Obesitas Mempercepat Pubertas pada Anak Laki-Laki
Obesitas terjadi mulai dari usia anak-anak. (Foto: Pixabay/mohamed_hassan)
STUDI yang dilakukan oleh para ahli medis sebelumnya mengkonfirmasi bahwa perempuan yang mengalami obesitas akan mempercepat pubertas mereka. Namun, studi ini pun telah dikonfirmasi berlaku juga pada kalangan pria.
Obesitas merupakan gangguan pada kesehatan tubuh dikarenakan kalori yang dikonsumsi secara berlebihan dan menjadi lemak dalam tubuh. Kondisi ini dapat menjadi gangguan yang serius apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik untuk membakar kalori yang berlebih tersebut.
Baca Juga:
Dilansir laman Medical Daily, penelitian ini menggunakan data dari Studi Pertumbuhan dan Obesitas Instituto de Nutricion y Tecnoloogía de Los Alimentos yang dilakukan oleh para peneliti medis dan dipimpin Maria Veronica Mericq, M.D.
Studi mengenai pubertas pada pria adalah kontroversial, menurut pemimpin dari penelitian
tersebut. Dr. Mericq dan tim peneliti lainnya dari Universitas Santiago meneliti 527 anak laki-laki di Chili untuk menentukan apakah obesitas juga mempercepat pubertas mereka seperti pada perempuan.
Penelitian tersebut juga bertujuan untuk membantu menemukan bukti substansial tentang penyebab peningkatan obesitas pada anak laki-laki di seluruh dunia. Hasil studi tersebut menemukan bahwa sembilan persen dari anak laki-laki yang mengalami obesitas, mengalami pubertas sejak usia sembilan tahun.
Baca Juga:
Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan, Latihan Kardio atau Angkat Beban?
Selain memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) pada anak laki-laki, para peneliti juga mengukur lingkar pinggang, tinggi badan dan tanda-tanda pubertas untuk mengetahui tingkat obesitas dan pengaruhnya pada anak laki-laki di awal masa remaja.
Dr. Mericq dan timnya juga menjelaskan bahwa prevalensi obesitas akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia anak laki-laki. Selain itu, ditemukan sebanyak 22 persen dari anak laki-laki yang mengalami obesitas berusia enam hingga tujuh tahun, memiliki risiko lebih tinggi mengalami pubertas dini.
Namun ketika mereka mencapai 17 tahun, angka tesebut akan turun menjadi 11,8 persen. Hasil penelitian juga memperlihatkan 45 anak laki-laki mengalami pubertas sebelum waktunya.
Pubertas dini selain menyebabkan obesitas pada anak laki-laki, juga meningkatkan risiko terkena kanker testis ketika mereka mencapai usia dewasa. Para peneliti menjelaskan pentingnya mengendalikan obesitas pada anak-anak, guna mencegah berbagai gangguan kondisi kesehatan lainnya. (scp)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta