Nikmati Panorama Alam di Kampung Toga Sumedang

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 19 Januari 2016
Nikmati Panorama Alam di Kampung Toga Sumedang

Kampung Toga

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Wisata - Kabupaten Sumedang memiliki keindahan alam yang tersembunyi. Tidak banyak yang mengetahui alam di kota tahu ini menyimpan spot-spot panorama alamnya yang asri dan belum terjamah tangan kreatif.

Salah satunya ialah Kampung Toga. Destinasi wisata alam ini terletak di bagian selatan Sumedang. Tepatnya sekira 300 meter dari pemakaman Cut Nyak Dien atau sekira 500 meter dari kawasan kota Sumedang.

Kampung Toga, berdasarkan informasi yang dihimpun merahputih.com di lokasi, berasal dari kata Kampung Tanaman Obat. Yang kemudian menjadi akronim Kampung Toga. Dahulunya kawasan ini merupakan kawasan penanaman obat-obat dari tumbuhan. "Dulunya sih gitu. Ada dulunya ditanam khusus kayak pohon Jambe buat obat," kata salah satu orang tua yang ditemui merahputih.com di kawasan Kampung Toga, awal Januari 2016.

Seiring perkembangannya, Kampung Toga menjadi agrowisata. Di mana hampir setengah kawasannya, dari total 36 hektare kawasan, dijadikan lokasi wisata. Bahkan, sebagian lahannya masih rindang terhampar tanaman dan perkebunan.

Kampung Toga terdiri atas bukit-bukit yang tidak begitu tinggi. Di kaki bukit terhampar perkebunan dan persawahan warga. Strukturnya antara bukit dan kaki sangat memanjakan bagi mereka yang senang melakukan paralayang. Bila senja dan malam hari, panoramanya sangat menawan. Sepanjang mata memandang terhampar persawahan, perbukitan, gunung Tampomas, hingga kawasan perkotaan. Tinggal memilih dari sudut mana keindahannya ingin dipandang.

Hampir setiap tahunnya agenda olahraga paralayang disajikan. Baik itu agenda olahraga dari pemerintah daerah maupun kejuaraan nasional. "Orang bule pernah di sini ikut paralayang," papar Didin, salah satu pengelola jasa paralayang.

Tak hanya paralayang, gantole juga menjadi kreasi permainan di Kampung Toga. Untuk menikmati paralayang atau gantole, wisatawan perlu menyewa jasa dan instruktur terlatih yang telah tersedia. "Tarifnya tergantung nego sih. Ada yang 150 ribu, ada yang 250 ribu," imbuh Didin.

Namun, tidak setiap saat penyedia jasa paralayang dan gantole tersedia. Semuanya tergantung cuaca, angin, dan kondisi alam pendaratan. Pasalnya, angin yang tidak tepat justru akan membuat pendaratan di persawahan warga. "Sering salah landingnya tuh kalau nggak teliti," katanya.

Bagi yang betah berlama-lama di kawasan wisata, tidak usah khawatir pengelola juga menyediakan penginapan, umumnya wisatawan ditawarkan rumah inap khusus. Harganya bervariasi, mulai dari Rp150.000 per rumah hingga Rp750.000 per rumah. Semua tergantung fasilitas dan pelayanannya.

Masih tidak puas menikmati panorama alam serta sensasi paralayang, wisatawan dapat menikmati kolam-kolam pemandian atau kolam pemancingan di sekitar lokasi. Meski kolamnya sederhana, selayaknya kolam renang umumnya, sensasi mandi di kolam ini begitu terasa nuansa alamnya. Udaranya yang dingin membuat tubuh semakin tertantang.
Bagaimana, tertarik dengan destinasi wisata alam ini? Atau tertantang akan alamnya untuk berparalayang? (fre)

 

BACA JUGA:

