MerahPutih.com - Kasus penyiraman terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tepat 500 hari. Novel pun berteriak lantang agar pemerintah serius mengungkap kasusnya tersebut.
Tetapi, ketika tengah mencari keadilan dari kasusnya. massa aksi dari Majelis Pemuda Independen menggeruduk kantor lembaga antirasuah tersebut. Mereka mengingatkan dosa masa lalu Novel.
Orator aksi, Rizal meminta agar Novel jangan cuma berteriak meminta keadilan setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal. Tetapi, Novel juga harus ingat dengan kejahatan yang dilakukan saat berdinas di Polres Bengkulu.
"Dia (Novel) telah melakukan penembakan terhadap masyarakat saat mengusut pencurian sarang walet," ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (1/11).
Sebagai penegak hukum, kata Rizal, Novel harus sadar diri bahwa apa yang ia teriakkan sama saja dengan eriakan korban yang dia tembak.
Rizal meminta agar saudara Anies Baswedan ini tidak lagi bermain drama seolah-olah dia adalah korban kejahatan yang sangat berat dan berteriak minta keadilan di mana-mana.
Jika Novel berteriak minta keadilan, bagaimana dengan keadilan korban yang dia tembak?" katanya.
Sebelumnya, empat orang di Bengkulu memberikan kesaksian kepada Anggota DPR RI dan mengaku pernah disiksa penyidik KPK Novel Baswedan.
Mereka adalah korban penyiksaan ketika Novel masih bertugas di Polres Bengkulu dan sedang menyelidiki kasus pencurian sarang burung walet. (Pon)