kritik Prabowo Manipulasi Sejarah
"Mana mungkin Marsinah dan Soeharto menjadi pahlawan pada saat yang bersamaan," kata Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi
Wisnu Cipto - Senin, 10 November 2025
Soeharto & Marsinah Barengan Jadi Pahlawan Nasional, SETARA Institute Kritik Prabowo Manipulasi Sejarah
Indonesia
Ahli Waris 10 Pahlawan Nasional Baru Terima Rp 57 Juta dari Negara, Termasuk Keluarga Cendana
Uang Rp 57 juta itu diberikan negara kepada semua keluarga ahli waris Pahlawan Nasional tanpa terkecuali.
Wisnu Cipto - Senin, 10 November 2025
Ahli Waris 10 Pahlawan Nasional Baru Terima Rp 57 Juta dari Negara, Termasuk Keluarga Cendana
Indonesia
Mensos Akui Nama BJ Habibie Telah Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, tapi belum Disetujui Tahun Ini
Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan usulan pengajuan nama BJ Habibie menjadi Pahlawan Nasional berasal dari masyarakat
Wisnu Cipto - Senin, 10 November 2025
Mensos Akui Nama BJ Habibie Telah Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, tapi belum Disetujui Tahun Ini
Indonesia
Jusuf Kalla soal Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Ada Kekurangan, tapi Jasanya Lebih Banyak
Jusuf Kalla bicara soal pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto. Menurutnya, jasa Soeharto lebih banyak dibanding kekurangannya.
Soffi Amira - Senin, 10 November 2025
Jusuf Kalla soal Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Ada Kekurangan, tapi Jasanya Lebih Banyak
Indonesia
Kakak Marsinah Titip Pesan Kepada Presiden Prabowo Subianto: Hapus Total Sistem Outsourcing
Kakak Pahlawan Nasional Marsinah, Marsini, menitipkan pesan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara untuk menghapus total praktik outsourcing demi stabilitas rumah tangga buruh
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 November 2025
Kakak Marsinah Titip Pesan Kepada Presiden Prabowo Subianto: Hapus Total Sistem Outsourcing
Bagikan