  1. Sensasi Makan Nasi Jagal di Kota Tangerang
  2. Yuk Berburu Laksa Nikmat di Kota Tangerang
  3. Bikin Ngiler, Sensasi Masakan Betawi di Rumah Makan Betawi Ngoempoel
  4. Pecel Kembang Turi Kuliner Khas Kota Madiun
#Sumedang #Jawa Barat #Wisata Indonesia
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Desak Penangkapan Taufik Hidayat Terduga Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan, KemenPPPA Lakukan Pendampingan Korban
Menteri PPPA, Arifah Fauzi mengatakan korban akan menjalani asesmen lanjutan, konseling psikologis untuk memulihkan kondisi mental dan emosional setelah kejadian tersebut.
Frengky Aruan - Selasa, 23 Juni 2026
Desak Penangkapan Taufik Hidayat Terduga Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan, KemenPPPA Lakukan Pendampingan Korban
Olahraga
Bonus Rp 1 Miliar KDM untuk Persib dari Hasil Jual Sejumlah Sapi, Akan Dibagikan ke Pemain
KDM menjanjikan bonus yang lebih besar apabila Persib kembali meraih gelar juara musim depan, seperti disampaikan manajer Persib, Umuh Muchtar.
Frengky Aruan - Kamis, 04 Juni 2026
Bonus Rp 1 Miliar KDM untuk Persib dari Hasil Jual Sejumlah Sapi, Akan Dibagikan ke Pemain
Indonesia
Gubernur Dedi Beri Upah Rp 2 Juta ke Warga Cianjur Jika Tanam Pohon
Hal serupa sudah diterapkan di sejumlah wilayah lainnya di Jabar, sebagai upaya mengembalikan fungsi alam dan menjaga amanah dari leluhur Tatar Sunda.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
Gubernur Dedi Beri Upah Rp 2 Juta ke Warga Cianjur Jika Tanam Pohon
Lifestyle
Prakiraan Cuaca 5-6 Mei 2026: Jawa Barat Berpotensi Hujan Lebat
Prakiraan cuaca 5–6 Mei 2026 dari BMKG menunjukkan potensi hujan lebat di Jawa Barat dan sejumlah wilayah Indonesia. Simak daerah terdampak dan penyebabnya
ImanK - Senin, 04 Mei 2026
Prakiraan Cuaca 5-6 Mei 2026: Jawa Barat Berpotensi Hujan Lebat
Indonesia
Tertutup Longsor Sejak Rabu, Jalur Utama Caringin Garut Sudah Bisa Dilalui Motor
Jalur utama Bungbulang–Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali bisa dilintasi kendaraan bermotor dari kedua arah
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
Tertutup Longsor Sejak Rabu, Jalur Utama Caringin Garut Sudah Bisa Dilalui Motor
Indonesia
Separuh Lebih Wilayah Jawa Barat Bakal Dilanda Kemarau Lebih Awal
Wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami durasi musim kemarau lebih panjang atau lebih lama dari biasanya
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
Separuh Lebih Wilayah Jawa Barat Bakal Dilanda Kemarau Lebih Awal
Indonesia
20 Tahun Beroperasi, Akhir Bisnis Gelap Ki Bedil Bos Pemasok Senpi Ilegal Jawa Barat
Bareskrim Polri berhasil meringkus TS alias Ki Bedil yang dikenal sebagai perakit dan pemasok, sekaligus penjual senjata ilegal di Jawa Barat.
Wisnu Cipto - Minggu, 12 April 2026
20 Tahun Beroperasi, Akhir Bisnis Gelap Ki Bedil Bos Pemasok Senpi Ilegal Jawa Barat
Indonesia
Jalan Cadas Pangeran Sumedang Jawa Barat Lumpuh Total Akibat Longsor
Akses Jalan Nasional Cadas Pangeran di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tertutup total akibat longsoran tebing sejak Rabu (8/4) petang tadi.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 April 2026
Jalan Cadas Pangeran Sumedang Jawa Barat Lumpuh Total Akibat Longsor
Indonesia
Hati-Hati Lewat Tol Cisumdawu, Ada Retakan 80 Meter Dalamnya 2 Meter!
Pengguna Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu), diimbau untuk berhati-hati saat melintas, khususnya di kilometer 207+300, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 April 2026
Hati-Hati Lewat Tol Cisumdawu, Ada Retakan 80 Meter Dalamnya 2 Meter!
Indonesia
Waspada Hujan, Banjir Rob, dan Longsor saat Libur Lebaran di Jawa Barat
"Ada lima titik rawan longsor di Jawa Barat yang perlu diwaspadai, yakni Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, dan Garut."
Frengky Aruan - Jumat, 20 Maret 2026
Waspada Hujan, Banjir Rob, dan Longsor saat Libur Lebaran di Jawa Barat
Bagikan