Novel Baswedan Bakal Ungkap Nama Jenderal di Balik Penyiraman Air Keras
Baswedan (kiri) bersama istri Rina Emilda (kanan) dan anak bungsunya saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8). (ANTARAFOTO:Monalisa)
MerahPutih.com - Penyidik KPK Novel Baswedan masih menjalani perawatan di Singapore National Eye Centre (SNEC) setelah dirinya menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang yang tidak dikenal di dekat rumahnya 12 April silam. Meski kejadian itu sudah lama terjadi, hingga kini sosok pelaku dan siapa yang ada di balik peristiwa penyiraman masih gelap.
Kini muncul wacana agar pemerintah membentuk tim pencari fakta (TPF) untuk mengungkap kasus tersebut. Novel pun setuju. Syaratnya, tidak ada unsur kepolisian dalam tim tersebut. "Jadi tim gabungan pencari fakta tentunya tidak melibatkan anggota Polri, tapi melibatkan profesional, akademisi dan ahli-ahli lainnya yang kemudian bisa menjadikan suatu kinerja untuk melakukan pendalaman terkait peristiwa itu," kata Novel di Singapura, Selasa (15/8).
Nah, apabila TPF sudah terbentuk, maka Novel pun akan blak-blakan mengungkapkan nama jenderal polisi yang dia diduga ikut dalam peristiwa penyerangannya itu kepada tim tersebut.
"Soal nama jenderal yang terkait dengan peristiwa-peristiwa teror itu, akan menjadi konsumsi untuk tim gabungan pencari fakta,” kata dia.
Itu pun dengan syarat TPF tidak terdiri unsur kepolisian. Sebab, jika menyampaikan nama jenderal itu ke pihak-pihak dari unsur kepolisian, itu hanya akan menjadi beban. “Toh juga tidak akan membuat mereka (polisi) menyelesaikan tugasnya dengan baik," tambah Novel.
Pada Senin (14/8), Novel dimintai keterangan sebagai saksi korban oleh tim penyidik Polda Metro Jaya di KBRI Singapura. Saat itu ia juga didampini oleh tim KPK termasuk Ketua KPK Agus Rahardjo dan tim penasihat hukumnya.
"Kalau ada yang mengatakan ingin membentuk tim gabungan KPK-Polri saya kira itu tidak tepat karena itu dibicarakan setelah perkara atau setelah peristiwa ini terjadi lebih dari 3 bulan, seandainya KPK ikut dalam tim itu, KPK-nya bisa berbuat apa?" ungkap Novel. (*)
Sumber: Antara
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Novel Baswedan: TWK KPK Manipulatif, Pimpinan Baru Jangan Lanjutkan Kebijakan Firli
Novel Baswedan Ditunjuk Jadi Wakil Kepala Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara
Novel Baswedan Soroti Pencalonan Nurul Ghufron sebagai Hakim Agung: Harusnya Gagal Administrasi
MK Mulai Sidangkan Gugatan Novel Baswedan Terkait Syarat Usia Capim KPK
Saat Hasto PDIP Duduk Berdampingan dengan Rocky Gerung hingga Novel Baswedan
Novel Baswedan Harap Nawawi Pomolango Bisa Perbaiki KPK
Abraham Samad Cs Gunduli Rambut Bentuk Rasa Syukur Firli Tersangka
Novel Baswedan Sebut Firli Bahuri Berpotensi Melarikan Diri
Selain SYL, Ada Kepala Daerah Diduga Jadi Korban Pemerasan Oknum KPK
Penangkapan SYL Disebut Upaya Ketua KPK Tutupi Dugaan Pemerasan