Olahraga Dapat Cegah Hipertensi, Lakukan Sejak Dini

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 10 Oktober 2024
Olahraga Dapat Cegah Hipertensi, Lakukan Sejak Dini

Ilustrasi olahraga. (Foto: Unsplash/Tikkho Maciel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Olahraga baik untuk kesehatan jantung dan dapat mencegah darah tinggi atau hipertensi. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan tersebut, olahraga perlu dilakukan dalam jangka waktu panjang, bahkan hingga kamu sudah paruh baya.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga menurunkan tekanan darah. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa mempertahankan aktivitas fisik selama masa dewasa muda pada tingkat yang lebih tinggi dapat mencegah hipertensi, demikian dikutip dari Science Alert, Rabu (9/10).

Hipertensi, yang juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi, adalah kondisi serius yang memengaruhi miliaran orang di seluruh dunia. Kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Hipertensi bahkan termasuk faktor risiko untuk mengembangkan demensia di kemudian hari .

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lebih dari satu dari empat pria dan sekitar satu dari lima perempuan menderita hipertensi. Namun, sebagian besar orang dengan tekanan darah tinggi bahkan tidak tahu bahwa mereka mengalaminya, makanya penyakit itu disebut dengan silent killer.

Baca juga:

Bahan Kimia pada Kosmetik Bisa Tingkatkan Risiko Hipertensi pada Bumil

Namun, olahraga dapat menjadi solusi terbaik untuk mencegah hipretnsi. Dalam sebuah penelitian melibatkan 5.100 orang dewasa, terbukti olahraga dapat mencegah hipertensi.

Penelitian tersebut telah melacak riwayat kesehatan mereka selama tiga dekade dengan penilaian fisik dan kuesioner tentang kebiasaan olahraga, status merokok, dan asupan alkohol.

Pada setiap penilaian klinis, tekanan darah diukur tiga kali, dengan jarak satu menit, dan untuk analisis data, peserta dikelompokkan ke dalam empat kategori, berdasarkan ras dan jenis kelamin.

Secara keseluruhan di kalangan pria, perempuan, dan di kedua kelompok ras tingkat aktivitas fisik merosot dari usia 18 hingga 40 tahun, dengan tingkat hipertensi meningkat dan aktivitas fisik menurun selama dekade berikutnya.

Baca juga:

Hati-Hati, Hipertensi Tak Terkontrol Tingkatkan Risiko Alzheimer

Menurut para peneliti, hal ini menunjukkan bahwa masa dewasa muda merupakan jendela penting untuk melakukan intervensi pencegahan hipertensi di usia paruh baya dengan program promosi kesehatan yang dirancang untuk meningkatkan olahraga.

"Hampir setengah dari peserta kami di usia dewasa muda memiliki tingkat aktivitas fisik yang kurang optimal, yang secara signifikan terkait dengan timbulnya hipertensi, yang menunjukkan bahwa kita perlu meningkatkan standar minimum untuk aktivitas fisik," kata penulis utama Jason Nagata, pakar UCSF dalam bidang kedokteran dewasa muda. (ikh)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan