Kesehatan

Nyamuk tak Asal Gigit

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 27 Maret 2023
Nyamuk tak Asal Gigit

Nyamuk memilih mangsanya secara spesifik. (Foto: Freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NYAMUK bisa jadi amat menyebalkan. Mendengar suara nyamuk terbang saja sudah amat mengganggu, apalagi dihinggapi dan sampai digigit. Saat kamu merasa diganggu nyamuk, ketahuilah itu bukanlah tanpa alasan. Penelitian terbaru menemukan nyamuk tidak begitu saja menghinggapi manusia. Nyamuk memilih mangsanya sendiri.


Kita semua sudah tahu betapa bahayanya penyakit dari gigitan nyamuk. Penyakit yang ditularkan nyamuk seperti malaria, demam berdarah, dan virus West Nile diperkirakan membunuh 750 ribu jiwa setiap tahun. Dipicu fakta itu, pencegahan seperti pemasangan kelambu dan obat nyamuk telah lama digunakan dan terbukti mengurangi jumlah korban.

BACA JUGA:

Alasan Nyamuk Menggigit Orang Tertentu


Namun, kedua hal tersebut saja tidak cukup. Profesor ilmu saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins Christopher Potter mencari cara baru untuk menghindari gigitan nyamuk dengan memetakan reseptor nyamuk. “Memahami biologi molekuler penginderaan bau nyamuk menjadi kunci untuk mengembangkan cara baru menghindari gigitan dan penyakit berat yang ditimbulkannya,” kata Potter.

nyamuk
Penyakit yang ditularkan nyamuk diperkirakan membunuh 750 ribu jiwa tiap tahun.(foto: Jcomp)


Nyamuk mendeteksi bau sebagian besar melalui antena. Reseptor adalah ujung saraf dari antena yang sangat peka dan memiliki tiga lapis, yaitu reseptor bau, gustatori, dan ionotropik. Melalui reseptor, nyamuk dapat membedakan mana hewan mana manusia. Melalui bagian itu juga nyamuk mengidentifikasi manusia mana yang menghadirkan sumber makanan darah yang menarik.

BACA JUGA:

Cara Aman Membasmi Nyamuk di Halaman Rumah

Penelitian menemukan reseptor ionotropik merespons asam dan amina, senyawa yang ditemukan pada kulit manusia. Reseptor ionotropik memandu nyamuk untuk memilih satu jenis kulit manusia daripada yang lain melalui tingkat keasaman kulit manusia. Semakin asam kulitmu, semakin menarik pula kamu bagi nyamuk. Selain itu, seperti dilansir Healthline.com, memang terbukti beberapa senyawa teridentifikasi lebih menarik bagi nyamuk, yaitu asam laktat dan amonia.



Maka dari itu, selama masih penemuan baru untuk menghindari gigitan nyamuk dikembangkan, penggunaan obat nyamuk apalagi losion nyamuk penting saat musim panas. Obat nyamuk bakar atau elektrik bisa mengaburkan indra penciuman nyamuk. Sementara itu, losion yang dioleskan di kulitmu memiliki rasa pahit, membuatnya menutupi rasa asam kulitmu agar terhindar dari gigitan nyamuk.(kmp)

BACA JUGA:

Apakah Kipas Angin Efektif Mengusir dan Membunuh Nyamuk?

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Gigi berlubang hingga mencapai saraf belum tentu harus dicabut. drg. Yulita Bong, menjelaskan pilihan perawatan dan kondisi yang menentukan pencabutan gigi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 November 2026
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan