Olahraga Isometrik untuk Kekuatan, Stabilitas, dan Daya Tahan Tubuh

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 10 November 2022
Olahraga Isometrik untuk Kekuatan, Stabilitas, dan Daya Tahan Tubuh

Olahraga isometrik adalah latihan statis di mana kamu menahan kontraksi otot tanpa gerakan. (Pexels/Karl Solano)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP orang memiliki tujuan yang berbeda ketika berolahraga. Ada yang ingin mendapatkan otot, yang lain ingin menurunkan berat badan, dan beberapa ingin membangun kekuatan dan daya tahan tubuh.

Olahraga isometrik sangat bagus untuk tujuan yang terakhir. Isometrik dan sangat umum dilakukan dalam rutinitas yang lebih statis seperti yoga. Berikut penjelasan seorang ahli kebugaran tentang cara kerja isometrik, manfaatnya, dan beberapa contoh latihan yang dapat kamu coba selama sesi olahraga berikutnya.

“Olahraga isometrik adalah latihan statis di mana kamu menahan kontraksi otot tanpa gerakan, berbeda dengan latihan dinamis di mana otot dapat berkontraksi dari yang terpanjang hingga terpendek, contohnya plank versus bicep curl,” kata spesialis pengkondisian olahraga Andrew Slane yang juga merupakan instruktur kebugaran.

Baca Juga:

Data Ponsel Pintar dapat Prediksi Berapa Lama Usiamu

olahraga
Berjongkok seperti kamu sedang duduk di kursi tak terlihat dengan punggung menempel ke dinding. (Pexels/RODNAE Productions)

Manfaat latihan isometrik


Meskipun mereka tidak serta merta membantu otot menjadi lebih besar, latihan isometrik meningkatkan kekuatan dan stabilitas. Menurut Slane, pada gilirannya, dapat menyempurnakan bentuk, efisiensi, dan pada akhirnya hasil latihan dinamis dalam rutinitas olahragamu.

“Misalnya, mungkin lutut kamu sedikit goyah saat melakukan squat. Begitu kita memperbaiki bentuknya, kita dapat menahan posisi squat terendah dalam isometrik untuk memperkuat bagian gerakan itu, memperbaiki keseluruhan pelaksanaan latihan, dan berhasil menyiapkan kita untuk kemajuan seperti menambah bobot,” kata Slane seperti diberitakan Prevention.

Slane menambahkan, olahraga isometrik juga dapat menjadi terapi bagi mereka yang menderita radang sendi karena tidak memerlukan rentang gerak penuh sendi. Dengan demikian dapat membantu menjaga kebugaran tanpa menyebabkan rasa sakit yang dapat ditimbulkan oleh latihan dinamis yang lebih mobile.

“Dengan tetap berkonsultasi pada dokter, latihan ini dapat memungkinkan kamu untuk memperkuat dan menstabilkan otot-otot di sekitar sendi yang cedera, membantu pemulihan,” tambah Slane.

Contoh olahraga isometrik


Apakah kamu ingin memodifikasi beberapa gerakan untuk mengakomodasi tubuh dengan lebih baik, atau kamu hanya ingin meningkatkan daya tahan tubuh. Berikut adalah beberapa latihan isometrik dasar yang direkomendasikan Slane untuk dicoba.

- Berjongkok seperti kamu sedang duduk di kursi tak terlihat dengan punggung menempel ke dinding. Pastikan lutut tetap mengikuti tulang kering dan pergelangan kaki, menjaganya pada sudut 90 derajat, sambil mempertahankan garis lurus dari kepala ke tulang ekor. Tahan selama sekitar 30 detik.

- Saat tengkurap, angkat tubuh dari lantai menggunakan siku dan jari kaki—bayangkan kamu akan melakukan push-up menggunakan lengan bawah alih-alih tangan.

- Pertahankan garis lurus dari kepala hingga kaki, pastikan untuk menekan glutes agar bokong tetap sejajar dengan bagian tubuh lainnya. Periksa apakah bahu kamu sejajar dengan siku dan otot inti kamu kencang.

- Tahan sekitar 30 detik setiap gerakan, usahakan punggung tidak bergerak.

- Berbaringlah rata di tanah dengan tangan terentang ke atas. Angkat kaki, lengan, dan bahu dari lantai, pertahankan punggung bawah di lantai dan tahan sekitar 30 detik. Selama melakukan gerakan ini, tubuh harus menyerupai kano, atau bulan sabit.

Baca Juga:

Kenali Tanda Bahwa Kamu Sehat

olahraga
Penting untuk mempertahankan bentuk dan keselarasan untuk meminimalkan tekanan pada persendian. (freepik/freepik)

Risiko latihan isometrik


Sebagaimana dicatat, isometrik dapat membuat kebugaran lebih mudah diakses dan tidak terlalu menyakitkan bagi sebagian orang. Akibatnya, latihan dapat meningkatkan tekanan darah, kata Slane. Jadi, penting untuk berkonsultasi dengan profesional medis jika kamu memiliki masalah tekanan darah.

"Penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat menurunkan tekanan darah saat istirahat. Jadi, individu dengan hipertensi atau penyakit jantung harus berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan olahraga ini," tambahnya.

Dia menambahkan bahwa, seperti halnya olahraga apa pun, penting untuk mempertahankan bentuk dan keselarasan yang seimbang untuk meminimalkan tekanan pada persendian. (aru)

Baca Juga:

Mengupil dapat Menyebabkan Alzheimer, Benarkah?

#JULI SEBANGSA OLAHGAYA #Olahraga #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Indonesia
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Prabowo menelpon melalui panggilan video dari kediaman Prabowo di Hambalang, Sabtu (26/9) sore.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tekno
Huawei Smartwatch GT Series Diklaim Bisa Tahan hingga 21 Hari, Cocok untuk Aktivitas Olahraga
Huawei GT Series diklaim mampu bertahan hingga 21 hari untuk penggunaan ringan. Simak daya tahan HUAWEI WATCH GT 6 dan GT Runner.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Huawei Smartwatch GT Series Diklaim Bisa Tahan hingga 21 Hari, Cocok untuk Aktivitas Olahraga
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Jadwal Lengkap Asian Games 2026 22 September: Indonesia Tampil di 17 Cabor
Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 22 September akan menghadirkan 17 cabor. Salah satunya adalah bulu tangkis.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Jadwal Lengkap Asian Games 2026 22 September: Indonesia Tampil di 17 Cabor
Olahraga
Indonesia Koleksi 5 Medali di Hari Pertama Asian Games 2026, Masih Tunggu Emas
Indonesia mengoleksi lima emas di hari pertama Asian Games 2026. Emas menjadi target berikutnya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Indonesia Koleksi 5 Medali di Hari Pertama Asian Games 2026, Masih Tunggu Emas
Olahraga
Sumaya Persembahkan Medali Perak Pertama Tim Indonesia dari Teqball
Sumaya mengakui masih banyak hal yang perlu dievaluasi, terutama dalam mengurangi kesalahan-kesalahan kecil.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Sumaya Persembahkan Medali Perak Pertama Tim Indonesia dari Teqball
Berita Foto
Pemprov DKI Hadirkan Car Free Day di Tiga Titik Jakarta
Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) ata Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Didik Setiawan - Minggu, 20 September 2026
Pemprov DKI Hadirkan Car Free Day di Tiga Titik Jakarta
Berita Foto
Kenalkan Wajah Baru, Viva Cosmetics Ajak Makeup Lovers Olahraga di Area CFD
Brand Manager Viva Cosmetics, James Junianlie berbincang dengan Makeup lovers di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Didik Setiawan - Minggu, 20 September 2026
Kenalkan Wajah Baru, Viva Cosmetics Ajak Makeup Lovers Olahraga di Area CFD
Bagikan