Nusron Wahid: Ara Masuk TKN Bisa Hidup, Enggak Masuk TKN Juga Hidup

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 17 Januari 2024
Nusron Wahid: Ara Masuk TKN Bisa Hidup, Enggak Masuk TKN Juga Hidup

Arsip - Eks politikus PDIP Maruar Sirait (kiri). (ANTARA FOTO/Awaludin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memprediksi kemungkinan besar mantan politikus PDIP Maruarar Sirait akan mendukung pasangan jagoan mereka. Alasan TKN karena karena Maruarar keluar dari PDIP ingin mengikuti jejak politik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ya kalau alasan pindahnya karena Pak Jokowi ya pasti dukung Prabowo-Gibran lah," kata Sekretaris TKN Nusron Wahid di Jakarta yang dikutip Rabu (17/1).

Baca Juga:

TKN: Bang Maruarar Ikuti Pak Jokowi Sudah Pasti ke 02

Oleh karenanya, Nusron juga berkeyakinan tidak akan mungkin Maruarar bergabung pada paslon nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN). Sebab, Ara panggilan akrab Maruara berbeda pandangan politik dengan pasangan AMIN.

"Mau dukung siapa, dukung Anies enggak mungkin, kalau Ara dukung Anies-Muhaimin enggak mungkin, enggak ada kimianya, enggak ketemu, karena Ara itu di mana ada saya biasanya ada Ara," cetus dia.

Sekretaris TKN Nusron Wahid. MP/Ponco

Namun, Kader Golkar ini menuturkan, sejauh ini belum ada ajakan kepada Maruarar gabung bersama TKN untuk bersama-sama menangkan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Nusron juga percaya Ara tetap bisa eksis meskipun tidak bergabung dengan kubunya.

"Tapi kan Ara itu masuk TKN ya bisa hidup, enggak masuk TKN juga hidup, tahun 2014 mendukung Pak Jokowi ya beliau engak masuk TKN juga bisa berkibar ke mana-mana, tahun 2019 gak masuk TKN juga bisa berkibar ke mana-mana," tandasnya.

Sebelumnya, Maruarar Sirait menyatakan mundur dari partai PDIP setelah mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) partai yang diterima langsung oleh Wasekjen PDIP Utut Adianto, pada Senin (15/1) malam lalu. (Asp)

Baca Juga:

Maruarar Sirait Keluar Dari PDIP

#PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Bagikan