Operasi TNI Mapenduma (1): Detik-Detik Penculikan Tim Ekspedisi Lorentz 1995

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Kamis, 05 Oktober 2017
Operasi TNI Mapenduma (1): Detik-Detik Penculikan Tim Ekspedisi Lorentz 1995

Para peneliti Tim Ekspedisi Lorentz 1995, dan 3 peneliti WWF dan Unesco di Mapenduma, Papua. (garudamiliter)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

EMPAT peneliti Biological Science Club (BScC) Universitas Nasional, Jakarta, Navy W Panekenan, Yosias Matheis Lasamahu, Jualita Maureen Tanasale, dan Adinda Arimbi Saraswati, bertolak menuju Papua.

Mereka akan bergabung dengan Markus Warib, Antropolog Universitas Cendrawasih, Jayapura, Papua, dan empat sarjana muda Jurusan Biologi Universtas Cambridge, Inggris, Daniel P Start, William Oates, Annette van der Kolk, dan Anna McIvor untuk melakukan penelitian tentang keanekaragaman hayati di Taman Nasional Lorentz, Papua.

Mereka menamakan diri Tim Ekspedisi Lorentz 1995. Penelitian di bakal Kebun Biologi Wamena, tempat hajat hidup masyarakat suku Dani, berlangsung sejak November 1995.

Selain Tim Ekspedisi Lorentz 1995, terdapat pula peneliti pasangan suami istri, Marco van der Wal dan Martha Klein asal Belanda dan Frank Momberg asal Jerman juga melakukan penelitian di Taman Nasional Lorentz. Momberg dan van der Wal bekerja untuk World Wildlife Fund (WWF), sementara Klein untuk Unesco.

Taman Nasional Lorentz, tulis Dr Benyamin Lumenta, peneliti Balitbang Depkes, Kompas, 29 Januari 1996, menjadi magnit para peneliti dalam dan luar negeri, terutama bioloog dan antropoloog, untuk penelitian ragam puspa dan satwa, serta kehidupan masyarakat suku Dani.

“Dalam hal mempersiapkan Kebun Biologi Wamena sebagai gerbang Timur Taman Nasional Lorentz, Pusat Penelitian Biologi LIPI mengembangkan teknologi pembudidayaan puspa dan satwa di dalamnya, tanpa melibatkan masyarakat suku Dani dalam proyek besar ini. Hal ini sama halnya sebagaimana para industriawan dan penambang bumi Irja (Irian Jaya, Papua kini),” tulis Lumenta.

Penetapan Gunung Lorentz sebagai Taman Nasional dan Wisata membuat masyarakat sekitar Mapenduma terpecah. Sebagian masyarakat dan aparat desa menyambut gembira penetepan tersebut karena dapat mengantrol pendapatan.

Sementara, di sisi lain, Daniel Yudas berlatar asal klan tokoh adat suku Nduga (subetnis suku Dani) dan memegang ijazah SD (capain pendidikan cukup tinggi bagi masyarakatnya), tak setuju dan menginginkan hajat hidupnya tak dijamah orang luar. Dia lantas memobilisasi dukungan dan berhasil beroleh 200 pengikut.

“Maka gerombolan Daiel Yudas yang dikenal telah dibina bangkotan OPM dari daerah Tembagapra, Kelly Kwalik, itu menyatakan ketidaksenangannya melihat munculnya Tim Ekspedisi Lorentz `95 di Desa Mapenduma,” dikutip Gatra, 27 Januari 1996 bertajuk “Bila Sandera di Tangan Preman Hutan”.

Kejengkelan Daniel semakin menjadi-jadi kala mendapati 3 peneliti WWF dan Unesco. Kemuncula keduanya seolah memberi pengesahan bagi penetapan status kawasan Lorentz sebagai Taman Hutan Wisata. “Maka ia memutuskan untuk menyerbu Desa Mapenduma”.

Seluruh peneliti acap menggunakan sebuah lokasi di Desa Mapenduma, Kecamatan Tiom, Kabupaten Jayawijaya, Papua (Irian Jaya) sebagai tempat melepas lelah.

Pada 8 Januari 1996, pondokan para peneliti sontak didatangi tamu tak dikenal. Di tengah istirahat, tiba-tiba muncul sekelompok orang membopong senjata M16. Mereka merangsek kemudian menodong senjata ke arah para peneliti.

Sementara di luar pondok, sebagian kelompok berpencar mendatangi dan menawan para penduduk Mapenduma. Sebanyak 26 tawanan, terdiri dari 13 peneliti dan 13 penduduk kemudian digelandang masuk rimba.

Tak berapa lama, kabar penculikan Tim Ekspedisi Lorentz 1995 oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OP) pimpinan Kelly Kwalik tersiar bahkan merebut perhatian internasional lantaran terdapat enam WNA menjadi sandera.

Pemerintah Indonesia pun merespon dengan memerintahkan Panglima ABRI Feisal Tanjung untuk berperan aktif mengatasi penculikan di Mapenduma. (*)

#Operasi Mapenduma 1996 #Papua #Penculikan Tim Ekspedisi Lorentz 1995
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Indonesia
Temuan Ladang Ganja di Yahukimo, Diduga Jadi Sumber Dana Operasional OPM
Satgas menemukan sekitar 21.400 tanaman ganja yang disebut dalam kondisi siap panen.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Temuan Ladang Ganja di Yahukimo, Diduga Jadi Sumber Dana Operasional OPM
Indonesia
Tiga Pegawai Pertanian Tewas Ditembak di Papua, DPR Sebut Keamanan Harus Jadi Fokus
Keamanan bagi pekerja di sektor-sektor strategis perlu menjadi perhatian pemerintah.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Tiga Pegawai Pertanian Tewas Ditembak di Papua, DPR Sebut Keamanan Harus Jadi Fokus
Indonesia
Jenazah Pegawai Dinas Pertanian Ditembak KKB Diterbangkan ke Kupang, Pelaku Penembakan Kelompok Nduga
Dari hasil penyelidikan sementara, diduga pelaku penembakan adalah KKB kelompok Nduga. Namun, siapa yang melakukan penembakan masih didalami.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Jenazah Pegawai Dinas Pertanian Ditembak KKB Diterbangkan ke Kupang, Pelaku Penembakan Kelompok Nduga
Dunia
3 Pegawai Pertanian Meninggal Akibat Serangan KKB, Warga Sipil Paling Rentan Alami Kekerasan
Ketiga korban merupakan warga sipil yang tengah menjalankan tugas untuk membawa bantuan ternak kepada masyarakat di pedalaman Papua
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
3 Pegawai Pertanian Meninggal Akibat Serangan KKB, Warga Sipil Paling Rentan Alami Kekerasan
Indonesia
Kronologi Kebakaran Hebat Pasar Distrik Paniai Papua, 6 Anak-Anak Tewas
Kebakaran pasar di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Papua Tengah menewaskan 11 orang termasuk 6 anak-anak. Api melalap 40 bangunan kios
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Kronologi Kebakaran Hebat Pasar Distrik Paniai Papua, 6 Anak-Anak Tewas
Indonesia
Polisi Temukan Simbol Bintang Kejora saat Penangkapan Anggota KKB Papua
Ditangkap terkait dengan perkara dugaan percobaan pembunuhan terhadap Antonius Padang di Distrik Ilaga pada 2023.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
 Polisi Temukan Simbol Bintang Kejora saat Penangkapan Anggota KKB Papua
Bagikan